Suami Hantu

Suami Hantu
Kasus Yang Belum Terpecahkan


__ADS_3

Sesampainya di Underworld Milka langsung mendatangi Putri Electra di kediamannya untuk meminta bantuannya.


"Aku ingin meminta bantuanmu Putri." Kata Milka dengan tak enak hati, karena saat dia mendatangi Putri Electra hanya untuk meminta bantuan.


Milka pun menceritakan semua kejadian yang terjadi di sekolahnya dan mengatakan ia membutuhkan list nama orang-orang yang membeli parfum itu.


"Apakah kau bisa membantuku?" Tanya Milka.


"Tentu saja Putri Aerish, aku akan membantumu untuk mendapatkan nama orang-orang itu." Kata Putri Electra dengan yakin.


"Namun aku harap kau mau menunggu karna aku harus ke dunia kita untuk mendapatkannya." Ujar Putri Electra meminta Milka untuk sabar dan menunggunya pergi ke dunia manusia.


Setelahnya Milka kembali ke kediamannya karena Putri Electra akan berangkat ke dunia manusia.


Milka sangat bersyukur memiliki teman yang baik seperti Putri Electra karena dia tampak begitu tulus membantu Milka.


"Aku berharap Putri Electra mendapatkannya Putri." Ujar Clona.


"Aku juga berharap demikian Clo, dan semoga setelah itu aku dan Dennis bisa mengungkap siapa pembunuh yang sebenarnya agar tak lagi ada korban yang lain." Ucap Milka penuh harap. Semoga mayat ketiga itu adalah yang terakhir.


"Putri apa kau butuh bantuan kami untuk menangkapnya. Karna itu berbahaya untukmu. Aku tak ingin kau kenapa-apa." Ucap Grasil menawarkan bantuan untuk membantu menangkap si pembunuh.


"Tak perlu Sil, kali ini aku akan menjaga diriku dengan baik. Kau tak perlu khawatir." Tolak Milka tak ingin merepotkan Grasil. Karena setiap dalam bahaya dia selalu saja melibatkan Grasil. Ya, meskipun Grasil adalah dayangnya tapi itu bulan berarti dia harus terus membuat Grasil pasang badan mengorbankan keselamatan dirinya hanya untuk melindunginya.


Milka yakin bisa melindungi diri sendiri dan menyelamatkan dirinya tanpa harus mengorbankan keselamatan yang lain.


"Dunia manusia ternyata sangat rumit ya," Gumam Clona.


"Ya, itulah dunia manusia Clo. Penuh dengan kerumitan dan kesulitan." Ujar Milka.


"Yang Mulia tiba...." Suara penjaga mengumumkan kedatangan Raja.

__ADS_1


"Untuk apa dia datang?" Gumam Milka merasa Raja hanya akan menambah beban pikirannya saja.


"Apa kau tak senang jika aku mengunjungimu?" Tanya Raja yang tau-taunnya sudah melangkah masuk ke ruangan Milka. Clona dan Grasil yang melihat Raja segera memberikan hormatnya lalu tetap menunduk.


"Kau hanya membuatku semakin tak bisa mengungkap kasusnya Yang Mulia. Karena petunjuk yang kau berikan membuatku mencurigai banyak orang." Kata Milka dengan sinis.


"Otakmu saja yang tak mampu." Ucap Raja ketus membuat Milka melotot tak percaya dengan yang di dengarnya.


"Maksudmu otakku ini dangkal? Begitu?" Milka merasa tak terima, itu adalah bentuk merendahkan.


"Kau bisa di pidana jika aku melapor atas pencemaran nama baik." Ujar Milka.


"Benarkah? Jika seperti itu maka lakukan saja." Tantang Raja. Milka berdengus kesal karena itu tak mungkin bisa dia lakukan. Melaporkan Raja, penguasa Underworld kepada polisi. Sama saja dia mengundang agar dirinya di kirim ke rumah sakit jiwa,


Ya, pasti dia akan di kira gila saat mengatakan dia ingin melaporkan Raja Alam Baka atas pencemaran nama baik, karena sang Raja mengatakan bahwa otaknya dangkal, dan dia tak terima atas perkataan itu.


"Lama-lama aku bisa gila karnamu Yang Mulia." Ucap Milka.


"Kenapa? Apa karna ketampananku yang membuatmu akan gila." Kata Raja penuh percaya diri.


"Apa aku ingin melihat wajahku?" Tanya Raja. Mungkin serius dengan pertanyaannya tentang apakah Milka ingin melihat wajahnya.


"Tidak! Aku takut tak sesuai ekspektasi ku." Sahut Milka.


"Tak sesuai ekspektasi? Apa itu?" Tampaknya Raja tak mengerti dengan kata itu.


"Kau tau, itu seperti jika kau memesan sesuatu yang terlihat sangat bagus, misalnya makanan, namun setelah kau memakannya, itu tak seperti yang kau lihat dan kau bayangkan." Jelas Milka panjang agar Raja mengerti dengan apa yang dia katakan.


"Jika seperti itu sebaiknya tidak untuk sekarang, aku takut kau akan tak sadarkan diri saat melihat wajahku." Kata Raja mengurungkan niatnya untuk memperlihatkan Milka wajahnya.


"Kenapa? Apa karna wajahmu itu jelek?" Milka tambah yakin jika Raja memiliki wajah yang tak rupawan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Milka membuat Grasil dan Clona terbatuk-batuk, mereka berdua tak percaya Milka berani mengatakan hal seperti pada Raja. Si penguasa yang terkenal dingin dan kejam itu.


"Ha ha ha, kau salah Putri Aerish, aku hanya takut kau tak sadarkan diri setelah melihat wajahku yang jauh dari ekspektasimu, karna ekspektasimu itu hanya biasa saja." Ucap Raja tak terima dengan perkataan Milka tentang wajahnya.


"Benarkah? Aku ragu itu benar." Kata Milka seperti mengolok-olok.


"Tunggu saja saat itu tiba." Kata Raja dengan arogannya.


"Baiklah aku akan menunggu saat itu tiba." Tantang Milka tak mau kalah.


Setelah perdebatan mulut antara Milka dan Raja, Raja pun pamit untuk pergi kembali ke kediamannya.


"Dasar Raja *****." Ucap Milka saat tak lagi melihat punggung Raja. Sementara Clona dan Grasil hanya bisa saling pandang tak percaya dengan apa yang mereka berdua saksikan.


Bagaimana perdebatan mulut antara Milka dan Raja, lagi itu adalah pertama kalinya Clona dan Grasil melihat Raja yang seperti itu.


Selama ini tak pernah sekalipun mereka melihat Raja berkelakuan seperti tadi. Itu benar-benar hal yang di luar dugaan.


Selama ini hanya Nyonya West yang berani kepada Raja, dan hanya Nyonya West yang terkadang di turuti oleh Raja. Namun kali ini selain Nyonya West, ternyata Milka juga bisa melakukan itu.


"Putri kau luar biasa." Ujar Clona pada Milka.


"Luar biasa apanya?" Tanya Milka tak mengerti dengan apa yang Clona maksudkan.


"Kau luar biasa karna bisa berdebat dengan Raja seperti itu tanpa Raja marah padamu." Terang Grasil yang mengambil alih pembicaraan Clona.


"Apa menurut kalian itu luar biasa? Aku biasa melakukan itu saat bertemu Raja." Beritahu Milka, karena memang itu yang sebenarnya. Bukankah setiap bertemu dengan Raja pembicaraan mereka selalu berkhir dengan adu mulut.


"Benarkah?" Clona dan Grasil semakin di buat terkejut. Memang mereka berdua tak tau, karena setiap menemani Milka ke kediaman Raja mereka berdua hanya di perbolehkan menunggu di luar barsama para penjaga.


"Apa Raja tak pernah memarahimu atau pun murka dengan itu?" Tanya Grasil yang masih penasaran.

__ADS_1


"Tidak. Raja tak pernah benar-benar marah dengan adu argumen antara kami berdua." Jawab Milka, dia tampak kebingungan kenapa kedua dayangnya terlihat begitu terkejut mengetahui hal itu.


"Wah, ini benar-benar luar biasa." Ucap Clona dan Grasil bersamaan. Milka adalah Selir yang istimewa. Pikir Clona dan Grasil takjub pada Milka.


__ADS_2