
Milka juga bertanya pada Darent apa yang terjadi pada Natalie, kenapa hantu perempuan itu terus menghantuinya, seperti yang dia ceritakan pada Milka.
Darent menjawab agar Natalie kembali ketempat dimana Dilla tewas dan mencari jawabannya sendiri ditempat itu.
Paginya setelah Darent kembali masuk kedalam liontin, Milka pun pergi ke kamar Natalie.
"Kau sedang apa?" Tanya Milka.
"Aku sedang mengerjakan tugas kuliahku." Sahut Natalie.
Milka melihat wajah Natalie yang pucat, sepertinya Natalie tak cukup tidur semalam. Dia bahkan menguap beberapa kali.
"Sepertinya kau kurang tidur." Kata Milka.
"Aku bahkan tidak tidur." Jawab Natalie membuat Milka kaget.
"Apa hantu itu meneror mu lagi?" Tanya Milka.
"Dia menerorku dengan suara-suara aneh." Sahut Natalie.
"Aku tidak bisa tidur karena ketakutan." Sambungnya lagi.
"Kenapa kau tidak ke kamarku, jika takut tidur di kamarmu, kau bisa ke kamarku." Kata Milka.
"Aku tidak mau menganggu mu. Aku juga takut jika hantu Dilla akan meneror mu juga jika aku membawamu dalam masalahku." Ujar Natalie.
Milka menatap kasihan pada Natalie, wajahnya juga sudah terlihat kurus. Mungkin efek karena terus begadang.
"Sepertinya kau harus kembali ke tempat di mana, masalah ini di mulai, karena disitu pasti akan busa di selesaikan, setidaknya kamu harus mengetahui apa sebenarnya terjadi. Kau sedang diikuti oleh makhuk itu, jadi cari tahulah, mengapa temanmu yang telah meninggal itu terus menghantui mu"
Natalie menunduk, dia tampak berpikir, kemudian mengangkat wajahnya menatap Milka.
"Aku harus mengabari keluargaku terlbih dulu, memberitahu mereka kalau aku ingin pergi kesana, setidaknya mereka tau aku dimana jika terjadi sesuatu yang buruk padaku, jika aku mati mereka juga akan dengan muda bisa menemukan keberadaanku dan mengambil tubuhku" ujarnya.
Milka tidak menyangka jika Natalie bisa berpikir seekstrim itu, mengira dia akan mati di sana.
Milka menggenggam tangan Natalie untuk menguatkan Natalie, dan juga untuk menghibur Natalie, jika semuanya pasti akan baik-baik saja. Dan, tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.
__ADS_1
"Milka, bisakah kau menemaniku ke tempat itu?" Tanya Natalie menatap Milka.
Milka berpikir sejenak, apakah dia harus mengiyakan, ataukah dia harus menolak. Tapi, saat melihat wajah penuh harap Natalie padanya, Milka jadi kasihan dan tak bisa menolaknya.
"Baiklah, aku akan menemanimu." Sahut Milka.
"Terima kasih, aku akan keluar dulu, aku akan mencari satu temanku, setidaknya kita tidak akan pergi berdua saja." Katanya.
Natalie pun langsung pergi saat itu juga meninggalkan Milka yang masih berada di kamarnya.
Milka lalu menghela nafas berat, jika bukan karena Natalie teman serumah, dan juga baik padanya, dia tidak akan mau ikut dan kembali berurusan dengan roh jahat.
Milka kembali ke kamarnya dan memanggil Darent untuk keluar dari liontinnnya.
"Yang Mulia." Darent memberikan hormatnya.
"Darent, aku ingin meminta bantuan mu." Kata Milka.
"Katakan saja Yang Mulia, hamba akan menurutinya." Ucap Darent. Karena apa yang di minta oleh Milka adalah perintah untuknya.
Darent menatap Milka seakan tak tahu apa yang di katakan oleh Milka.
"Aku ingin kau ikut sebagai temanku, katakan pada Natalie jika kau adalah temanku." Kata Milka.
"Baik Yang Mulia." Sahut Darent.
Milka memberikan Darent baju, untuk di pakai oleh Darent, karena Darent harus menyamar sebagai manusia.
Darent sudah memakai pakaian yang di berikan oleh Milka, dia. Mengenakan kaos dan jeans membuat Darent terlihat manis dan sedikit feminim.
"Sekarang kau sudah terlihat seperti seorang wanita." Ujar Milka puas.
Jika melihat Darent dengan baju petarung dan membawa pedang di tangannya, orang-orang akan berpikir jika Darent adalah seorang pria. Di tambah namanya juga seperti nama pria.
Milka duduk di luar ketika seorang wanita paru-baya datang dan masuk ke dalam rumah.
"Kamu yang bernama Milka?" Tanyanya.
__ADS_1
"Iya bu ." Sahut Milka.
"Saya adalah ibu Natalie, tadi dia meneleponku dan menceritakan semuanya, katanya kau akan menemaninya ke tempat itu." Kata pria paru-baya yang ternyata adalah ibu Natalie.
"Iya, bu." Sahut Milka lagi terlihat begitu canggung.
"Saya dan teman saya ini akan menemani Natalie." Kata Milka jika dia dan Darent yang berdiri di sebelahnya yang akan menemani Natalie.
"Tolong jaga dia dengan baik, Natalie tidak ingin saya yang pergi, jadi. Tolong jaga dia mengantikan saya." Kata ibu Natalie dengan penuh harapan pada Milka.
"Saya akan berusaha bu." Sahut Milka.
"Jika semuanya beres dan Natalie kembali normal seperti dulu, saya akan berikan apa pun yang kamu mau. Apa pun yang kamu minta akan saya kabulkan, Natalie adalah anak saya satu-satunya. Sudah sangat lama dia menderita, saya juga tersiksa melihatnya seperti itu." Kata Ibu Natalie.
Sebenarnya mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Natalie membuat Milka merasa sangat tidak nyaman,
seolah-olah Milma melakukannya demi sesuatu.
Perkataan ibu Natalie yang mengatakan jika Milka bisa membantu menyelesaikan masalah itu, berapapun yang Milka minta ada apapun yang Milka minta maka akan dia berikan, jadi bagaimana jika Milka tidak bisa? Milka merasa terbebani dengan ucapan ibu Natalie padanya.
"Maaf bu, tapi saya melakukannya demi mendapatkan imbalan apapun, saya menemani dan membantu Natalie karena dia teman saya." Ucap Milka.
"Maafkan saya, saya juga tidak memilliki maksud lain dalam perkataan saya tadi, terima kasih jika kamu tulus untuk membantu Natalie, saya senang Natalie memiliki teman seperti kamu." Kata ibu Natalie pada Milka dengan bibir yang membentuk senyum.
"Aku akan mengirim orang untuk menemani kalian, semakin ramai akan semakin bagus." Katanya pada Milka.
Milka berpikir sejenak kemudian mengatakan, sepertinya jika banyak orang akan semakin susah untuk bergerak jika terjadi sesuatu yang buruk, dan akan semakin banyak yang akan di halus ingatannya jika memang ada yang tak seharusnya mereka lihat, di lihat oleh mereka.
“Sepertinya tidak perlu bu, jika terlalu banyak orang, takutnya hanya akan memperkeruh, dan hantu itu akan semakin marah." Kata Milka menolak.
"Baiklah, jika kamu sudah bilang seperti itu, saya harap kalian semua akan pulang dengan selamat." Ucap ibu Natalie sebelum dia pergi meninggalkan rumah.
Lewat jam 8 malam, Natalie kembali dengan seseorang bersamanya, seorang wanita yang dandanannya terlihat sangat lebih seksi dari Natalie, usianya sepertinya sebaya dengan Natalie. Rambutnya pirang sebahu , wajahnya cerah cukup cantik.
Natalie memperkenalkannya pada Milka, yang bernama Cintya. Milka pun memperkenalkan Darent sebagai sahabatnya yang bisa beladiri pada Natalie.
Natalie mengatakan jika ayah Cintya adalah pemilik gedung yang di sewa saat mereka berpesta untuk perpisahan itu.
__ADS_1