
"Mil tanyain dong ke suami kamu yang Raja itu, bisa enggak aku berkunjung ke Underworld, aku mau banget sana." Ujar Glydis yang begitu penasaran dengan Underworld.
"Kamu benaran mau ke sana?" Tanya Milka memastikan.
"Iya Mil, aku penasaran banget tau." Kata Glydis meyakinkan Milka.
"Nanti deh aku nanya ke Raja," Ucap Milka, jika Raja tak mengizinkan maka dia akan memujuknya.
"Kamu harus meninggal dulu kalo mau ke sana." Ucap Dennis yang baru tiba dan langsung duduk di bangkunya yang berada di sebelah Milka.
"Kamu iih, aku enggak mau meninggal dulu baru ke sana Den," Kata Glydis dengan bibir yang di monyongkan. Dia berharap Raja akan mengizinkan dia mengunjungi Underworld, tentunya dengan keadaan yang masih bernyawa.
"Trio udil lagi makan nih." Melody yang melewati Milka yang tengah makan bersama Glydis dan Dennis.
"Tong sampah nyaring bunyinya." Dennis mendendangkan lagu dari sebuah band favoritnya saat Melody selesai bicara.
"Diam kamu!" Bentak teman Melody yang berambut pendek. Tampaknya dia memang tak senang dengan Dennis.
"Idiih, nyanyi salah. Ngejawab salah. Jangan-jangan naksir ya kamu sama aku?" Ucap Dennis mengedipkan sebelah matanya pada teman Melody itu.
"Suka banget sih Mel cari gara-gara. Enggak senang kamu ya liat orang lain senang?" Milka mulai geram dengan Melody yang selalu saja ingin cari masalah dengannya.
__ADS_1
"Iya, aku enggak senang liat kamu senang." Jawab Melody dengan santainya, memasang wajah mengesalkan.
"Pengen ku colok tuh matanya Mil." Ujar Glydis yang kesal dengan Melody.
"Orang iri memang gitu Dis." Sahut Dennis yang juga sudah malas melihat tingkah Melody yang cari gara-gara, selalu ingin mengganggu Milka.
"Iri sama orang miskin? Ogah deh." Ucap Melody tertawa dengan teman-temannya.
"Terus kalo enggak iri apa?" Tanya Milka.
"Senang aja, liat sekumpulan orang susah kumpul. Ya, kalian seharusnya senang orang kaya raya kayak kami datang menghampiri kalian, dan mengajak kalian mengobrol." Kata Melody sombong. Melody bisa berbicara bongkak seperti itu, dengar-dengar bahwa ibunya mendapat warisan yang sangat banyak dari oma Kunari.
Sehingga Melody, ibunya dan juga pak Harman telah pindah rumah yang lebih besar dan mewah. Karena kekayaan itu jugalah yang membuat Melody semakin berani dan sombong.
"Iri ya? Aku sekarang punya semua yang aku mau, apa aja pasti bisa aku beli dan aku dapat. Sedangkan kamu? Tinggal aja enggak tau di mana. Kesihan banget sih kamu Mil. Udah di nikahkan sama hantu, terus lari dari pernikahannya dan enggak tau tinggal di mana." Melody benar-benar merendahkan Milka dan me-agung-agungkan dirinya dengan kekayaan yang barus di dapatkannya itu.
"Untung masih bisa sekolah. Atau jangan-jangan kamu sekolah dari hasil nyolong ya? Apa aja yang kamu colong Mil? Hei guys. Mulai sekarang kita harus hati-hati sama Milka, siapa tau aja barang mewah kita yang berharga di colong sama dia." Sambungnya lagi semakin merendahkan Milka.
"Jaga ya mulut kamu Mel! Aku enggak serendah itu! Aku enggak seperti yang kamu tuduh!!?" Milka terlihat begitu marah. Tuduhan Melody membuat darahnya mendidih. Namun segera dia merendam rasa marahnya, karena dia tak perlu terpancing dengan ucapan Melody padanya, karena apa yang di tuduhkan Melody itu tak benar.
"Hee, kalian semua mulai sekarang hati-hati ya, di sekolah kita ini ada maling...!" Teriak Melody mengumumkan pada semua orang yang berada di kantin itu.
__ADS_1
"Baru kaya segitu aja udah sombong. Milka lebih kaya dari kamu." Glydis tiba-tiba bersuara. Dan, ucapan Glydis membuat Melody dan teman-temannya tertawa geli mendengarnya.
"Kaya? Emang dari mana dia bisa kaya?" Tanya Melody.
"Ada deh, tapi yang pasti Milka enggak colong." Ucap Glydis lagi.
"Aduuh.. kesihan deh, udil-udil ini, mimpi di siang bolong." Kata Melody dengan tertawa lalu meninggalkan Milka, Glydis dan Dennis yang berang dengan tingkah Melody dan teman-temannya.
"Mereka enggak percaya Mil kalo kamu itu kaya." Kata Glydis pada Milka saat Melody and the genk pergi.
"Aku sendiri aja enggak percaya kalo aku kaya Dis, karna aku enggak punya kekayaan. Sekolah aja ini di bayarin sama Underworld." Ucap Milka.
"Nah, itu dia Mil, kamu kaya. Suami kamu kan Raja, pasti dia punya harta yang berlimpah dan emas yang banyak di Istananya." Ujar Glydis. Membuat Milka tampak berpikir sejenak. Benarkah Raja memiliki harta yang berlimpah? Dan, emas yang banyak? Dia tak pernah menanyakan tentang itu pada Clona dan Grasil, begitu pun pada Raja.
"Coba deh kami nanya ke suami kamu Mil, siapa tau dia mau ngasi dikit kekayaannya." Kata Glydis.
"Sembarangan kamu Dis iiih. Emang aku matre apa." Kata Milka.
"Iih Milka, seorang istri wajar kali Mil minta nafkah dari suaminya." Ucap Glydis lalu, yang memang masuk akal.
"Memangnya Raja kaya ya Den?" Tanya Milka pada Dennis yang sedari tadi menikmati baksonya.
__ADS_1
"Kayaknya sih gitu Mil." Ucap Dennis. Yang kurang bisa di percaya. Entahlah Milka tak ingin pusing memikirkan harta. Dia di perbolehkan sekolah saja dan di beri uang untuk jajan saja sudah membuat dia sangat bersyukur. Dia tak akan bertanya tentang harta Raja atau apa pun itu yang menyangkut materi pada Raja.