Suami Hantu

Suami Hantu
Rasa Iri


__ADS_3

Semua mata tertuju pada pria tampan yang turun dari mobil mewahnya, lalu berjalan ke arah Milka.


"Hai, Putri Aerish.." Dia menyapa Milka,


"Pangeran Ells.." Ujar Milka saat tadi dia sempat ternganga tak percaya melihat Pangeran Ells turun dari mobil dengan penampilan yang begitu berbeda dari penampilannya saat berada di Underworld.


"Kenapa kau di sini?" Tanya Milka.


"Aku di sini untuk menemuimu." Ucap Pangeran Ells.


"Menemuiku? Ada apa?" Tanya Milka.


"Untuk ini." Pangeran Ells memberikan sesuatu yang dia tenteng saat turun dari mobilnya.


"Apa ini." Tanya Milka menerimanya.


"Makanan," Jawab Pangeran Ells.


"Makanan? Kebetulan sekali, kami memang sedang lapar dan ingin makan. Terima kasih." Dennis langsung mengambil bungkusan itu dari tangan Milka.


"Dia siapa? Ganteng banget." Tanya Glydis pada Dennis yang sibuk membuka isi bungkusan itu.


"Kayaknya sih Pangeran, tapi aku juga enggak tau, karna ini pertama kalinya aku liat dia." Ucap Dennis menjawab pertanyaan Glydis.


"Pangeran? Ganteng yah dia." Glydis terpesona dengan ketampanan Pangeran Ells.


Sementara dia depan sana Melody dan Sari sedang melihat Milka yang tengah berbicara dengan Pangeran Ells.


"Itu siapa Mel? Kamu kenal sama dia?" Tanya Sari pada Melody.


"Enggak mah, ini pertama kali aku liat cowok itu." Sahut Melody. Dia pun juga ikut terpesona melihat ketampanan Pangeran Ells.


"Itu pacarnya Milka ya?" Tanya teman Melody yang berambut pendek.


"Enggak tau. tapi masa iya sih itu pacarnya Milka. Cowok ganteng gitu." Sahut teman Melody yang satu lagi.


"Masa sih itu pacarnya Milka." Sari tak percaya jika Milka memiliki kaya dan tampan.


"Mel, kamu jangan mau kalah dong sama Milka. Masa Milka punya pacar kaya dan ganteng gitu, kamu malah enggak punya." Kata Sari pada Melody, Sari tak ingin jika Melody kalah dari Milka.

__ADS_1


Melody menatap Milka dengan perasaan iri dan benci. Jika Milka bisa mendapat pacar yang tampan dan kaya maka dia juga harus. Jika dia tak bisa mendapatkan pria kaya dan tampan yang lain. Maka pacar Milka akan menjadi miliknya. Dan, akan memastikan jika pria itu akan menjadi miliknya. Tekad Melody dalam hati.


Rasa iri dalam diri Melody pada Milka menyelimuti hatinya. Dia tak ingin Milka lebih unggul dari dirinya.


"Bagaimana Pangeran bisa tau jika aku berada di sini." Tanya Milka penasaran bagaimana Pangeran tau jika dia di tempat itu.


"Aku bisa tau apa yang ingin ku ketahui Putri." Ucap Pangeran Ells.


"Benarkah? Kamu bisa tau apa yang kamu mau tau? Hebat.." Celutuk Glydis di tengah pembicaraan Milka dan Pangeran Ells saat dia mendengar jika Pangeran Ells bisa mengetahui apa pun yang ingin dia ketahui.


"Ha ha ha. Aku hanya bercanda." Pangeran Ells tertawa, dia tak menyangka jika teman Milka, Glydis akan mempercayai ucapannya itu.


"Ya, kirain benaran." Kata Glydis.


"Makan yuk." Dennis sudah begitu lapar melihat semua makanan yang tadi dia susun di hadapannya. Pangeran Ells membeli banyak makanan untuk mereka.


"Apa kau akan kembali ke Underworld?" Tanya Milka setelah menyelesaikan makannya.


"Tidak, aku masih memiliki urusan di dunia ini yang harus ku selesaikan." Ucap Pangeran Ells. Milka hanya mengangguk-anggukan mendengarnya.


"Apa aku boleh nanya sesuatu ke kamu?" Tanya Glydis.


"Aku boleh enggak jalan-jalan ke Underworld?" Tanya Glydis. Dia benar-benar sangat ingin berkunjung ke Underworld.


"Bisa tapi, itu jika kau mendapat izin dari Raja." Jawab Pangeran Ells. Dan, Glydis terlihat kecewa dengan jawaban Pangeran Ells.


"Jangan kecewa begitu, aku yakin kau pasti akan Underworld." Kata Pangeran Ells agar membuat Glydis tak lagi terlihat kecewa.


"Iya kamu pasti bisa ke Underworld kok Dis, tapi nanti kalo udah jadi arwah." Ucap Dennis hingga mendapat pukulan dari Glydis.


"Kamu aja yang belum mati bisa ke sana, kenapa aku harus nunggu mati dulu." Kata Glydis.


"Aku bisa karna aku ini pemburu hantu. Nah kamu apa?" Jelas Dennis.


"Nanti deh aku bicara sama Raja. Kalo kamu mau berkunjung. Beberapa hari ini aku belum sempat nanya Raja, karna Raja sibuk." Ucap Milka membuat Glydis tersenyum.


"Kalian aku harus pergi." Pangeran Ells pun pamit, karna dia harus mengurus sesuatu.


Dan saat mobilnya akan melewati Melody dan Sari. Tiba-tiba saja Sari menahan mobil Pangeran Ells, entah apa yang dia bicarakan pada Pangeran Ells. Karena setelahnya dia tampak menyerahkan sesuatu pada Pangeran Ells.

__ADS_1


****


"Yang Mulia aku merinduimu." Ucap Milka langsung memeluk tubuh Raja saat Raja mengunjunginya. Dan, tentu saja itu hanya ada mereka berdua. Karena Clona dan Grasil di minta untuk menunggu di luar.


"Aku juga merinduimu tuan Putriku." Kata Raja menyambut pelukan Milka. Keduanya pun berpelukan dengan erat melepas rindu yang beberapa hari ini tak bertemu.


Lalu Raja dengan bertubi-tubi melayangkan ciumannya di wajah Milka tanpa henti. Dia benar-benar merindui Milka. Yang telah ia cap sebagai wanitanya, miliknya. Milka tersenyum senang mendapat perlakuan seperti itu dari Raja. Dia terlihat sangat bahagia.


"Apa Yang Mulia akan menemaniku sampai tertidur malam ini?" Tanya Milka ingin tau apakah Raja akan bersamanya malam ini ataukah akan segera pergi karena harus melakukan pekerjaannya.


"Ya, malam ini aku akan menemanimu sampai tertidur. Dan akan menatap wajahmu." Sahut Raja membelai lembut pipi Milka penuh sayang. Beberapa hari ini dia sudah menahan rindu yang begitu dalam pada wanitanya itu. Dan, melihat Milka adalah kebahagiaan terbesarnya.


"Bagaimana sekolahmu? Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Raja pada Milka.


"Terkadang, jika Melody tak menggangguku." Sahut Milka.


"Apa kau ingin aku-"


"Tak perlu, aku bisa mengatasinya." Ucap Milka memotong ucapan Raja, dia tak ingin Raja ikut dalam urusan dia dan Melody. Karena menurut Milka itu sangat ke kanak-kanakkan.


"Baiklah, tapi jika dia melakukan sesuatu yang begitu buruk maka aku akan bertindak." Beritahu Raja, dan Milka pun mengangguk setuju, Raja boleh ikut campur jika Melody melakukan sesuatu yang buruk, misalnya membahayakan nyawanya.


"Yang Mulia bolehkah aku meminta sesuatu?" Tanya Milka menatap wajah Raja.


"Katakanlah, apa itu." Kata Raja.


"Apa Yang Mulia akan mengabulkannya?" Tanya Milka lagi.


"Aku akan mengabulkannya, jika itu adalah permintaanmu." Ujar Raja.


"Apa boleh kau membenarkan Glydis, sahabatku untuk berkunjung ke Underworld?" Milka menepati ucapannya pada Glydis kalau dia akan bertanya pada Raja.


"Tentu saja, selama itu adalah permintaanmu." Sahut Raja.


"Benarkah? Yang Mulia sedang tak mempermainkanku kan?" Milka ingin memastikannya.


"Sebagai Raja dan laki-lakimu aku tak akan berdusta di dalam ucapanku Putri." Kata Raja, bahwa apa yang dia ucapkan adalah benar. Milka tersenyum senang, dia bersyukur mendapatkan laki-laki seperti Raja yang tampan dan bijaksana.


Perlahan-lahan Milka membuka topeng Raja, lalu mengecup pipi kanan Raja, kemudian beralih ke pipi kiri, selanjutnya dahi Raja, lalu hidung, dan kemudian bibir Raja.

__ADS_1


Mendapati perlakuan seperti itu dari wanitanya Raja tersenyum senang lalu memeluk erat Milka, seakan tak ingin melepaskan pelukannya itu.


__ADS_2