
Saat rasa tak enak mulai menyerang hatinya, Milka mengenyakkan semuanya, bagaimana mungkin dia cemburu pada sesuatu yang belum pasti adanya.
"Putri apa kau baik-baik saja?" Tanya Clona yang melihat Milka bagai menerawang jauh.
"Iya Clo, aku baik-baik saja." Sahut Milka tersenyum. Milka tak ingin berburuk sangkah pada Raja. Dia akan membuang semuanya dan percaya pada Raja.
****
Pagi harinya pengumuman tentang kembalinya Permaisuri Dayana ke Underworld telah terdengar. Dan Raja meminta semuanya untuk berkumpul di ruang rapat istana.
Milka di temani Clona dan Grasil berjalan menuju ruang rapat istana dan bertemu dengan Permaisuri.
Milka, Clona dan Grasil memberikan hormat mereka pada Permaisuri, Permaisuri hanya membalas dengan tersenyum kecil ke arah Milka, lalu setelahnya berjalan masuk ke dalam ruang rapat istana dengan wajah yang begitu serius.
Setelah sampai di dalam ruang rapat istana Milka duduk di tempat yang telah di sediakan untuk para selir Raja. Di sana sudah ada Putri Electra dan selir-selir lainnya. Milka melempar senyum pada Putri Electra, begitu pun dengan Putri Electra yang melempar senyumnya pada Milka.
Dan tak berselang lama Raja pun tiba bersama dengan Permaisuri Dayana. Lalu mereka duduk di kursi masing-masing.
"Permaisuri Dayana telah kembali. Permaisuri Dayana ku berikan gelar Ratu Underworld." Titah Raja bergema,
"Titah Raja di junjung tinggi." Ucap semua yang hadir, hanya bisa menerima dengan pasrah tanpa melawan. Salah satunya adalah Permaisuri, dia hanya mampu meremas jari-jarinya marah menahan emosi atas keputusan Raja.
Setelahnya Milka bersama Clona dan Grasil keluar dari ruang rapat istana, namun saat akan berjalan pergi, rombongan Raja bersama Ratu Dayana dan Permaisuri berjalan searah dengan Milka.
__ADS_1
Milka, Clona dan Grasil menghentikan langkah mereka membiarkan Raja dan rombongannya berjalan terlebih dahulu. Mereka bertiga pun memberikan hormat mereka pada Raja.
Saat itu Milka berharap Raja melirik ke arahnya walau hanya sebentar saja, namun sayangnya harapan Milka tak terjadi. Karena Raja hanya menatap lurus ke depan tanpa melihat ke arah Milka.
"Yang Mulia... Apa kau dengar?" Tanya Milka melalui kontak batin saat dia telah sampai di kediamannya.
"Yang Mulia.." Tak ada jawaban dari Raja. Seperti dia tak mendengar panggilan Milka.
"Putri.." Panggil Grasil.
"Ya. Ada apa?" Tanya Milka.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Grasil.
Tadi saat di ruang rapat istana dia sangat senang karena bisa melihat Raja, ya, meskipun Raja tak menghiraukan dia. Bahkan Raja tak pernah melirik ke arahnya. Hati Milka sedikit kacau karena hal itu.
"Aku ingin ke taman. Apa kalian ingin ikut denganku?" Tanya Milka pada Clona dan Grasil.
"Tentu saja kami harus ikut Putri." Sahut Clona antusias, dia memang sedang ingin ke taman untuk menghirup harumnya bunga-bunga yang bermekaran di sana.
"Kalian berjalan-jalanlah. Aku ingin duduk sendiri di sini." Kata Milka meminta Clona dan Grasil pergi berjalan-jalan di taman untuk melihat-lihat bunga, sedang dia ingin duduk di gazebo taman. Mungkin untuk meratapi hatinya yang terasa hampa itu akibat sangat merindukan Raja. Laki-laki yang begitu dia cintai. Laki-laki yang mencuri hatinya.
"Kau terlihat patah hati." Suara Pangeran Ells terdengar di telinga Milka. Lalu Milka pun menoleh untuk melihat, dan ternyata benar, itu adalah pangeran Ells.
__ADS_1
"Apa maksud Pangeran?" Tanya Milka pura-pura tak mengerti, walaupun sebenarnya dia paham benar dengan apa yang di katakan oleh Pangeran Ells.
"Itu sangat terlihat di wajahmu Putri Aerish, rasa kecewa." Ucap Pangeran Ells lagi.
"Kedatangan Permaisuri Dayana benar-benar membuat banyak wanita patah hati." Sambungnya lagi.
"Aku tak mengerti dengan apa yang kau katakan Pangeran. Siapa yang kecewa dan siapa yang patah hati?" Milka masih tak ingin mengakui apa yang di rasakan hatinya saat itu.
"Entah bagaimana dia bisa kembali dengan begitu mudah. Dan, kenapa Raja begitu cepat memberikannya gelar." Ujar Pangeran Ells beralih. Milka mengerutkan dahinya, kali ini dia memang benar tak mengerti apa yang di katakan oleh Pangeran Ells. Melihat ekspresi bingung Milka Pangeran Ells jadi tertawa.
"Kau sangat lucu." Ucap Pangeran Ells mencubit pipi Milka.
"Berani sekali kau menyentuh pipiku." Kata Milka dengan ekspresi wajah maranya.
"Benar-benar lucu." Kembali Pangeran Ells mencubit pipi Milka dengan gemasnya.
"Pangeran kau-"
"Kenapa? Apa kau marah karna aku mencubit pipimu itu?" Tanya Pangeran.
"Sangat, aku marah." Kata Milka.
"Benarkah. Jika seperti itu silakan saja kau marah Putri." Kembali sekali lagi Pangeran Ells mencubit pipi Milka. Namun kali ini dengan sedikit keras. Membuat Milka geram dan mengejar Pangeran Ells yang sudah berlari untuk berjaga-jaga jika mungkin saja Milka akan memukulnya.
__ADS_1