Suami Hantu

Suami Hantu
Penjaga jembatan kehidupan part 3


__ADS_3

Sampai di sebuah rumah Niko memberi isyarat untuk tidak berisik, Milka dan Dena pun langsung berhenti bicara.


Niko menekan bel rumah itu.


"Siapa?" Terdengar suara seorang laki-laki.


Niko meminta Milka dan Dena tetap tak bersuara dan berdiri ditempat yang tidak terlihat, kemudian dia menyuruh Darent untuk masuk ke dalam dengan menghilang dan melewati pintu itu. Berikutnya Milka mendengar suara erangan kecil, sepertinya orang yang tadi berada dibelakang pintu tadi sudah terjatuh.


Pintu kemudian terbuka dari dalam, Milka langsung menarik tangan Deba dan masuk ke dalam rumah itu di ikuti oleh Niko di belakang.


Niko menutup pintu dengan perlahan-lahan, di dalam sudah ada Darent yang menunggu, dengan seorang pria berbadan besar yang terbaring tak sadarkan diri di lantai.


Setelah berada di dalam, Milka sadar jika tempat itu sepertinya tidak ada orang yang tinggal di rumah itu, karena tidak ada perabotan di dalam sana, diruang tamu yang cukup besar itu hanya ada dua buah kursi dan juga lampu dengan bentuk yang paling sederhana, tak terlihat sesuai dengan rumah yang besar itu.


Niko lagi-lagi memberi isyarat untuk tidak mengeluarkan suara, terdengar suara langkah kaki dari atas sana, sepertinya ada orang yang turun.


"Siapa yang tadi menekan bel?" Terdengar suara pria yang terdengar sangat kasar, mungkin dia bertanya pada temannya yang tak sadarkan diri itu, akibat di pukul oleh Darent.


Belum sempat pria itu menapaki kakinya di anak tangga terakhir, Darent sudah maju dan memukul pria itu hingga bernasib sama dengan temannya yang tak sadarkan diri.


Setelah membereskan pria tadi, Niko kemudian langsung naik keatas, Milka dan Dena juga ikut naik dengan perlahan-lahan mengikuti Niko, sedang Darent berjalan di belakang Milka dan Dena.


Ketika mereka tiba diujung tangga, langkah Niko berhenti, Milka menyadari dibawah kakinya telah muncul tulisan yang berwarna keemasan, dinding disekitarnya juga ada tulisan yang tiba-tiba bercahaya.


"Dasar manusia kurang ajar! Apa kau pikir aku sama dengan roh rendahan!" Ucap Raja marah.


Ternyata tulisan itu adalah mantra agar roh tidak bisa naik ke lantai atas, sepertinya itu untuk menghalangi orang-orang dari Underworld menemukan Ozald.

__ADS_1


Niko mengerakkan tangannya, seketika tulisan itu menghilang.


Milka, Niko, Darent dan Dena berjalan masuk ke kamar yang paling dekat, di sana tidak ada jejak Ozald, mereka kemudian mencarinya di kamar yang lain. Di kamar kedua, mereka melihat Ozald.


Ozald di kurung di dalam sebuah kurungan besi yang ada di tengah-tengah ruangan tersebut, dan rantai besi mengikat kaki dan tangan Ozald, di tulisan mantra, persis seperti di tangga tadi, kurungan itu di kililingi oleh tulisan mantra itu.


Ozald terlihat begitu lemah di dalam kurungan itu dengan mata yang terpejam. Ketiak dia mendengar suar Dena yang memanggilnya, dia pun membuka matanya.


Disaat itu Dena langsung menangis, mungkin karena melihat Ozald yang kelihatan begitu menyedihkan, hingga membuat Dena tidak bisa menahan diri.


Dia kemudian mendekati kurungan itu dan bertanya, menatap wajah Ozald dengan sendu.


"Kau baik-baik saja bukan? Apa yang telah mereka lakukan padamu? Apa mereka menyiksamu?" Tanya Dena dengan tatapan sedih.


"Aku baik-baik saja, mereka tidak melukaiku." Kata Ozald.


"Aku tidak akan pergi, jika harus pergi kita harus pergi bersama!" Dena menolak untuk meninggalkan Ozald sendiri.


"Aku tidak bisa pergi dari tempat ini, lihat saja mantra-mantra itu, itu agar aku tidak bisa pergi. Sebaiknya kau dan teman-temanmu itu pergi dari sini!"


Darent mendekat untuk membuka kurungan besi, tapi sayangnya saat dia mencoba membuka kurungan besi itu, dia terpental jauh. Mantra yang di gunakan oleh orang yang menculik Ozald sangat kuat.


Milka maju dan mencoba untuk menghapus mantra itu, tapi sepertinya tulisan di mantra itu tidak bisa hilang.


"Ini tidak bisa hilang." Kata Milka.


"Tinta itu tidak akan hilang, karena mereka mengunakan tinta emas, yang pastinya orang yang melakukan ini pasti orang yang berpengetahuan tinggi." Ujar Niko.

__ADS_1


"Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Darent saja tidak bisa membuka kurungan itu."" Ujar Milka khawatir.


Dena sudah kembali menangis, dia takut jika Ozald tak akan bisa di keluarkan dari kurungan itu.


"Siapa pun tidak akan bisa membuka kurungan itu, kecuali aku sendiri yang membukanya." Ujar seseorang yang datang dengan beberapa orang yang berbadan tinggi besar.


"Siapa kau? Apa kau tau dia siapa, sampai kau berani mengurungnya seperti itu?" Tanya Niko.


Milka tahu saat ini Raja pasti sedang menahan amarahnya, karena ada manusia yang berani mengusik orangnya.


"Tentu saja aku tau, dia adalah penjaga jembatan kehidupan. Karena itulah, aku menangkapnya. Jika aku memakan dagingnya, maka aku akan hidup abadi dan kaya.". Ujar pria itu menjawab pertanyaan Raja.


Pria itu berusia sekitar 40 tahun.


"Apa kau tidak takut pada Raja alam baka?" Tanya Niko.


Milka sudah menjadi takut melihat ekspresi Raja yang seperti itu, tersenyum kecil yang mematikan.


Milka jadi ingat kembali saat pertama kali bertemu dengan Raja, dia adalah sosok yang menyeramkan dengan topeng di wajahnya.


"Raja alam baka, jujur saja, jika aku berani melakukannya tentu aku tidak takut. Manusia rela mengorbankan apapun demi harta, aku tidak hanya melakukannya demi harta, aku juga melakukannya agar aku bisa hidup abadi, asalkan aku bisa melepaskan diri dari reinkarnasi, untuk apa aku harus takut pada hukuman Raja alam baka? Di saat itu meskipun Raja yang turun tangan, Raja alam baka juga tidak akan bisa melakukan apapun padaku, seperti sekarang, aku menangkap orangnya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa padaku, dia tidak akan bisa meninggalkan kediamannya dan ikut campur dalam urusan manusia." Ujarnya tertawa keras dengan percaya diri jika Raja alam baka tidak bisa menghukumnya.


Milka tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, sepertinya pria itu tidak akan selamat nanti, tali Milka penasaran, bagaimana ekspresinya jika tahu orang yang bicara dengannya itu adalah sang Raja Alam baka. Penguasa Underworld.


"Kalian semua juga tidak bisa melakukan apapun padaku, kalian juga tidak akan bisa membebaskan dia dari kurungan itu. Sejak kaliam masuk ketempat ini, kalian sudah masuk ke dalam mantra yang aku buat, apa kau merasa kalau tubuhmu semakin lama terasa semakin lemah? Aku sudah menebak kalau Underworld akan mengirimkan bantuan untuk menyelamatkan penjaga jembatan kehidupan itu, oleh karena itu aku sengaja memasang mantra kuat dan hebat, tapi aku tidak menyangka yang datang ternyata adalah roh rendahan dan juga manusia lemah seperti kalian. Tapi Tenang saja, aku tidak akan membunuh kalian, tapi, aku akan membunuh dia di hadapan kalian semua." Katanya menunjuk Ozald, bahwa dia akan membunuh Ozald di depan mereka.


"Tidak! Jangan bunuh dia, aku mohon." Pinta Dena.

__ADS_1


__ADS_2