
Milka melihat Raja sambil melongo, lalu dia berkata: "Kenapa melihat kau melihatku seperti itu?"
"Bukankah kau sendiri yang bilang, hanya dalam satu tatapan mata, kau bisa langsung mengerti apa yang dimaksud? Kenapa kau malah tidak mampu mengetahui apa yang sedang kupikirkan?" Kata Milka karena sebelumnya Raja pernah mengatakan. Meskipun sekarang mereka tidak bisa berkomunikasi lewat batin, tapi Raja akan langsung tahu apa yang Milka katakan hanya dengan tatapan saja.
"Bukan itu maksudku." Kata Raja menghela nafas, sepertinya Milka salah artikan maksud perkataanya.
Milka menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya, mungkin memang dia yang salah.
"Kenapa hantu itu mengincarku?" Tanya Milka tentang roh yang menyentuh perutnya.
"Dia menginginkan benda dalam perutmu. Dia mengincar anak kita." Sahut Raja membuat mata Milka terbelalak.
"Kenapa? Kenapa roh itu mengincar anak yang ada di perutku ini?" Tanya Milka ingin tahu.
"Karena, jika dia bisa mengambilnya, maka tamatlah, sudah Underworld, karena dia adalah pewaris ku." Ucap Raja dengan wajah yang sangat serius.
Milka menjadi tak tenang dengan kenyataan itu. Karena kenyataan itu sangat menakutkan dirinya.
Luka perut Milka seharusnya tak begitu dalam, kalau tidak, pasti harus ke rumah sakit untuk menjahitnya, tidak akan cuMilkap dengan penanganan sendiri, tapi sekarang, anaknya saja belum lahir, perutMilka malah bakalan memiliki bekas garisan......
Raja melihat Milka sekilas, tatapan matanya sangatlah aneh.
"Istirahatlah baik-baik. Aku akan menjagamu."
"Bantu Milka ajukan izin ke sekolah, tidak peduli cara apapun yang kau gunakan, asalkan bukan dengan memberikan mimpi pada wali kelasku, aku tidak bisa ke sekolah dengan keadaan yang seperti ini. Selain itu, aku merasa sangat tidak tenang." Ujar Milka meminta agar Raja datang ke kampusnya untuk mengambilkan dirinya cuti beberapa hari.
"Apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Raja.
"Tidak, aku hanya ingin tidur." Kata Milka.
"Tidurlah, aku akan ada di sini menjagamu, aku tidak akan membiarkan siapa pun lagi melukaimu." Ucap Raja penuh sayang.
Kalimat Raja membuat Milka sangat terharu. Raja memang sangat menyayangi dirinya.
Dulu Milka berpikir Raja adalah roh mata keranjang yang memiliki banyak istri, ternyata semua itu salah, Raja adalah pria yang hanya menyayangi satu wanita, dan wanita itu adalah istrinya. Milka.
Milka bangun dan melihat Raja masih ada di sampingnya. Milka mengambil ponsel dari dalam tas dan memainkannya, ada sebuah pesan masuk dari Mark, katanya uang telah ditransfer. Dan jika butuh bantuan lagi dia akan kembali menghubungi Milka lagi.
"Mark sudah transfer uangnya, apa kau ingin separuhnya?" Tanya Milka pada Raja.
"Aku? Tidak,. Kau pakai saja semuanya." Kata Raja.
__ADS_1
Lagipula, untuk apa dia membutuhkan uang itu. Bahkan dia sudah sangat kaya, mengalahkan kekayaan Mark, dia juga membantu Mark, itu karena permintaan istrinya, bukan karena dia menginginkan uang itu.
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dari luar, Milka dan Raja saling tatap, siapa yang mengetuk pintu kamarnya? Apakah Natalie?.
"Milka, kau punya tamu." Teriak Natalie dari luar kamar.
"Tamu? Siapa?" Tanya Milka teriak.
"Namanya Dennis." Sahut Natalie menyebutkan nama Dennis.
Milka sejenak tertegun, Dennis? Dia memandang Raja. Apakah mungkin ,Dennis yang di katakan Natalie adalah Dennis yang mereka berdua kenal?
Dengan cepat Milka bangun dan berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu kamarnya.
"Dennis...!" Teriak Milka girang, benar Dennis yang ada di depannya itu, adalah Dennis yang dia kenal, teman sekolahnya, yang juga adalah seorang pemburu roh.
Wajah Dennis terlihat kebingungan setelah melihat Niko keluar dari kamar dan berdiri di samping Milka. Mungkin Dennis betanya-tanya, siapa pria itu, atau bisa jadi Dennis mengira jika Milka telah selingkuh dari Raja.
"Dia adalah Yang Mulia Raja." Bisik Milka di telinga Dennis, Milka tak ingin Dennis salah paham mengira dia perempuan yang tak betul.
"Yang Mulia? Benarkah?" Tanya Dennis melihat wajah Niko.
Ternyata Dennis mengunjungi Milka karena tahu Milka berada di kota itu, jadi dia menyempatkan diri untuk berkunjung.
Milka pun menceritakan beberapa hal pada Dennis, kejadian yang dia alami semenjak dia kembali ke dunia manusia. Yang ternyata semuanya sangat rumit.
Dia terus saja bertemu dengan roh-roh jahat, bahkan ada juga yang mengincar nyawanya.
"Bagaimana degan putri Electra? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Milka.
"Ya, dia baik, dia juga ingin datang bersamaku, tapi mendadak dia harus melakukan pemotretan yang tidak bisa dia batalkan, jadi dia tidak jadi ikut bersamaku." Sahut Dennis.
"Lalu bagaimana dengan hubungan kalian?" Tanya Milka.
"Seperti biasa, dia masih tidak ingin ke jenjang pernikahan. Mungkin sebelumnya dia trauma pada pernikahan gaibnya dengan Raja." Sahut Dennis melirik Raja.
"Tapi, aku tidak akan patah semangat, aku akan terus mencoba dan melamarnya sampai dia menerimaku." Kata Dennis penuh tekad.
"Itu bagus. Aku mendukungmu." Ucap Milka.
Sementara Raja, dia hanya diam tak ikut masuk di dalam pembicaraan Milka dan Dennis
__ADS_1
Setelah berbicara cukup lama, Dennis pamit, karena dia harus ketempat Putri Electra melakukan pemotretan, pastinya, karena dia adalah manager Putri Electra.
"Sampaikan salam ku padanya." Kata Milka.
"Akan aku sampaikan." Kata Dennis lalu pergi. Milka tak menyangka jika dia akan bertemu dengan Dennis. Terkahir mereka bertemu adalah dua tahun lalu saat Dennis mengunjungi Underworld.
Setelah Dennis pergi, Natalie menghampiri Milka dan Niko yang masih duduk di sofa.
"Pria tadi itu siapa." Tanya Natalie pada Milka.
"Dennis, teman sekolahku di SMA dulu." Sahut Milka.
"Dia tampan." Kata Natalie memuji Dennis.
"Ya." Milka mengangguk setuju.
"Bisa aku minta nomornya untuk kenalan." Kata Natalie meminta nomor ponsel Dennis.
"Dia sudah memiliki pacar." Kata Milka memberitahu Natalie.
"Mungkin saja dia butuh lebih dari satu, aku siap untuk itu." Ucap Natalie.
"Jangan gila." Kata Milka.
"Kau ini. Aku juga ingin memiliki seorang pacar, agar aku bisa seperti kau dan Niko." Kata Natalie dengan bibir manyunnya.
"Nanti aku kenalkan dengan yang lainnya." Kata Milka.
"Benar ya, aku menunggumu memperkenalkanku dengan pria tampan lainnya." Ujar Natalie.
Dia ingin agar Milka yang mengenalkan pria padanya, karena, Natalie lihat, semua pria yang mengenal Milka adalah pria-pria tampan.
Sepertinya Milka sangat beruntung dengan pria.
Bahkan Niko yang tampan, yang awalnya menjadi incarannya saja sudah menjadi pacar Milka.
Dan, untungnya, Milka adalah wanita baik-baik, jika seperti Faby, mungkin dia tidak akan terima dan tidak ikhlas jika Niko berpacaran dengan perempuan yang seperti itu.
"Iya. Aku akan mengenalkan mu pada temanku." Sahut Milka.
"Tapi kuharap dia baik dan tampan." Kata Natalie ceria.
__ADS_1