Suami Hantu

Suami Hantu
Perlakuan Sari dan Melody


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan kamarnya Milka menuju dapur, untuk makan , karena perutnya sudah terasa begitu lapar, tadi karena saking semangatnya untuk pulang ke rumah ayahnya dia tak sempat untuk sarapan di kediamannya.


Milka pun membuka penutup nasi, namun tak ada apa-apa. Lalu dia mencari sesuatu yang busa ia masak, namun sekali lagi tak ada apa-apa yang bisa ia masak.


“Cari apa kamu?” Tanya Sari yang melihat Milka di dapur.


“Cari makanan tante.” Sahut Milka.


“Enggak ada makanan! Papamu belum pulang,” Ucap Sari.


Loh, kok tunggu papa pulang?” Tanya Milka dengan dahi mengerut. Kenapa harus tunggu ayahnya pulang?.


“Iyalah, kan papamu yang bawa makanan. Kalo enggak ya, kamu enggak usah makan hari ini.”


“Terus tante sama Melody?”


“Kita berdua makan di luar. Ini lagi mau keluar, kamu selamat kelaparan ya.” Kata Sari lalu pergi meninggalkan Milka.


Dalam hati Milka bertanya-tanya apakah selama dia tak ada Sari tak pernah masak di rumah. Dan, hanya makan di luar? Karena selama ini hanya Milka yang masak, sementara Sari dan Melody hanya terima beres, tinggal makan saja.


Kalau memang Sari tak pernah masak? Berarti ayahnya? Milka merasa kasihan pada ayahnya. Entahlah, kenapa ayahnya masih terus mempertahankan Sari, dan, masih mencintai wanita kejam itu.


Perut Milka terus bernyanyi meminta di isi, dia benar-benar lapar. Mungkin karena di Underworld dia sudah terbiasa setiap hari tak pernah tanpa sarapan, bahkan selalu disiapkan tepat waktu, dia hanya tinggal makan saja.


Saat-saat seperti ini Milka rindu pada Clona, Grasil dan para pelayannya. Dan, tentu saja Nyonya West yang selalu menyuruh pelayan tak pernah telat menyiapkan segalah kebutuhannya.


Milka tak punya uang untuk beli makanan, tapi tunggu dulu. Milka tiba-tiba ingat bahwa dia membawa Mutiara berharganya. Milka pun berlari kecil menuju kamarnya. Mencari Mutiara di dalam dompet koin miliknya.


“Kau penyelamatku..” Seru Milka mencium-cium Mutiara itu tanpa henti karena merasa begitu bahagia. Dia akan keluar untuk menjual Mutiara itu.


Milka sampai di sebuah toko perhiasan yang besar dan cukup terkenal di kotanya, dia berjalan masuk dengan penuh percaya diri, dia pun mengeluarkan satu Mutiara yang berwarna hitam dan menawarkannya untuk menjual kepada toko perhiasan itu.


“Suratnya ada?” Tanya Karyawan toko perhiasan.


“Emang butuh surat-surat ya mbak?” Tanya Milka, ia tak tau jika menjual Mutiara harus di sertakan surat-suratnya.

__ADS_1


“Saya tidak punya mbak.” Sahut Milka. Karena tak memiliki surat pernyataan bahwa mutiara itu benar miliknya toko perhiasan tak ingin membelinya. Milka keluar toko perhiasan dengan kecewa, dia bahkan belum membayar taksi yang ia naiki tadi.


Milka terpaksa kembali menaiki taksi itu untuk mencari toko perhiasan kecil. Semoga saja Mutiara itu laku.


Sesampainya di sebuah toko perhiasan yang kecil dan berada di pinggir jalan, Milka pun langsung menawarkan Mutiara itu kepada pemilik toko. Dan, dia berhasil menjualnya , namun dengan murah. Mending terjual daripada tidak sama sekali. Pikirnya. Lain kali dia akan meminta Raja untuk membuatkan surat untuk Mutiara-mutiara itu, agar terjual sesuai harganya.


Sebelum pulang Milka meminta sopir taksi untuk mengantarnya ke pasar, dia akan membeli sayur dan juga daging untuk dia masak di rumah. Ia akan memasak makanan enak untuk ayahnya.


Sopir taksi mengantar Milka tepat di depan rumahnya, setelah membayar taksi Milka pun langsung masuk dan membawa barang belanjaannya ke dapur. Milka memasak dengan begitu senang. Dia tak sabar menunggu ayahnya pulang dan makan bersama.


Suara mobil terdengar menandakan ayahnya telah pulang, Milka berlari keluar untuk menyambut ayahnya dengan gembira.


“Pa, Milka udah masak. Makan sama-sama yuk.” Kata Milka sambil menggandeng tangan ayahnya berjalan masuk.


“Kamu masak?” Tanya Harman, Milka pun mengangguk dengan senyum.


“Aku masak makanan kesukaan papa.”


Kini Milka dan Harman berada di meja makan untuk makan bersama, Harman terlihat begitu menikmati makanan yang di masak oleh Milka. Selesai makan Milka bersama Harman duduk di ruang tengah untuk menonton televisi. Milka rindu saat-saat seperti itu.


“Papa udah pulang.” Sari masuk ke rumah bersama Melody.


“Udah tadi Milka yang masak.” Ucap Harman. Membuat Sari dan Melody menjadi heran. Apa yang Milka masak? Karena tak ada apa-apa yang bisa di masak di rumah itu.


“Kamu masak apa Mil?” Tanya Sari.


“Makanan kesukaan papa,” Sahut Milka. Lalu Sari masuk ke dapur untuk melihat apa yang Milka masak.


Saat melihat begitu banyak lauk, Sari jadi bingung dan bertanya-tanya di mana Milka mendapat semua itu. Jika pun Milka membelinya, dari mana uangnya. Lalu Sari kembali ke ruang tengah untuk bertanya langsung pada Milka.


“Kamu dapat uang dari mana buat beli semua itu?” Tanya Sari menyidik.


“Uang Milka sendiri.” Jawab Milka.


“Kamu dapat uang dari mana? Kamu kan selama ini tidak punya uang.” Sari terus bertanya.

__ADS_1


Milka diam tak tau harus bilang apa, tak mungkin dia mengatakan bahwa dia menjual Mutiara untuk mendapatkan uang.


“Pasti pacarnya yang kasi mah, dia kan punya pacar.” Melody yang menyahut.


“Apa pacar?” Ulang Sari.


“Iya mah, dia juga sering kok ke sekolah, dia pasti kabur waktu ritual pernikahan sama hantu itu. Mungkin pacarnya yang bantu dan tampung dia selama ini. Kita bakalan dapat sial mah, akibat ulahnya Milka yang kabur dari ritual.” Melody tampak semakin menyudutkan Milka.


“Kamu benar kabur Milka?” Kini Harman yang bertanya.


“Aku enggak kabur dari ritual itu.” Ucap Milka.


“Bohong pah, kalo enggak kabur kenapa dia bisa ke sekolah tiap hari? dan kenapa bisa kembali. Kata nenek kan kalo seseorang menikahi hantu dia enggak akan pernah kembali lagi ke dunia manusia. Buktinya banyak kok, para gadis di desa Under, yang di nikahkan dengan hantu enggak pernah kembali lagi. Kok Milka bebas sih? itu membuktikan dia kabur dari ritual pernikahan itu tanpa kita semua sadar.” Tampaknya Melody memang ingin Milka di marahi oleh Harman.


“Papa pikir kamu anak yang penurut Milka, atau kamu sengaja ingin membuat kami sial! Ternyata papa salah! Kalau papa tau, papa tidak akan makan makanan yang kamu masak! Jika bisa akan saya muntahkan semua makanan itu!” Ucapan Harman benar-benar merusak perasaan Milka.


“Karena kamu ingin mencelakai saya dan keluarga saya, mulai sekarang kamu bukan lagi anak saya!” Dan ucapan Harman kali ini menghunjam hati Milka.


“Kenapa papa terlalu mempercayai dua ular ini? Apa sebegitunya papa hingga papa jadi buta? Dan memusuhi anak papa sendiri. Sampai papa tidak lagi menganggap aku anak?” Milka berurai air mata.


“Demi kedua orang busuk ini, papa bahkan mengorbankan aku! Menikahkan aku dengan hantu hanya demi menyelamatkan dia yang hanya anak tiri!” Milka tak mampu lagi menahan perasaannya.


Plakkkk!!!


“Anak kurang ajar!!” Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Milka.


Dengan perasaan sakit Milka memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan ayahnya.


“Baik, silakan kalo papa membuang aku demi mereka!” Kata Milka lalu berlari masuk ke dalam kamarnya..


Di dalam kamar Milka terduduk lemas. Dia tak menyangka ayahnya membuang dia hanya demi Sari dan Melody, manusia yang mempunyai hati jahat. Milka menangis sejadi-jadinya mengingat tamparan ayahnya tadi. Dan, tiba-tiba waktu terhenti.


Raja yang mengenakan topeng itu datang, mengendong Milka dan membawa Milka kembali ke Underworld.


“Yang Mulia..” Panggil Milka melihat Raja.

__ADS_1


“Ayo kita kembali, di sini bukan tempatmu.” Ucap Raja sambil mengendong Milka. Melihat Milka menangis membuat hati Raja menjadi perih. Dia juga menyaksikan perlakuan Sari, Melody dan juga Harman pada Milka tadi. Dan, dia akan membalas ketiganya karena telah berani melukai hati wanitanya.


Raja membawa Milka ke kediamannya, Raja menemani Milka di dalam kesedihannya. Dan, hal itu di ketahui oleh Permaisuri membuat Permaisuri menjadi cemburu. Karena selama ini Raja tak pernah memperlakukan dia ataupun para selir yang lain seperti mana Raja memperlakukan Milka.


__ADS_2