
Pertarungan antara Niko dan pria itu terjadi, Milka, dia tidak berani berteriak, pasti akan mengganggu dan membuat orang-orang yang ada di dalam rumah itu menjadi kaget jika melihat pertarungan Niko dan pria itu di tengah malam bukan? Makanya Milka hanya bisa berdiam diri dan panik sendiri.
Mungkin karena bodyguard Mark telah mendengar keributan, makanya berjalan ke arah Milka, saat dia melihat Milka, Milka merasa canggung, tapi bodyguard itu sangat menghormati Milka dan juga sopan pada Milka.
Mungkin karena dia tahu jika tadi yang datang bersama Niko, paranormal yang di mintai bantuan oleh atasannya.
"Nona Milka, kenapa Anda berada di sini?". Tanya dengan sopan pada Milka.
"Aku ingin mencari angin, di dalam.aku merasa tidak segar karena AC yang begitu kuat." Sahut Milka bohong.
"Nona Milka, apakah anda dengar suara aneh, seperti orang yang sedang bekelahi?" Tanyanya.
Mendadak muncul sebuah ide dalam kepanikan, Milka berkata pada bodyguard itu dengan wajah yang sangat serius.
"Cepat pergi dari sini, jangan berkeliaran di sekitar sini, ini sangat berbahaya, tidak peduli suara aneh apapun yang kau dengar, jangan pernah keluar, sampaikan pada orang lainnya, cepat pergi!" Kata Milka.Tepat pada saat itu pulah, muncul cahaya merah dari atas atap, sepertinya nasib sedang berpihak pada Milka untuk membohongi dan menakuti bodyguard, Milka juga bisa dengan jelas melihat ekspresi wajah bodyguard yang terlihat begitu panik.
Aku menghela napas lega, kalau tidak mengelabuinya seperti ini, memangnya bisa berhasil?
"Baik nona, saya pergi dulu." Kata bodyguard itu takut.
Milka melihat Niko dan pria itu terus melompat ke sana kemari, bahkan kolam renang pun tak mereka lewatkan, lama kelamaan Milka mulai mengantuk, lalu kembali ke kamar untuk tidur, Milka rasa orang lain pun takkan berani keluar meskipun telah mendengar suara aneh, dan mereka berdua pun tahu batasan, pertarungan adalah pertarungan, tapi tidak akan sampai merusak rumah orang lain.
Milka tak tahu ada apa sebenarnya Raja dengan pria itu.
Milka tidur begitu lelap, dalam mimpi, terasa ada sepasang tangan yang dingin sedang mengelus perutknya, Milka ingin bangun, tapi matanya tak bisa dia buka, dan terasa begitu berat. Sepasang tangan itu bergerak di perutnya,.
Perut Milka mulai merasa sakit, seakan-akan ada suatu benda sedang membuat kulit perutnya robek, baru Milka mulai terbangun akibat rasa sakit, yang terlihat olehnya memang ada sosok paras manusia di dalam kegelapan, berdiri di samping ranjang sambil menundukkan kepala menatap perutnya dengan sangat serius.
__ADS_1
"Kau- kau siapa?" Tanya Milka dengan tubuh yang gemetaran.
Saat suara Milka baru terlontarkan, Rajai dan pria itu masuk ke dalam kamar tempat Milka lewatdari jendela, bayangan gelap itu seketika langsung menghilang, pria itu pergi mengejarnya.
"Permaisuri, kau tidak apa-apa?" Tanya Raja khawatir.
"Tadi, di dalam tidur, aku bisa merasakan dengan jelas ada yang menyentuh perutku. Aku juga merasa sangat takut." Ucap Milka memberitahu Raja.
"Jangan takut, aku di selalu melindungi mu." Kata Raja mengecup dahi Milka penuh rasa sayang.
Milka memeluk Raja, pikirannya sedang memikirkan tentang siapa tadi yang memegang perutnya saat dia sedang terlelap.
Raja sedang tidur bersama Milka, sementara pria tadi yang berkelahi dengan Raja, entah sekarang keberadaannya di mana. Dia tak kembali lagi, setelah mengejar bayangan hitam yang menyentuh perut Milka.
Sebenarnya perut Milka sedikit terluka, ada goresan di perutnya yang entah apa yang pelaku gunakan melukai perutnya.
Raja menemukan kotak obat yang dia cari sedari tadi dan mengobati luka Milka, Milka sendiri merasa sedikit kesakitan di tempat goresan itu.
Milka takut jika perutya malah akan dibelah oleh manusia ataupun hantu saat dia memejamkan mata.
Saat subuh, Milka sudah kembali tertidur tapi di temani oleh Raja. Milka terbangun saat pria yang tadi sudah kembali, dia menatap Raja.
"Dia berhasil meloloskan diri, dan aku tidak bisa menemukannya." Katanya pria itu pada Raja.
Ini adalah kali pertama Milka melihat pria itu, Milka tak pernah melihat pria itu sebelumnya mendatangi Raja di Underworld, atau pun melihat pria itu di Underworld. Dalam hati Milka bertanya-tanya siapa sebenarnya pria itu, dan apa hubungannya dengan Raja. Atau, apakah dia adalah salah satu kesatria Underworld yang sedang di tugaskan di dunia manusia.
"Kita sama-sama tidak menyadari saat dia muncul, kalau bukan karena mencium aroma aneh itu dan segera datang, Mungkin hal buruk sudah terjadi saat kita benar-benar sadar. Ini semua salahmu, harusnya dulu kau menyingkirkan dia!" Ujar pria itu menyalahkan Raja.
__ADS_1
Milka menebak, pasti Raja dan pria itu sangat akrab, karena dia sangat berani berkata, bisa di bilang tak sopan pada Raja, tapi Raja hanya diam dan tak terlihat marah ataupun keberatan dengan perkataan pria itu.
"Aku rasa semua ini terjadi karena mu, karena kau, istriku hampir saja mati!" Kata Raja.
"Apa? Karena ku? Hei, memangnya ku apakan istrimu itu?" Pria itu tak terima dengan tuduhan yang di dapatnya dari Raja.
Milka mendengar semuanya, dan dia rasa Raja harus menjelaskan sesuatu padanya.
"Kau hampir membunuhnya! Bagaimana bisa kau yang tahu dirimu sedang di serang energi negatif, kau masih saja menyentuh istriku." Kata Raja.
"Aku tidak tau jika dia istrimu, lagipula, mana bisa tau wajah istrimu seperti apa, aku kan tidak pernah melihatnya sebelum ini." Kata Raja geram.
Dia seharusnya tidak lagi di pertemukan dengan Maekhal.
Maekhal, pria itu adalah sahabat Raja, tali karena satu kesalahan dan kesilapan di masa-lalu dia harus menjalani hidupnya sebagai manusia selama tiga ratus tahun, sebelum dia kembali ke Underworld.
"Aku pergi dulu, kau temani saja istrimu, biar aku yang mencari tahu tentang orang itu. Siapa dia, dan apa yang dia inginkan." Kata Maekhal lalu meloncat keluar dari jendela kamar.
Pagi harinya, Milka dan Niko alias Raja sedang bersama Mark dan anggota keluarga Mark untuk mengantarkan Kakek Mark ke peristirahatan terakhirnya.
"Nanti aku akan menghubungi kalian lagi." Kata Mark pada Niko dan Milka.
"Baik." Sahut Milka.
Milka dan Niko pun kembali ke rumah kontrakan Natalie, tapi karena merasa takut tidur sendiri, Milka meminta untuk Niko menemaninya tidur.
"Asal kalian tidak buat suara yang meresahkan saja seperti Faby dan pacarnya." Kata Natalie ketika melihat Milka dan Niko masuk bersama ke kamar.
__ADS_1
"Di jamin, kau tidak akan mendengarnya." Sahut Milka dengan senyum menjawab ucapan Faby.
"Iya." Kata Natelie balas tersenyum, karena dia hanya bercanda dengan Milka.