
Milka terus menggali gundukan tanah itu tanpa henti meskipun jari-jarinya sudah terasa panas. Namun ia tak peduli, tekadnya untuk menyelamatkan nyawa seorang malaikat kecil yang tak berdosa sangat besar.
"Mohon bertahanlah." Tangis Milka memohon.
Begitu pun dengan hantu wanita itu, dia berharap bayinya selamat. Dia mengharapkan keajaiban sekali lagi datang padanya. Dia tak ingin anaknya senasib dengan dirinya. Tak lama kemudian orang-orang berdatangan menghampiri Milka.
"Minggirlah, biar kami yang gali." Kata seorang laki-laki parubaya yang membawa cangkul. Lalu laki-laki parubaya itu dan beberapa orang lainnya mulai menggali.
"Milka..." Glydis dan Tante Ana datang menghampiri Milka yang sudah terduduk lemas, berharap bayi itu akan segera keluar dengan selamat dari dalam tanah
Tante Ana langsung memeluk tubuh Milka yang kotor akibat tanah yang ia gali. Seluru tubuh Milka bergetar.
"Kami melihatnya." Teriak seorang laki-laki muda. Milka dengan cepat berdiri bersama Tante Ana mendekati tempat galian tersebut.
Dan, terlihatlah sosok wanita tengah memeluk bayinya yang menangis, wanita itu adalah hantu yang masih berdiri, ia tersenyum senang melihat bayi mungilnya selamat.
Lalu laki-laki parubaya itu masuk kedalam dan mengambil bayi itu, lalu menyerahkannya kepada Tante Ana.
"Bayi yang manis, kamu selamat." Ucap Tante Ana mendekap bayi itu dan membalut tubuh telanjang bayi itu dengan kain penutup kepalanya.
"Bagaimana dengan mayat ini?" Tanya laki-laki muda tadi.
"Bawa dia, kita harus menguburnya dengan layak." Ucap Tante Ana.
Para laki-laki pun membawa mayat wanita itu. Sedangkan bayi mungil itu di dalam gendongan Tante Ana.
Di bawahlah mayat itu ke rumah kepala desa. Karena mayat itu adalah istri dari salah satu penduduk yang hilang sebulan yang lalu.
Milka, Glydis dan Tante Ana kini berada di rumah kepala desa. Sementara bayi tadi di titipkan untuk di susui.
"Kami ingin bertemu dengan kepala desa." Ucap laki-laki parubaya tadi.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Kepala desa yang sudah berusia sekitar enam puluh tahun itu pun keluar.
"Kami membawa mayat seorang wanita." Ucap laki-laki parubaya tadi.
"Sepertinya dia adalah wanita yang hilang sebulan yang lalu." Jelas laki-laki parubaya itu pada kepala desa.
Kepala desa pun mendekat untuk melihat mayat wanita itu. Dan mengkonfirmasi bahwa benar mayat itu adalah warga yang hilang sebulan yang lalu.
Milka melihat hantu wanita itu masih mengikuti mereka sampai ke rumah kepala desa.
Namun saat melihat seorang laki-laki yang berusia sekitar tiga puluhan keluar, wajah hantu wanita itu berubah marah.
Ia melihat laki-laki itu dengan penuh kebencian, hantu itu melihat ke arah Milka, lalu menunjuk ke arah laki-laki itu.
"Dia yang membunuhku!!!" Ucapnya dengan marah penuh kebencian.
"Dia yang membunuhnya." Milka menunjuk ke arah laki-laki itu. Semua mata melihat ke arah Milka.
Wajah laki-laki itu terlihat begitu terkejut, namun sedetik kemudian dia mengubah ekspresi wajahnya seperti tak bersalah.
"Apa yang kau katakan? Apa kau menuduhku?" Ucapnya seperti terfitnah.
"Aku tidak menuduh. Dia yang mengatakannya, bahwa kau yang membunuhnya." Ucap Milka. Mengatakan jika wanita yang telah menjadi mayat itu yang memberitahukan padanya.
"Pak, gadis ini pasti sudah gila! Mana bisa mayat bicara." Ucapnya pada kepala desa yang ternyata adalah ayahnya. Dia mengelak dan mengatakan jika Milka pasti sudah gila.
"Saya tidak gila!," Ucap Milka marah.
"Kalau tidak gila, apa mungkin mayat bisa bicara." Katanya menyudutkan Milka, kini semua orang yang berada di sana menatap Milka. Mengira mungkin saja Milka memang gila.
"Aku..." Milka tak bisa menjelaskan semuanya, bahwa dia melihat hantu wanita itu. Dan, hantu itulah yang memberitahunya.
__ADS_1
"Roh wanita itu yang mengatakan padanya." Tante Ana yang menjawab. Pandangan orang-orang beralih ke arah Tante Ana.
"Rohnya ada di sini." Kata Tante Ana lagi membuat semua orang terkejut.
Mata kepala desa meredup mendengar apa yang di katakan Tante Ana, lalu dia menundukkan kepalanya.
"Pertanggungjawabkan perbuatanmu." Ucapnya kemudian.
"Pak!! Apa bapak gila!" Teriak laki-laki itu.
"Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejimu!!!" Balas kepala desa berteriak kepada anaknya.
Anak kepala desa yang telah membunuh wanita itu terduduk lemas, ia tak percaya bahwa perbuatan jahatnya akan ketahuan.
Dan, setelah di tangkap oleh pihak berwajib, terbongkarlah semuanya. Anak kepala desa awalnya tak berniat untuk membunuh wanita itu.
Dia mendatangi wanita itu di rumahnya kala suami wanita itu sedang pergi untuk bekerja.
Dia mencoba untuk memperkosa wanita itu, dan wanita itu melawan. Hingga anak kelapa desa mencekik wanita itu hingga tewas, tak lama kemudian suami wanita itu kembali dan melihat istrinya telah mati.
Lalu anak kepala desa yang bersembunyi diam-dia berjalan ke arah suami wanita itu dan menikamnya hingga tewas.
Begitulah kronologi pembunuhan tersebut. Setelah membunuh pasangan suami istri itu. Diam-diam anak kepala desa memanggil rekannya untuk membantunya membawa mayat pasangan suami istri itu lalu menguburnya.
Tak di sangkah keajaiban terjadi, mayat wanita itu yang sedang hamil besar melahirkan, dan anaknya selamat. Sehingga saat Milka sedang berjalan-jalan. Hantu wanita itu melihat Milka dan merasakan aura yang tak biasa dari Milka. Dia pun meminta bantuan Milka, yang ternyata bersedia untuk membantunya.
Pada pagi harinya mayat dari suaminya pun di temui tak jauh dari tempatnya di kuburkan. Dan, setelahnya mayat keduanya pun di kuburkan dengan selayaknya.
"Terima kasih." Ucap hantu wanita itu pada Milka saat akan berpisah. Milka membalasnya dengan senyum.
Hantu wanita itu pun pergi dengan tenang, tak perlu memikirkan apa pun. Karena bayinya di jaga oleh seseorang yang baik. Iaitu Tante Ana.
__ADS_1