
Malaikat maut hitam putih terlihat sangat terkejut, malaikat maut hitam kemudian mengatakan.
"Adik, kamu segera kembali dan cari Raja, kita bukan tandingan dari hantu kecil ini!"
Malaikat maut putih baru saja hendak beranjak, hantu kecil itu kemudian mengeluarkan suara melengking, dia kemudian terbang ke arah malaikat maut putih. Tangan kecilnya bergerak menuju ke arah dada malaikat maut putih, cakar tajamnya kemudian bergerak masuk ke tubuh malaikat maut putih.
Muncul sebuah lubang yang sangat besar di dada malaikat maut putih, bisa dilihat ekspresi kesakitan di wajah malaikat maut putih, rasa sakitnya luar biasa. Malaikat maut hitam menarik lengan hantu kecil tersebut, tetapi muncul asap hitam dari tangannya.
"Ada racun."
Habislah kali ini! Inilah yang dipikirkan olehku. Malaikat maut hitam putih sudah dikalahkannya, kali ini Milka pasti mati.
Anak perempuan orang kaya itu melihat semua pemandangan ini dengan tertegun, dia lantas bergumam mengatakan.
"Jangan-jangan lukai orang lain."
Bayi hantu itu kemudian marah dan mengatakan. "Kamu tidak berguna, percaya tidak kalau Milka akan menghabisi mu?! Cepat tangkap wanita manusia itu!"
Anak perempuan orang kaya itu sama sekali tidak bergerak, Milka merasa anak perempuan orang kaya ini bukan orang jahat, dia hanya dikendalikan oleh bayi hantu. Neneknya kemudian mendorongnya mengatakan.
"Cepat pergi! Pergi dan cari kakek dan juga Raja!"
Bagaimana mungkin Milka meninggalkan neneknya sendiri? Milka kemudian memapahnya keluar dari halaman.
"Jika pergi harus pergi bersama."
Neneknya kemudian mendorongnya, dia lagi lagi terjatuh di tanah.
"Pergi!"
__ADS_1
Malaikat maut hitam putih mereka berdua menahan hantu bayi itu sekuat tenaga, wajah mereka berdua kelihatannya sangat merana, malaikat maut putih berteriak padanya.
"Ratu kecil cepat pergi! Kamu tidak boleh mati!"
Mereka rela mengorbankan diri mereka, agar Milka tetap bisa hidup. Disaat itu, Milka mulai meragukan apakah nyawanya benar-benar sepenting itu.
Milka kemudian berbalik sambil menangis keluar dari tempat itu, di desa ini entah mengapa tidak ada seorangpun yang berada di luar, tempat ini kelihatannya sangat sunyi. Setelah akhirnya Milka melihat dua orang manusia, meskipun mereka adalah orang biasa, baginya ini adalah sesuatu yang sangat membuatnya tenang.
Wanita tua itu memapah wanita yang sedang hamil berjalan perlahan-lahan ke arahnya, Milka kemudian memperlambat langkahnya.
"Jangan maju lagi, segeralah kembali!"
Wanita tua dan juga wanita hamil itu seperti tidak bisa mendengar apa yang Milka katakan, mereka terus berjalan ke arahnya.
Ketika Milka ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba Milka menyadari bibir wanita tua itu membentuk senyuman yang aneh.
"Yang tidak seharusnya melangkah maju itu adalah kamu.."
Di bawah baju wanita hamil itu seperti ada sesuatu yang bergerak, Milka melihat bajunya itu di koyak, perutnya kemudian terkoyak, darah kemudian membasahi tanah, bayi yang ada di dalam perutnya lantas melihatnya dengan tatapan yang sangat aneh, mulutnya mengeluarkan suara tawa 'ki ki ki'.
Milka merasa sangat takut sampai lupa untuk menangis, apakah kakek dan juga Raja tidak menyadari kalau langit terlihat sangat berbeda? kakek yang biasanya sangat sensitif dengan hal-hal seperti ini benar-benar tidak menyadari kalau telah terjadi sesuatu? Seharusnya dia hanya pergi mencari kakek Li, dia tidak mungkin pergi meninggalkan desa, mengapa dia masih belum kembali juga?
Dan lagi Raja, apa dia juga tidak merasakannya?
Wanita tua itu kelihatannya sangat tidak asing, begitu pula dengan wanita muda yang hamil ini, mereka sepertinya pernah kutemui ketika berada di desa.
Bayi yang tali pusarnya masih menempel dengan perut ibunya tiba-tiba saja melompat keluar, tali pusarnya terputus. Dia seperti hewan bergerak dengan kaki dan tangannya merangkak di bawah sana, perlahan-lahan mendekatinya. Setelah melepaskan diri dari tubuh ibunya, wanita yang hamil tadi kemudian terjatuh, kelihatannya dia telah meninggal.
Wanita tua itu kemudian menjilat bibirnya dengan rakus lantas mengatakan.
__ADS_1
"Gadis kecil, tidak rugi Milka merawatmu selama delapan bulan, cepat tangkap dia!"
Milka kemudian berbalik dan berlari sekuat tenaga, suara bayi yang merangkak di belakang sana terdengar semakin dekat, seolah-olah di detik berikutnya dia akan berhasil menangkapnya. Tiba-tiba saja Milka merasa betisnya sangat sakit, Milka kemudian kehilangan keseimbangan dan terjatuh di tanah, bayi itu kemudian menjilat darah yang ada di jari-jemarinya dan duduk di samping kakinya, entah sejak kapan kukunya jadi sepanjang ini, dia persis seperti bayi hantu yang berada di halaman tadi, ini juga pasti adalah bayi hantu!
Betisnya terluka terkena cakarannya, rasanya sangat pedih, darah yang keluar dari luka itu berwarna hitam......
Wanita tua itu kemudian menjerit keras dan mengatakan.
"Makhluk tidak berguna! Milka menyuruhmu menangkapnya!"
Milka kemudian bangkit dengan terpincang pincang, baju yang melekat di tubuhnya basah karena keringatnya. Milka menyadari wanita tua itu berjalan lebih lambat, dia kelihatannya tidak seperti makhluk-makhluk itu, seharusnya dia adalah manusia. Jika dia adalah manusia, mengapa dia harus membuat makhluk-makhluk ini?
Belum sempat memikirkannya, Milka kemudian dijatuhkan ke tanah, meskipun bayi itu kecil, tetapi tenaganya sangat besar. Dia duduk diatas punggungnya, Milka bahkan tidak bisa membalikkan tubuhnya.
Wanita tua itu tertawa dengan aneh dan berjalan selangkah demi selangkah mendekatinya. "Meskipun Merry Qi sangat hebat, dia tetap tidak bisa keluar dari gua itu, dia hanyalah makluk tidak berguna. Gadis kecil, janin gaib yang ada di dalam perutmu itu, tunggu sampai Milka menjadikannya sebagai janin iblis, masa Milka tidak perlu lagi mendengar perintah dari orang yang sudah meninggal. Milka sudah hidup selama 120 tahun, mana mungkin Milka rela di perintah-perintah? Lihatlah janin iblis yang nya ciptakan ini, bukankah mereka juga sama takutnya dengan hantu-hantu yang berada di bawah perintah Merry ?"
Mereka satu persatu jika tidak mengincarnya maka mereka akan mengincar janin gaib di dalam perutnya, Milka benar-benar tidak tahu siapa yang sudah dia singgung. Sejak Raja mencarinya kembali, Milka tidak pernah melewati hari-hari yang tenang. Itu karena janin gaib di dalam perutnya, sudah beberapa kali nyawa Milka terancam, jika Milka tidak memarahi dia siapa lagi yang pantas dia marahi?
Di dalam hatinya Milka kemudian menyumpahinya, setelah enak-enak dan memakai celananya dia tidak memperdulikannya lagi, Milka tidak memilih mereka malah memilih dirinya, memang kelihatannya dia mengirim makhluk-makhluk itu untuk menjaganya, seolah-olah dia sangat bertanggung jawab, mengapa bukan dia sendiri yang menjaganya? Bahkan malaikat maut hitam putih juga sudah dikalahkan, sekarang Milka juga akan mati, jika Milka sampai mati, menjadi hantu pun Milka akan membuat keributan di istana Raja.
"Wanita tua sialan, sia-sia saja kamu hidup sampai ratusan tahun. Apakah maksudmu kamu bukan orang yang sudah mati? Mengapa Milka merasa kamu tidak ada bedanya dengan orang yang sudah meninggal? Kamu membuat bayi menjadi janin iblis, apakah ini sesuatu yang dilakukan oleh manusia? Karena kamu hidup sudah terlalu lama kamu bahkan tidak tahu lagi yang namanya moral?! Lihatlah dirimu yang terlihat seperti kera, kamu tidak lain adalah pembawa sial untuk keturunanmu!"
Milka juga sudah hampir mati, bukankah dengan seperti ini hatinya akan merasa lebih tenang.
Wajah nenek tua sialan itu terlihat sangat berang. "Gadis kecil, kamu cerewet sekali. Sekarang Milka akan membiarkanmu memarahinya sepuasmu, tidak lama lagi Milka akan mencopot lidahmu, mencungkil matamu, memotong telingamu! Nanti setelah janin gaib yang ada di dalam perutmu kuubah menjadi janin iblis, kamu sudah boleh mati!"
Bayi yang berada di atasnya memperlihatkan taring tajamnya seperti ingin menggigitnya, wanita tua itu kemudian melambaikan tangannya padanya.
"Makhluk kecil, kembalilah, jangan kamu membunuhnya, jika tidak, tidak ada gunanya lagi." Bayi kecil itu kemudian merangkak sampai di bawah kaki wanita tua itu, dia kelihatan seperti makhluk buas yang sudah dijinakkan. Bayi itu baru lahir tetapi mulutnya sudah dipenuhi gigi gigi yang tajam, kukunya bisa berubah menjadi lebih panjang dan lebih pendek, juga sangat beracun, mengapa makhluk seperti ini bisa muncul di dunia ini?
__ADS_1
Milka merasa luka di kakinya ini benar-benar sangat sakit, Milka sudah merasa sedikit pusing, bau amis yang muncul dari luka itu membuatnya muntah.
"Gadis kecil, kamu cantik juga." wanita tua itu mendekatinya membungkuk menjulurkan tangan hitamnya..