Suami Hantu

Suami Hantu
Milka si Putri Aerish vs Putri Selene part 1


__ADS_3

Milka berjalan pulang ke kediamannya dengan wajah kecewa, karena tadi dia ingin menemui Raja di kediamannya tapi ternyata Raja sedang tidak berada di tempat, karena Raja sedang berada di kediaman Permaisuri.


"Menemui suami yang memiliki banyak istri sangat susah." Gumam Milka pelan. Dalam hati Milka menyesal karena tak bertanya terlebih dahulu pada Raja, toh dia bisa kontak batin dengan Raja. Tapi karena saking semangatnya dia sampai lupa.


"Sebenarnya kenapa Putri ingin menemui Yang Mulia Raja?" Tanya Clona.


"Ada yang ingin ke kutanyakan padanya." Sahut Milka.


"Apa yang ingin Putri tanyakan?" Kini Grasil yang bertanya.


"Sesuatu yang penting." Jawab Milka pendek. Karena tak mungkin dia berkata jujur mengatakan bahwa yang ingin dia tanyakan adalah tentang bisakah aturan bodoh melarang dayang dan Inferno menikah untuk di hilangkan saja.


Saat di dalam perjalanan pulang ke kediamannya, Putri Selene dengan para dayang dan juga pelayannya sedang berjalan ke arah Milka.


"Putri Selene.." Milka memberi hormatnya sebagai selir termuda. Dia tak ingin kalau Putri Selene kembali berceloteh bahwa dia tak menghormati selir tertua. Dan tak memiliki tatah krama. Milka tak ingin itu terulang lagi seperti saat pertama kali mereka bertemu.


"Oh, ada Putri Aerish ternyata, apa kau dari kediaman yang Mulia?" Tanya Putri Selene.


"Iya Putri, tapi Yang Mulia sedang tak ada." Sahut Milka sesopan mungkin.


"Sayang sekali, padahal aku juga ingin ke kediaman Yang Mulia untuk bertemu dengannya." Ujar Putri Selene.


Milka diam sejenak berpikir apa lagi yang akan dia katakan, atau apakah dia pamit pergi terlebih dahulu?


"Tampaknya kau sudah ingin pergi, aku juga akan kembali ke kediamanku." Ucap Putri Selene mempersilahkan Milka dan dayangnya pergi terlebih dahulu.


Brukkk!!!


"Putri anda tidak apa-apa?" Tanya Clona dan Grasil yang langsung menghampiri Milka yang jatuh tersungkur mencium tanah.


Dengan perasaan dongkolnya Milka bangun mengibas-ngibaskan bajunya yang kotor.


"Kau tak apa-apa Putri Aerish" Tanya Putri Selene pura-pura khawatir. Karena sebenarnya dialah yang menyebabkan Milka jatuh. Saat Milka akan melangkah dia menyandung kaki Milka dengan kakinya.


"Apa anda sengaja!" Tanya Milka menahan marahnya. Wajahnya terasa begitu sakit akibat jatuh tadi.

__ADS_1


"Apa maksudmu Putri Aerish? Apa kau menuduhku yang menjatuhkanmu?" Tanya Putri Selene dengan nada suara yang menyebalkan. Seperti orang yang tak bersalah yang di tuduh.


"Ya, bukan anda. Tapi kaki anda yang sengaja menyandungku!" Ucap Milka masih menahan diri.


""Kau keterlaluan Putri Aerish, aku akan melaporkanmu pada Yang Mulia. Agar dia memberimu hukuman karena telah berani menuduhku!" Kini Putri Selene seperti orang yang tertindas.


"Anda memang melakukannya! Aku melihatnya!" Clona buka suara.


"Dan tadi anda tertawa melihat Putri Aerish jatuh, itu karena anda sengaja membuat dia terjatuh." Ternyata dia melihat saat Putri Selene dengan sengaja menyandung kaki Milka.


Dengan marah Putri Selene akan melayangkan tamparan ke wajah Clona, namun di tahan oleh Grasil.


"Harusnya anda bersikap layaknya gelar anda Putri Selene!" Ucap Grasil yang marah.


"Kalian! Awas saja kalian! Kalian akan aku laporkan kepada Yang Mulia karena telah sekongkol menjebakku!" Ucapnya dengan marah lalu pergi.


"Anda tak apa-apa Putri?" Tanya Clona lagi.


"Wajah anda memar Putri." Kata Grasil melihat wajah Milka yang merah akibat jatuh tadi.


"Tak apa Putri, tugas kami berdua adalah menjagamu." Sahut Grasil dan di anggukkan oleh Clona.


Di ruangannya Milka di obati oleh Clona. Wajahnya masih terasa sakit akibat membentur tanah. Milka juga tak menyangka kalau Putri Selene ternyata memiliki sifat seperti itu. Milka benar-benar merasa seperti perampas suami orang yang di labrak oleh istri sah si laki-laki. Milka menghela nafas berat. Dia benar-benar malang menikahi hantu yang punya banyak istri.


Tiba-tiba para pengawal istana datang menghadap Milka. Dan, membawa Clona dan Grasil.


"Kenapa kalian membawa mereka berdua?" Tanya Milka panik. Sementara Clona dan Grasil hanya diam dan pasrah. Mereka berdua tau itu pasti akan terjadi.


"Ini adalah perintah Yang Mulia Raja Putri." Sahut Pengawal istana.


"Kenapa Yang Mulia memerintahkan kalian. Dan mau di bawa kemana mereka?"


"Yang Mulia memerintahkan kami untuk mengurung mereka ke penjara bawah, agar mereka menyesali perbuatannya." Jawab salah satu pengawal yang memegangi Grasil.


Dan bisa di tebak itu adalah ulah Putri Selene yang telah melapor kepada Raja. Entah apa yang telah dia katakan sehingga membuat Raja percaya padanya. Atau apakah karena Raja begitu mencintai istri ke empatnya yang ia jadikan selir ketiga itu, sehingga apa pun perkataannya di dengar oleh Raja dan di percaya. Milka menjadi geram.

__ADS_1


"Kalian tak boleh membawa mereka pergi tanpa izin dariku." Serga Milka menahan agar pengawal takut. Namun tampaknya itu tak berkesan, sedikit pun pengawal tak terlihat takit padanya.


"Maaf Putri ini adalah perintah." Sahut pengawal tetap membawa Clona dan Grasil keluar.


"Kalian tidak boleh membawa mereka berdua pergi!" Ucap Milka dengan nada keras.


"Ini juga perintah! Ini perintahku!" Teriak Milka frustrasi. Tapi para pengawal tak menghiraukannya.


"Apa gunanya gelar Selir ini! Para pengawal saja tidak mendengarku!" Teriak Milka marah.


Milka yang terburu-buru berlari ke kediaman Raja tak sengaja bertemu dengan Rafhael.


"Ada apa Putri? Kenapa kau terburu-buru?" Tanya Rafhael menahan Milka.


"Apa Yang Mulia ada di kediamannya?" Milka balik tanya dengan nafas yang terengah-engah.


"Iya, baru saja aku dari kediamannya." Sahut Rafhael.


"Ada apa?" Tanya Rafhael lagi.


"Aku harus bertemu dengan Yang Mulia, Clona dan Grasil di bawa ke penjara. Aku harus menemui Yang Mulia untuk membebaskan mereka."


Mendengar ucapan Milka membuat Rafhael menjadi kaget. Dia juga terlihat begitu khawatir mendengar Grasil di bawa ke penjara. Namun dia menahan diri. Membiarkan Milka pergi untuk bertemu dengan Raja. Setelah itu dia yang akan bertanya langsung kepada Raja.


"Aku ingin bertemu dengan Yang Mulia." Ucap Milka pada pengawal dengan nafas yang masih terengah-engah karena sedari tadi dia terus berlari.


Pengawal pun membukakannya pintu, mempersilahkan Milka masuk untuk menemui Raja.


"Yang Mulia..." Panggil Milka.


"Atur dulu nafasmu Putri Aerish." Ucap Raja yang melihat Milka.


Milka pun menurut mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum mengutarakan permintaannya untuk membebaskan Clona dan Grasil.


Clona dan Grasil mereka tak bersalah. Yang bersalah adalah Putri Selene. Dan, yang bermasalah dengan Putri Selene adalah dirinya, bukan kedua dayangnya.

__ADS_1


__ADS_2