Suami Hantu

Suami Hantu
Hati Yang Begitu Terluka


__ADS_3

Milka merasa sangat lelah, hidup terasa kembali begitu berat untuk dia jalani. Raja yang dulu menjadi penguat kini telah berubah padanya. Tampaknya takdir tak membiarkan dia bahagia dengan lama.


Karena tak ingin terus meratapi nasibnya, Milka beranjak untuk berjalan-jalan mencari udara segar.


"Kau akan kemana Putri?" Tanya Clona yang beranjak berdiri bersiap mengikuti Milka.


"Aku ingin keluar mencari udara segar. “ Sahut Milka.


"Bisakah kalian membiarkanku sendiri, aku ingin berjalan-jalan sendiri." Kali ini Milka tak ingin di temani oleh kedua dayangnya. Dia hanya ingin sendiri.


"Tapi Putri...-"


"Tak usah khawatir. Tak akan ada orang jahat yang akan berani padaku di istana ini." Potong Milka.


"Aku benar-benar ingin sendiri. Jadi biarkan aku sendiri." Kata Milka meminta agar kedua dayangnya itu membiarkan dirinya berjalan tanpa mereka berdua.


"Baiklah Putri." Sahut Grasil, tampaknya dia tahu apa yang Milka rasakan.


"Terima kasih." Ucap Milka lalu berjalan keluar meninggalkan Clona dan Grasil yang menatap punggungnya hingga lenyap dari pandangan mereka berdua.


Milka berjalan dengan hati yang kosong. Dia tak menyangka jika hatinya akan sesakit itu.


Di dalam perjalanan Milka terus meratapi hatinya yang luka tanpa sadar dia menabrak Raja yang tengah berjalan bersama rombongannya.


"Maaf, aku tak sengaja." Ucap Milka tanpa melihat siapa yang ia tabrak barusan.


"Hati-hatilah saat kau sedang berjalan." Ucap suara itu. Dan, Milka tahu siapa yang empunya suara itu. Dengan cepat dia memberi hormatnya.


"Maaf Yang Mulia, saya tak sengaja." Ucap Milka dengan begitu formal pada Raja sambil membungkuk.


"Lain kali lebih berhati-hatilah saat kau sedang berjalan." Ucap Raja.


"Baik Yang Mulia." Sahut Milka tanpa mengangkat wajahnya. Lalu menepi untuk memberikan jalan pada Raja dan rombongannya.


Setelah Raja dan rombongannya telah jauh. Milka baru meluruskan tubuhnya dan mengangkat wajahnya. Air matanya akan jatuh, namun dia tahan sekuat mungkin tak ingin membiarkan pipinya basa oleh air mata.


"Ternyata begitu menyakitkan." Gumam Milka memegangi dadanya yang terasa sesak.


Sesaat setelah menarik nafas dalam-dalam Milka kembali melanjutkan langkahnya. Dia terus menahan agar air matanya tak jatuh.


Namun setelah melangkahkan kaki lagi, semua terasa berat. Lalu air mata yang ia tahan agar tak jatuh menetes, tumpah dengan derasnya membasahi wajah putih cantiknya.


Isak tangisnya begitu pilu terdengar. Dadanya terasa semakin sesak, Hatinya benar-benar hancur.


"Putri Aerish.." Suara Pangeran Ells terdengar.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Pangeran Ells mendekati Milka. Milka hanya menjawab dengan isak tangisnya yang semakin menjadi.


"Ada apa? Katakan padaku." Pangeran Ells terlihat panik melihat Milka.


"Ha...ti..ku." Milka berucap dengan terpatah-patah akibat tangisannya.


"Sangat sa..kit di si..ni.." Sambungnya tersedu-sedu.


Pangeran Ells diam sejenak, mungkin mencoba mencerna maksud dari apa yang Milka katakan. Lalu setelanya dia menarik Milka kedalam pelukannya.


"Menangislah, itu akan sedikit melegakan hatimu." Ucapnya menepuk-nepuk pelan punggung Milka.


Dan Milka pun menenggelamkan kepalanya di dada Pangeran Ells masih dengan isak tangisnya.


Setelah beberapa menit Milka mulai mengontrol dirinya. Perlahan-lahan isak tangisnya meredah.


"Maaf aku tak seharusnya seperti ini." Ucap Milka setelah tangisnya berhenti.


"Tak apa-apa, kamu memang harus melakukannya. Dengan melakukannya kau akan merasa jauh lebih baik." Kata Pangeran Ells.


"Terima kasih." Ucap Milka, dia tak menyangka jika Pangeran Ells pengertian itu.


"Sekarang tarik nafasmu, lalu hembuskan dengan perlahan." Suruh Pangeran Ells. Dan Milka pun mengikutinya.


"Iya, jauh lebih baik." Ucap Milka. Benar, Milka merasa jauh lebih baik. Hatinya terasa sedikit lebih baik.


"Ayo ke taman." Ajak Pangeran Ells.


"Dengan menghirup wangi bunga kau akan jauh lebih merasa sangat baik." Sambungnya lagi. Dan, Milka pun menurut, mengikuti Pangeran Ells ke taman istana.


"Bagaimana?" Tanya Pangeran Ells saat mereka berdua berada di taman istana.


"Bagaimana apanya?" Tanya Milka bingung.


"Bagaimana? Apa kau jauh lebih baik setelah mencium wangi unga-bunga yang ada di sini?" Tanya Pangeran Ells memperjelas pertanyaannya.


"Iya, aku merasa sangat-sangat baik sekarang." Sahut Milka. Tampaknya wangi bunga bisa melenyapkan sedikit rasa lukanya.


"Sepertinya kau sangat tau apa yang aku alami." Kata Milka.


"Seseorang dulu pernah sepertimu, menangis dengan begitu pilunya. Lalu aku membawanya ke sini untuk merendahkan tangisannya. Dan, itu berhasil, dia berhenti menangis dan tersenyum ke arahku." Jelas Pangeran Ells menerawang ke masa lalu.


"Dan, aku..." Ucapnya tak melanjutkan lagi ucapan itu. Pangeran Ells membuatnya mengantung.


"Kau? Kenapa?" Tanya Milka ingin tahu apa kelanjutan dari ucapan Pangeran Ells itu.

__ADS_1


"Karena aku pernah merasakannya juga.." lanjut Pangeran Ells namun sayangnya Milka tak bisa mendengarnya, karena itu hanya di lanjutkan di dalam hati Pangeran Ells saja.


"Tak ada apa-apa." Kata Pangeran Ells akhirnya. Dia tak ingin menceritakan kisah cinta pilunya pada Milka.


Keduanya pun duduk melihat langit malam yang begitu cerah dengan bintang-bintang indah yang bertaburan di langit.


"Terima kasih, kau membuatku merasa baikkan sekarang." Ucap Milka bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Andai tadi tak ada Pangeran Ells mungkin dia masih berdiri di tempat tadi sambil meratapi luka hatinya.


"Jika kau ingin berterima kasih, maka lain kali traktir aku makanan enak." Ucapnya.


"Baik, aku akan mentraktirmu lain kali." Kata Milka.


Akibat candaan Pangeran Ells Milka kembali tertawa lepas. Pangeran Ells ternyata penghibur hati yang begitu baik.


"Katakan, siapa seseorang yang kau maksud pernah seperti diriku?" Tanya Milka ingin tahu siapa di maksud oleh Pangeran Ells.


"Apa aku mengenalnya?" Tanya Milka lagi, mungkin saja dia adalah penghuni Underworld, dan kemungkinan Milka mengenalnya.


Ya, kau mengenalnya Putri Aerish" sahut Pangeran Ells.


"Siapa dia?" Tanya Milka begitu penasaran.


"Siapa?" Tanya Milka lagi.


"Sebaiknya kau tak tahu siapa dia Putri Aerish." Ucap Pangeran Ells tak ingin memberitahu Milka siapa yang ia maksudkan itu.


Milka mengingat-ingat siapa saja wanita di istana ini yang dekat dengan Pangeran Ells. Dan, Milka mendapati nama Putri Electra di dalamnya. Selama ini yang Milka lihat, Pangeran Ells sangat dekat dengan Putri Electra.


"Apakah dia adalah Putri Electra?" Tanya Milka yang masih berusaha mencari tahu.


"Kenapa bisa kau menarik kesimpulan jika yang ku maksud itu adalah Putri Electra?" Pangeran Ells balik tanya.


"Karna di istana ini kau sangat dekat dengan Putri Electra jadi bisa saja seseorang yang tadi kau maksud itu adalah Putri Electra. "Ujar Milka.


"Kau sangat-sangat-"


Apakah aku sangat-sangat benar?" Tanya Milka memotong ucapan Pangeran Ells.


"Kau sangat-sangat salah." Kata Pangeran Ells, jika tebakan Milka salah seratus persen.


"Jika seperti itu katakan padaku siapa dia." Milka benar-benar penasaran dengan seseorang itu.


"Tidak, aku tak mau." Ucap Pangeran Ells, yang membuat Milka cemberut di buatnya.


"Baiklah aku tak akan memaksa untuk kamu memberitahuku. Tapi jika kau sudah bersedia makan aku siap untuk mengetahuinya." Ujar Milka. Mendengar ucapan Mika Pangeran Ells jadi tertawa. Mendengar gelak tawa Pangeran Ells, Milka pun ikut tertawa di buatnya.

__ADS_1


__ADS_2