
Saat Tante Ana sudah menidurkan Arumi, bayi hantu wanita yang diangkat sebagai anak oleh Tante Ana, Milka datang menghampiri Tante Ana.
"Tante Ana.." Panggil Milka.
"Iya ada apa Mil?" Tanya Tante Ana menyelimuti Arumi yang tertidur dengan manisnya.
"Bisa kita mengobrol sebentar, ada yang Milka mau tanya ke Tante." Kata Milka.
"Boleh dong, kamu mau tanya apa?" Tanya Tante Ana.
"Tante bisa liat hantu? Maksud Milka, tante bisa liat roh?" Tanya Milka, karena malam di mana dia tak dapat menjelaskan tentang bagaimana dia bisa tahu tentang siapa yang membunuh mamanya Arumi, Tante Ana lah yang menjawab semuanya, memberitahukan kepada orang-orang yang berkumpul.
"Tante ini paranormal Mi, masa kamu lupa sih." Sahut Tante Ana. Namun Milka tak puas dengan jawaban yang Tante Ana berikan, dia tahu pasti Tante Ana itu lebih dari hanya sekedar seorang peramal.
"Tapi Milka rasa Tante itu bukan hanya seorang peramal." Ucap Milka. Membuat Tante Ana tersenyum.
"Baiklah, kayaknya Tante sudah enggak bisa menutupinya lagi." Kata Tante Ana mulai terlihat serius.
"Tante dulu adalah selir dari Raja Reydal." Pengakuan Tante Ana membuat Milka menjadi terkejut.
"Tante Selir Raja Reydal?" Kaget Milka.
"Iya," Sahut Tante Ana membenarkan.
__ADS_1
"Tapi bagaimana bisa?" Milka masih tak percaya. Karena Raja Reydal adalah Raja berabad-abad lalu. Bagaimana mungkin Tante Ana tak menua sama sekali.
"Kamu enggak percaya karena kamu liat Tante masih muda begini, iyakan?" Kata Tante Ana memasang senyum. Dan, Milka hanya bisa mengangguk, membenarkan bahwa memang dia tak percaya dengan apa yang di dengarnya tentang pengakuan Tante Ana itu.
"Seorang Selir Raja enggak akan bisa menua Milka. Begitu pun kamu." Ucap Tante Ana membuat Milka kembali terkejut.
"Maksud Tante apa?" Milka masih menutupi tentang dirinya yang juga adalah seorang Selir Raja.
"Tante tau kok, kamu juga adalah Selir Raja Underworld kan." Kata Tante Ana. Untungnya Milka masih muda hingga tak terkena serangan jantung akibat Tante Ana yang terus menerus membuatnya terkejut.
"Tapi bagaimana mungkin tan, ini, aku jadi bingung." Milka tak bisa mencerna semuanya.
"Berabad-abad lalu, Tante seperti kamu, keluarga Tante terikat dengan Underworld, dan Tante jadi tumbal yang di serahkan ke Underworld untuk menikahi penghuni di sana. Dan ternyata Raja adalah yang menjadi mempelai pria Tante." Tante Ana mulai menjelaskan semuanya.
Untuk merahasiakannya, Tante Ana selalu pura-pura menikah dan punya anak. Tapi dia selalu menyembunyikan suami dan anaknya pada keluarga, karena mereka memang tak pernah ada. Lalu setelah bertahun-tahun. Tante Ana akan muncul dengan nama yang berbeda, mengatakan jika dia adalah anak dari dirinya sendiri. Selalu seperti itu.
"Dan, kamu Milka, kamu harus kuat menjalani kehidupanmu, sekalipun itu begitu berat." Ucap Tante Ana pada Milka. Milka mengangguk, lalu mendekat untuk memeluk Tante Ana.
Setelah Milka keluar, Tante Ana menatap sebuah lukisan yang ada di kamar itu. Dan, itu adalah lukisan Raja Reydal.
"Aku tak menua, seperti hatiku yang tak pernah melupakanmu Yang Mulia." Ujar Tante Ana pada lukisan Raja Reydal.
Ternyata dulu Tante Ana juga jatuh cinta pada Raja, namun cintanya tak terbalas lantaran Raja mencintai Permaisurinya. Iaitu Ratu Dayana.
__ADS_1
Hingga akhirnya Tante Ana meninggalkan Underworld karena tak sanggup menahan rasa sakit cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
Dan, setelah meninggalkan Underworld, Raja Reydal melepaskan Tante Ana sebagai Selirnya, membiarkan Tante Ana hidup di dunianya. Tapi satu hal yang harus Tante Ana tanggung. Iaitu dia tak akan pernah menua sampai dia kapan pun.
****
"Kalo libur kalian main kesini lagi ya." Ucap Tante Ana saat Milka dan Glydis akan kembali ke kota.
"Iya Tan, kalo libur kita bakalan ke sini lagi kok. Iyakan Arumi." Kata Glydis mengusap lembut pipi Arumi yang mungil.
"Arumi kakak pamit ya." Ucap Milka mencium pipi lembut Arumi.
"Tante kita berdua pamit ya." Milka memeluk Tante Ana.
Lalu mobil yang di tumpangi Milka dan Glydis pun melaju meninggalkan Tante Ana dan Arumi.
"Kamu mau tidur lagi Mil?" Tanya Glydis saat Milka memejamkan matanya.
"Iya, biar sampainya enggak kerasa." Ucap Milka.
Perjalanan Milka ke tempat Tante Ana adalah sebuah hal yang tak akan pernah ia lupakan.
Milka mendapatkan pengaman baru, dan juga mengetahui jika Tante Ana ternyata adalah Selir Raja terdahulu.
__ADS_1
Namun yang menjadi tanda tanya pada Milka, apakah dia juga akan seperti Tante Ana yang tak akan menua? Untuk saat ini Milka tak ingin menambah beban pikirannya, dan dia lebih memilih untuk tidur, melupakan semua yang ada pikirannya untuk sesaat.