Suami Hantu

Suami Hantu
Membantu Natalie part 2


__ADS_3

Cintya ini lebih ceria, setelah masuk dia tidak henti-hentinya bicara. Mereka ternyata ingin berangkat malam itu juga,


"Sebaiknya kita berangkat pagi saja. Malam ini kita istirahat yang cukup" Kata Milka, dia terlalu malas jika harus berangkat malam.


Natalie dan Cintya saling tatap.


"Baiklah, kita berangkat besok saja." Kata Natalie yang setuju.


Malam itu Milka mempersiapkan pakaian ganti yang akan dia bawa, untuknya dan juga untuk Darent.


Milka membawa barang-barang yang dia perlukan nanti, hanya untuk berjaga-jaga, karena dia tidak tahu apakah urusan mereka akan cepat selesai atau tidak.


Milka keluar ke dapur untuk minum, dia melirik kamar Niko yang seharian itu tak pernah terbuka, bahkan Niko saja tidak pernah kelihatan seharian.


"Apa dia keluar rumah?" Tanya Milka, tapi sadar, untuk apa dia memikirkan Niko, Milka kembali melanjutkan langkahnya ke dapur.


Pagi harinya, semua sudah bersiap di ruang tengah, bersiap akan berangkat.


Milka melihat wajah Natalie, wajahnya sudah tidak se-pucat kemarin, sepertinya dia sudah tidur semalam, mungkin karena ada Cintya yang menemani di kamarnya.


Setelah keluar, mereka berempat kemudian naik keatas mobil Natalie, mobil Natalie adalah mobil Hilux 4 pintu.


Tok! Tok! Tok!


Milka menurunkan kaca mobil.


"Ada apa?" Tanya Milka pada Niko yang mengetuk pintu mobil tadi.


"Kalian mau kemana?" Tanya Niko.


"Ke suatu tempat." Jawab Milka.


"Aku ikut." Niko langsung membuka pintu mobil lalu masuk dan duduk.


"Kau ingin ikut? Bagaimana mungkin kau ikut tapi tidak membawa apa pun? Kau bahkan tidak tau kami akan kemana." Kata Milka.


"Aku tidak perlu membawa apa pun, dan aku tidak perlu tau kalian mau kemana. Ayo jalan" kata Niko yang tak perduli, ia melipat tangan di dada lalu dengan santai memejamkan matanya.


Darent yang duduk di sebelah sana menatap Niko yang duduk di tengah-tengah.


"Maaf, apa aku boleh pindah duduk." Darent akhirnya bersuara setelah tadi hanya diam.


"Pindah?" Tanya Milka.


Darent mengangguk.

__ADS_1


"Aku ingin duduk di situ." Kata Darent menunjuk tempat Milka duduk.


Milka mengira jika Darent pasti tidak nyaman karena duduk di sebelah Niko.


Dan, akhirnya kini Milka yang duduk di tengah, tepat di sebelah Niko, sedang Darent di sebelah Milka.


Natalie memutar musik lembut yang menenangkan, semua yang ada di mobil merasa sangat nyaman, sementara Niko, sepertinya dia tertidur.


Milka berpikir, bagaimana bisa Niko tiba-tiba muncul saat mereka akan berangkat? Padahal seharian kemarin dia tidak pernah kelihatan. Bahkan, tanda-tanda dia di rumah saja tidak ada.


Setelah 3 setengah jam perjalanan Milka tanpa sadar tertidur, kepala Milka jatuh ke pundak Niko, Niko yang sadar, memperbaiki posisi Milka agar dia tidur dengan nyaman.


Sementara Darent, dia hanya diam, sambil memandang keluar, itu pertama-kalinya dia naik mobil.


Milka bangun ketika mobil tiba-tiba berhenti, Milka membuka matanya dan sadar jika kepalanya ada di pundak Niko.


"Maaf." Ucap Milka tak enak hati, kenapa dia bisa tidur di pundak Niko, padahal dia dan Niko tidak akrab.


"Tidak masalah." Sahut Niko dengan mata yang masih terpejam sama seperti tadi saat berangkat.


"Ada apa?" Tanya Milka pada Natalie.


"Sepertinya bannya kempis." Kata Natalie.


Semua turun untuk melihat, kecuali Niko, dia sama sekali tak bergerak. Bahkan dia masih melipat tangan di dadanya dan memejamkan mata.


"Niko, bisa kau turun dan bantu kami." Kata Milka pada Niko.


"Aku tidak mau, kalian saja yang kerjakan." Sahut Niko membuat kesal Milka.


"Hanya kau laki-laki di sini, tenaga mu lebih besar, seharusnya kau yang melakukan ini." Kata Milka.


"Yang Muli-eh, biar aku saja yang mengerjakannya." Hampir saja Darent memanggil Milka dengan sebutan Yang Mulia.


Milka menutup pintu mobil dengan keras, marah pada sikap Niko yang tak perduli.


"Seharusnya tadi dia lebih baik tidak ikut kita." Kata Milka geram.


"Tidak apa-apa, dia ikut juga bagus. Setidaknya kita tidak bosan karena ada wajah tampan yang di lihat." Ucap Cintya.


Setelah mengganti ban, mereka berhenti untuk makan, tapi, Niko tak ikut turun, katanya dia sedang tak ingin makan.


Sedang, Darent ikut turun, tapi dia juga hanya duduk dan tak makan apa-apa.


"Kau benar tidak akan makan?" Tanya Natalie pada Darent.

__ADS_1


"Dia sedang diet." Milka yang menyahut.


Natalie dan Cintya pun percaya hingga tak bertanya lagi.


Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan, tanpa terasa hari sudah akan gelap.


Milka tidak menyangka jika ternyata dulu Natalie tinggal di tempat yang sangat jauh dari kota yang sekarang.


Perjalanan yang memakan waktu seharian itu membuat Milka dan yang lainnya merasa lelah.


Apalagi Natalie dan Cintya, karena mereka berdua harus gantian untuk menyetir mobil.


Tak lama kemudian, Cintya menghentikan mobilnya di sebuah rumah.


"Kita sudah sampai?" Tanya Milka.


"Kita sampai di rumah tanteku, sebaiknya kita istirahat di sini dulu." Kata Cintya.


Jam sudah menunjuk angka 8 saat kami tiba di rumah itu.


Cintya mengetuk pintu.


"Tante." Ucap Cintya ketika melihat seorang wanita membuka pintu.


"Cintya." Tante Cintya tampak kaget melihat Cintya.


"Maaf menganggu Tante malam-malam, tapi kami harus menginap di sini." Beritahu Cintya pada Tantenya.


"Kenapa kau tidak mengabari jika ingin datang? Masuklah, kita bicara di dalam." Kata Tante Cintya mengajak mereka semua masuk.


Tante Cintya terlihat sangat ramah dan murah senyum. Bahkan dia menjamu mereka malam itu.


"Maaf menganggu Tante malam-malam begini, tadinya kami pikir akan sampai sebelum malam, tapi karena ban mobil kempes, jadi perjalanan kami agar terhambat." Ujar Cintya.


Setelah makan malam, suami dari Tante Cintya pulang, dan menyapa mereka.


Dan, sangat jelas terlihat jika Niko tak suka berada di rumah itu.


Suami Tante Cintya yang bernama Hasan lalu menyuruh kami istirahat,


Tantenya Cintya yang bernama Sarah memberikan mereka selimut untuk di pakai malam ini.


Rumah dua tingkat itu luas dan besar, kamar tidur di lantai bawah ada 2, sedang di lantai atas ada 2 kamar, Kamar mandinya juga ada dua.


Sarah, Tantenya Cintya bisa di katakan cukup cantik, baju yang dipakainya juga lebih kurang sama dengan baju yang dipakai juga terlihat bermerek, kulitnya sangat putih, tetapi yang terpenting adalah bentuk tubuhnya masih sangat indah.

__ADS_1


Milka tidur bersama Darent, sedang Natalie tidur di kamar lain bersama dengan Cintya. Niko, karena dia satu-satu laki-laki yang ikut, dia di kamar bawah sendiri.


Milka sudah merasa sangat mengantuk, setelah mengucapkan selamat malam pada Darent dia pun tidur dengan lelap.


__ADS_2