Suami Hantu

Suami Hantu
Tentang Perasaan


__ADS_3

Milka menghela nafas berat, hari ini semuanya sia-sia. Dia dan Dennis tak mendapatkan petunjuk apa pun tentang si pembunuh itu. Padahal sampai matahari tenggelam dan bulan menunjukkan diri mereka bertiga menunggu siapa tau pembunuh itu beraksi lagi tapi hanya nihil yang mereka dapatkan.


“Putri apakah kau mendapatkan petunjuk soal pembunuhan yang terjadi di sekolahmu itu?” Tanya Clona yang langsung di jawab galengan kepala yang tanpa semangat dari Milka.


“Yang aku, Glydis dan Dennis dapatkan hanya ini.” Tunjuk Milka pada bentol-bentol merah akibat gigitan nyamuk pada wajah dan tangannya. Lalu Clona pun dengan cepat mengambil obat untuk mengoleskannya pada bekas gigitan nyamuk itu.


Setelah menghabiskan semua makan malamnya Milka duduk di kursi meja rias. Memikirkan tentang si pembunuh, dan apa motifnya yang sebenarnya, kenapa orang yang ia bunuh di tempat lain di bawa ke sekolahnya. Apa dia ingin menakuti seseorang yang berada di sekolah itu? Atau Seseorang di sekolah yang jadi pembunuhnya.


Milka mengacak-acak rambutnya karena dia tak juga menemukan jawaban dari semua pertanyaannya itu. Semua hanya semakin membingungkan dirinya.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya Raja dengan kontak batin.


“Aku sedang frustrasi.” Jawab Milka langsung.


“Frustrasi?”


“Ya, di sekolahku terjadi kasus pembunuhan, dan pembunuhnya belum juga tertangkap.” Jelas Milka.


“Jangan terlalu ikut campur Putri Aerish, jangan melibatkan dirimu pada bahaya. Jika kau tak termasuk dalam sesuatu itu, sebaiknya kau diam dan hanya belajar.” Ucap Raja tak ingin jika Milka membuat diri sendiri terserat dalam sesuatu yang berbahaya.


“Aku tak ingin ikut campur Yang Mulia, tapi hati nurani memanggilku untuk mengungkap siapa sebenarnya pembunuh itu.” Kata Milka.


“Kau sungguh keras kepala Putri Aerish.” Ucap Raja.


“Baiklah, apa kau ingin aku bantuanku?” Tanya Raja.


“Apa kau bisa? Bantuan seperti apa yang bisa kau lakukan? Atau kau tau siapa pembunuh itu?” Tanya Milka bertubi-tubi.


“Apa aku harus menjawab semua pertanyaanmu itu Putri Aerish?”


“Aku hanya akan memberikanmu satu petunjuk.” Kata Raja.


“Petunjuk? Apa petunjuknya Yang Mulia?” Tanya Milka penasaran.

__ADS_1


“Besok saat jam 9 kau akan bertemu dengannya.” Ucap Raja memberikan petunjuk itu pada Milka.


“Apa hanya itu? Yang Mulia saat jam 9 di sekolah aku akan menemui banyak orang. Mana mungkin aku bisa mengetahui yang mana dari semua orang yang ku temui itu adalah pembunuh.” Milka tak puas dengan petunjuk yang di berikan Raja untuknya.


“Kau bisa mengabaikan petunjuk yang ku berikan itu.” Kata Raja pada Milka yang cemberut. Karena petunjuk Raja itu justru hanya semakin membuatnya kebingungan.


Saat dalam pikiran yang kusut akibat memikirkan kejadian di sekolah tentang pembunuhan itu, Pelayan datang mengatakan bahwa Permaisuri ingin menemui Milka di kediamannya. Lalu Clona dan Grasil pun menemani Milka mengunjungi kediaman Permaisuri.


“Silakan duduk Putri Aerish.” Ucap Permaisuri begitu ramah pada Milka.


“Terima kasih Yang Mulia.” Ucap Milka senyum lalu duduk.


“Aku ingin mengucapkan terima kasih karena saat Raja sakit kau sudah menjaga dan menemaninya.” Kata Permaisuri.


"Sebagai Selir itu adalah tanggung jawabku." Kata Milka bijak.


****


Setelah pertemuannya dengan Milka, Permaisuri mendatangi kediaman Raja.


"Ada apa?" Tanya Raja.


"Aku hanya ingin mengunjungimu." Sahut Permaisuri. Lalu mendekat ke arah Raja. Lalu perlahan menyentuh dadah Raja. Namun dengan cepat Raja menepisnya.


"Yang Mulia..!" Permaisuri tampak tak terima dengan penolakan Raja.


"Permaisuri jika tak ada yang ingin kau katakan, kembalilah ke kediamanmu." Ucap Raja.


"Yang Mulia apa sentuhanku berbeda dengan sentuhan Putri Aerish!" Permaisuri bernada datar.


"Sebaiknya kembalilah ke kediamanmu." Ucap Raja lagi. Meminta Permaisuri dengan halus meninggalkannya. Karena dia tak ingin membuat Permaisuri semakin marah dengan kenyataannya nanti.


"Selama beratus tahun aku menjadi pendampingmu dan menjadi Permaisurimu. Tapi Yang Mulia, tak pernah sedikit pun kau melihatku sebagai seorang wanita. Ku pikir kau masih tak melupakan wanita itu. Tapi kenapa ia berbeda dengan Putri Aerish? Kau lebih melihatnya." Mata Permaisuri berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit karena cinta yang tak pernah terbalaskan.

__ADS_1


Selama ini mencintai Raja dengan hanya cinta sepihak. Meskipun banyak yang telah dia lakukan agar bisa membuat Raja mencintainya, tapi semua hanya sia-sia karena sedikit pun hati Raja tak pernah tergerak untuknya.


"Apa kau melihatnya dengan cara yang berbeda saat melihatku?"


"Permaisuri! Jangan menanyakan sesuatu yang telah kau tau jawabannya. Karena itu hanya akan semakin membuat hatimu sakit." Ucap Raja.


"Jika seperti itu maka cobalah untuk melihatku, aku mohon! Lihat aku sebagai wanitamu Yang Mulia!." Ucap Permaisuri memeluk tubuh Raja.


"Jangan memaksakan sesuatu yang tak mungkin Permaisuri. Kembalilah ke kediamanmu!" Tegas Raja dengan raut wajah tak terbaca. Lalu segera meninggalkan kediamannya dengan Permaisuri yang meneteskan air mata karena cinta yang tak pernah terbalas.


Dan, seketika itu juga raut wajahnya terlihat menyimpan kebencian yang dalam.


"Putri Aerish! Jika Raja tak mencintaiku maka kau juga tak akan bisa mendapatkan cintanya." Ucap Permaisuri penuh kebencian.


****


"Yang Mulia apa yang anda lakukan di sini?" Nyonya West mendekat ke arah Raja yang saat itu tengah berdiri menatap lurus ke arah taman Istana yang di penuhi oleh bunga-bunga yang cantik dan wangi.


"Melihat Putri Aerish, seperti aku melihatnya." Ujar Raja dengan sorot mata yang sendu.


"Yang Mulia, terkadang kita melihat sesuatu itu sama walau sebenarnya ia berbeda. Dan, Yang Mulia jangan menyamakan sesuatu yang berbeda itu karena nantinya akan melukai seseorang." Ucap Nyonya West mengingatkan Raja.


"Apakah aku harus melihatnya dengan berbeda?" Tanya Raja lalu pandangannya kini beralih ke Nyonya West.


"Coba untuk melakukan itu Yang Mulia. Agar anda tau apakah perasaan anda hanya karena suatu anggapan tentang masa lalu atau masa lalu itu telah berubah membawa anda ke masa depan yang baru." Ujar Nyonya West menatap langsung ke mata Raja.


Dan, Raja menanggapi ucapan Nyonya dengan senyum. Karena dia tau apa yang di katakan oleh Nyonya West adalah kebenaran yang harus dia lakukan. Lalu pandangan Raja kembali menerawang jauh,


Begitu pun Nyonya West yang berdiri di samping Raja. Raja yang sudah lama dia dampingi. Dan, dia tau betul bagaimana perjalanan hidup yang di jalani oleh Raja. Dan, kepedihan serta kesulitan yang Raja hadapi.


Dan, dia tak lagi ingin melihat masa lalu yang pahit yang pernah terjadi kembali terulang, dan melukai Raja seperti dulu.


"Nyonya West apa kau juga merinduinya?" Tanya Raja tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Hanya anda yang tau sebesar apa rinduku padanya Yang Mulia." Sahut Nyonya West.


__ADS_2