
Tiba-tiba saja muncul tulisan mantra di dinding kamar itu, dan tulisan mantra itu memancarkan cahaya keemasan,
Pria yang menulis mantra itu kelihatan sangat percaya diri, sedangkan Raja yang masih menjadi Niko berusaha menahan diri.
"Kau pikir dengan memakannya kau akan bisa lepas dari lingkaran kematian dan reinkarnasi? Sepertinya kau kau tak tau apa-apa tentang hukum alam baka." Niko berbicara dengan tenang, dia tak tampak takut sedikitpun.
Pria itu ternyata adalah seorang dukun yang terkenal sakti dan di takuti.
Dukun busuk itu berhenti tertawa dan menatap tajam ke arah Niko.
"Bisa atau tidak, setelah dicoba baru bisa tahu, bukankah jika kita tidak mencoba sesuatu itu kita tidak akan pernah tahu hasilnya akan seperti apa. Aku akan melakukan apa pun agar aku bisa hidup abadi, salah satunya dengan memakan daging penjaga jembatan kehidupan."
Setelah menyelesaikan perkataannya dukun sakti busuk itu mengeluarkan sebuah guci kecil dari dalam saku besar bajunya, dia membuka tutupnya kemudian membacakan mantra yang sama sekali tidak di pahami, Milka pun melihat Darent terhisap masuk kedalam guci itu.
"Ah, ternyata hanya dia roh diantara kalian, ini sangat mudah. Underworld ternyata tak sehebat yang ku dengar." Kata dukun busuk itu.
"Kalian yang tidak berguna, aku juga tidak bisa membunuh kalian, mungkin lebih baik kalian di kurung saja dulu. Karena, aku tidak mau kalian menganggu ritual ku nanti.” Setelah menyelesaikan perkataannya, dua orang pria bertubuh besar kemudian mendekati Milka, Niko dan Dena,
kedua pria bertu besar itu mengurung mereka dikamar yang sama dengan Ozald dikurung.
Setelah Milka, Niko dan Dena di kurung, dukun busuk itu menghampiri mereka.
"Kelihatannya kalian tidak suka denganku. Tapi aku tidak perduli pada pandangan kalian, karena aku tidak lama lagi akan hidup abadi dan bergelimang dengan harta, bahkan dunia ini bisa saja akan menjadi milikku." Ujarnya tertawa keras membayangkan apa yang nanti dia peroleh setelah memakan daging Ozald.
Ozald terlihat marah karena dukun itu berani mengurung Dena, Ozald menatap tajam ke arah dukun busuk, mungkin jika tatapan bisa membunuh, dukun itu sudah pasti mati karena tatapan Ozald padanya.
"Jika kamu berani melakukan sesuatu pada Dena, aku bersumpah akan membunuhmu, dan kau tidak akan mendapatkan apapun dariku.” Ucap Ozald.
"Baiklah, hanya seorang gadis bukan? Aku tidak akan melukainya, aku juga tidak ingin mengotori kerja kerasku dengan membunuh sesuatu yang tidak menguntungkan ku." Dukun busuk itu tertawa terkekeh.
__ADS_1
" Dan kau, gadis kecil, jangan berani bertindak macam-macam, entah, kenapa firasat ku buruk tentangmu, jelas-jelas kau adalah manusia, tapi mengapa di tubuhmu bisa ada aura negatif sekuat ini. " Kata dukun busuk pada menatap Milka.
Milka melihat Niko a.k.a Raja dengan wajah tenang duduk bersila di dalam kurungan,Milka tak mengerti dengan Raja, kenapa dia bisa tenang dalam situasi yang gawat, , di tambah lagi, Darent, dia sedang berada di dalam guci dukun busuk itu.
Milka bertanya-tanya, apakah Raja akan terus diam dalam penyamarannya dan tak melakukan apa pun? Ataukah, Raja sudah memiliki rencana yang tak dia ketahui, Milka menghela nafas panjang, jika saja dia dan Raja masih bisa berkomunikasi lewat batin, pasti dai akan dengan mudah berbicara dengan Raja tanpa di dengar oleh siapa pun, tali semenjak kejadian lalu, di mana Raja mengorbankan diri untuk menyelamatkannya, dia dan Raja sudah tak bisa lagi melakukan komunikasi batin. Sekali lagi Milka menghela nafas.
Milka masuk ke dunia lamunannya, bagaimanapun terkadang Milka masih merasa kalau semua ya g terjadi di dalam hidupnya benar-benar sangat ajaib.
Begitu banyak hal yang tak terduga yang terjadi dalam hidupnya, mulai bertemu dengan Raja, menjadi istri dari penguasa Underworld, hampir mengalami kematian yang menyakitkan, hilang ingatan, sampai dia melupakan Raja, dan pada akhirnya karena sebuah keajaiban ingatannya akan semuanya kembali.
Milka menghampiri Raja yang memejamkan matanya seperti orang yang sedang bertapa.
"Apa kau tidak bisa melakukan apapun?" Tanya Milka.
"Aku tidak bisa, aku tidak mau membahayakan dirimu dan anak kita, aku. Juga tidak ingin penyamaran ku terbongkar hanya karena ulah seorang dukun bodoh." Katanya masih dengan mata yang terpejam.
"Tapi jika kau diam saja, Ozald bisa-bisa dia mati, apa kau tidak dengar apa yang dukun itu katakan tadi? Dia akan memakan daging Ozald agar dia bisa hidup abadi." Ujar Milka.
"Siapa sebenarnya kalian?" Kini terdengar suara Ozald yang bertanya.
Raja hanya diam, dia tak menjawab pertanyaan Ozald.
"Aku, aku teman kuliah Dena, dan ini pacarku, dia seorang paranormal." Milka yang yang menjawab.
"Ternyata kalian bukan siapa-siapa, tapi kenapa kalian malah ikut campur." Kata Ozald.
Milka hanya bisa diam, dia tak bisa lagi menjawab apapun, karena dia juga takut salah bicara dan akan semakin memperumit keadaan.
"Argh, aku lelah." Ucap Milka spontan mengusap-usap perutnya.
__ADS_1
Niko a.k.a Raja yang melihat itu langsung dengan cepat memijat pundak Milka.
"Apa dia bergerak?" Tanya Raja antusias.
"Tidak, tapi entah kenapa hari ini aku merasa sangat lelah, bahkan aku sudah merasa sangat mengantuk." Sahut Milka.
Niko a.k.a Raja, mengusap lembut perut Milka yang masih rata dengan penuh sayang dan hangat.
"Jangan membuat ibumu lelah." Kata Raja, Milka merasa tenang dan nyaman dengan perlakuan Raja itu. Jika orang tahu jika dia adalah penguasa Underworld, pasti orang tidak akan percaya jika sang penguasa akan selembut itu dengan istrinya.
Sontak, Dena dan Ozald menoleh menatap keduanya, di dalam benak mereka berdua, jika Milka telah hamil di dalam status dia dan Niko masih sebagai pacar.
"Ini tidak seperti yang kalian berdua pikirkan." Kata Milka yang sadar jika Dena dan Ozald melemparkan tatapan aneh padanya dan Niko.
"Tidak apa-apa, hal itu sedang lagi ngetren sekarang ini. Jadi tidak apa-apa." Ujar Dena.
"Tapi ini tidak seperti itu." Kata Milka, dia tak ingin di salah pahami sebagai hamil di luar nikah.
Dena melemparkan senyumnya membuat Milka semakin tak nyaman, dia benar-benar di kira telah hamil sebelum nikah.
"Apa kau tidak bisa mengatakan sesuatu?" Tanya Milka melihat Raja.
"Biarkan saja mereka ingin berperasangka seperti itu." Sahut Raja cuek.
Dasar! Raja *****. Ujar Milka dalam hati.
Tiba-tiba Milka jadi ingat dengan Darent.
"Apa Darent tidak akan apa-apa berada di dalam guci dukun itu?" Milka terlihat begitu khawatir.
__ADS_1
"Dia tidak akan apa-apa, guci itu hanya akan mengurungnya bukan membunuhnya." Kata Raja.
Mendengar apa yang di katakan oleh Raja membuat Milka bernafas lega.