Suami Hantu

Suami Hantu
Yunisha part 3


__ADS_3

Dia berkata bahwa hantu itu tidak akan mencari Yunisha lagi, kondisi fisik Yunisha saat ini sangat buruk, setelah hantu terluka, dia harus segera mencari host berikutnya dan segera menyerap energi positif untuk menyembuhkan diri. Sebenarnya Milka masih cukup mempercayainya dalam hal ini. Melakukan ini berarti bisa membodohi orang, atau memiliki kekuatan yang sebenarnya, dia memiliki keduanya, jadi itu sebabnya dia bersiap akan segala kondisi.


Dia memberiku beberapa kertas jimat, tetapi tidak memberi tahu Milka cara menggunakannya, kapan menggunakannya, hanya memberi tahuku bahwa Milka akan tahu saat tiba waktunya.


Milka meletakkan kertas jimatnya, Yunisha tidak masuk kelas pada sore hari, dia masih di UKS atau mungkin dia sudah dibawa pulang. Semula ada kelas pendidikan jasmani di sore hari, tapi sekarang mendekati ujian, jam pelajarannya sudah diubah, jadi pada dasarnya tidak ada kelas pendidikan jasmani lagi, lalu diganti dengan kelas matematika.


Untungnya, untuk memantapkan ujian, tidak perlu mendengarkan ceramah energik Niko di podium.


Di kelas, Niko seperti orang lain, serius dan halus, orang yang tidak mengenalnya akan menganggap dia orang yang sangat serius.


Matematikaku cukup bagus, meskipun Milka mengalami penundaan selama beberapa hari, tapi Milka masih bisa lulus. Niko terus berkeliaran di sebelahku, membuatku sedikit tidak nyaman, “Pak dosen, bapak terus berkeliaran di sebelahku, membuatku tidak bisa fokus mengerjakan soal, bisakah bapak pergi ke tempat lain saja?"


Dia hanya bersandar di mejaku dan berkata, "Ketika tiba waktunya ujian, setidaknya akan ada dua pengawas di ruangan, mereka tidak akan mendengarkan kamu berkata jangan berkeliaran di sekitarmu. Cepat kerjakan saja soalnya!"


Milka memutar bola mataku, lalu menundukkan kepala dan melanjutkan mengerjakan soal, ketika di pertanyaan pilihan ganda, Milka bingung. Milka mendongat melihatnya, dia juga melihatku, hatiku menciut, lalu berpura-pura seperti sedang mengerjakan soal, Milka termenung, sebenarnya pikiranku sudah kacau. Awalnya memang tidak bisa mengerjakannya, ditambah dia bolak-balik di sampingku ….


Seolah bisa melihat bahwa Milka tidak bisa mengerjakan soal ini, dia menjulurkan tangan menunjuk lembar soal, “Ini saja tidak bisa kamu kerjakan? dosen-dosen sebelumnya mengatakan bahwa kamu cukup ceras, nilaimu juga lumayan, kulihat ketenaranmu itu sepertinya tidak nyata. Pikirkan sendiri.” Setelah berbicara demikian, dia berbalik dan pergi.


Milka menunduk melihat lembar soal, Milka sedikit kacau, tadi dia terus menunjuk ke jawaban ‘b’ ini, dan meninggalkan sedikit bekas kuku, tadi Milka terus curiga mau jawab b atau c … sekarang dipikir-pikir, sepertinya b adalah jawaban yang benar ….


Apakah dia sedang membantuku? Milka melihat pertanyaan ini berulang kali, dan akhirnya mengisi opsi b, ini adalah jawaban yang benar.


Setelah ujian selesai, dia bertanya apakah Milka sudah bisa mengerjakan soal tadi atau belum, lama-kelamaan Milka percaya bahwa dia juga mampu menjadi seorang dosen, jadi Milka dengan sopan mengatakan bahwa Milka bisa mengerjakannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Milka merasa bahwa dia sedikit tidak mudah, dia baru berumur dua puluh lima tahun, pada umur dua puluh lima tahun, dia tahu tentang Taoisme dan bisa menjadi dosen -, Milka cukup mengaguminya. Menurutku hidupnya sangat luar biasa, Milka hanya bisa menghela nafas saja.


Sepulang kampus, Milka berpapasan dengannya begitu Milka berjalan ke sudut tangga, dan dia hanya mengatakan agar Milka mengikutinya.


Milka mengikutinya tanpa berbicara apapun, Milka tidak lagi meragukan bahwa dia akan melakukan sesuatu yang tidak bermoral. Fakta membuktikan bahwa dia masih dapat diandalkan.


Dia masuk ke asrama anak laki-laki, banyak anak di kampus kami yang tinggal di asrama, Milka sangat ragu mau masuk atau tidak, dia melihatku tidak mengikutinya, lalu dia berteriak, “Lambat sekali?"


Tak berdaya, Milka hanya bisa terus mengikutinya.


Asrama laki-laki berada di samping gedung kantor dosen, dia membawaku ke lantai atas, lalu dia mengeluarkan teleskop kecil dan melihat ke gedung kantor dosen.


Tidak ada yang tinggal di lantai ini, Milka mulai bertanya-tanya apakah dia memiliki hobi mengintip ….


Milka pun melihat ke arah ruang kelas dan gedung perkantoran, samar-samar Milka bisa melihat bagian asrama dosen di lantai atas yang gordennya setengah terbuka, sepertinya ada dua orang di dalamnya, karena sudut matahari saat ini sangat reflektif, Milka tidak bisa melihat dengan jelas.


“Berikan teropongnya padaku.” Aku merebut teropong dari tangannya, ketika aku melihat apa yang terjadi di asrama dosen, wajahku memerah dan mengembalikan teropong itu padanya.


Dia menatapku dengan senyum tipis dan berkata, “Masih mau lihat? Silahkan lihat sampai puas."


Milka memelototinya dan tidak mengatakan apa-apa, di ruangan dengan tirai setengah terbuka, kepala kampus dan dosen bahasa kami, Rachel Zhao, ada di sana, dan sedang berada di atas kursi ... pemandangan yang begitu panas hampir membuat hati kecilku kaget dan berhenti, terpikir bagaimana cara Niko memandang mereka dengan penuh minat, Milka merasa sedikit ….


Milka tiba-tiba menyadari sesuatu, “Apa mungkin hantu itu ada di tubuh dosen Zhao?"

__ADS_1


Niko tersenyum dan berkata, "Otakmu akhirnya lebih pintar, betul, semakin romantis wanita, semakin mudah menjadi sasaran hantu seperti itu saat berkencan. Biar kubilang, kalau kamu punya separuh otakku, kamu tidak akan dimanfaatkan orang lain."


Milka tidak memahami paruh terakhir kalimatnya, "Apa maksudnya? Siapa yang memanfaatkanku?"


Dia terus melihat ke asrama dosen dengan teleskop, sambil berkata, "Aku tidak akan memberi tahu kamu, coba tebak sendiri."


Kalau tidak mau ngomong ya sudah, bukan masalah besar juga, bilang orang lain memanfaatkanku, sekarang siapa lagi yang memanfaatkanku selain dia?


Setelah beberapa saat, dia meletakkan teleskopnya dan berjalan ke bawah, Milka bertanya, “Pergi kemana?"


Dia menoleh dan menatapku dengan bingung, lalu berkata, “Pulang lah, memang mau kemana lagi?"


Melihat ekspresinya yang serius, Milka tidak bisa berkata-kata, dia datang ke sini untuk melihat apa yang terjadi pada kepala kampus dan Rachel Zhao, setelah selesai dia pergi, kukira dia mau tangkap hantu. Milka benar-benar mengerti dengan pemikirannya, Milka yang terlalu bodoh atau dia hanya orang yang sulit dipahami?


Setelah keluar dari asrama anak laki-laki, Milka langsung pulang. Setelah memasuki pintu, Milka melihat ibuku duduk di sofa di ruang tamu dan menatapku dengan wajahnya yang serius, “Kamu pergi kemana? Kamu pulang setengah jam lebih lambat dari biasanya!"


Milka dulunya adalah gadis yang penurut di rumah, Milka pergi ke kampus tepat waktu, sekarang sesuatu yang aneh telah terjadi, ibuku menatapku lebih ketat, Milka meletakkan tas kampusku dan berkata, “Ada urusan di kampus, jadi tertunda beberapa saat …."


Dia tidak percaya, dia berdiri dan menatapku, lalu berkata, “Urusan apa yang tertunda? Dengan siapa? Aku mau telepon dan bertanya!"


Di mana Milka bisa mendapatkan nomor telepon Niko? Jadi Milka berkata, "Bu, sebenarnya ada apa denganmu? Sebelumnya, kamu tidak akan mengatakan apa-apa bahkan jika aku pulang setengah jam lebih lambat, apalagi aku tidak melakukan apa-apa …."


Matanya memerah, "Kamu pikir aku menyebalkan, kan? Milka tidak mempedulikanmu karena menurutku kamu penurut dulunya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kamu bilang ... kamu bilang sekarang terjadi banyak masalah, apa aku bisa tidak khawatir? Kalau-kalau kamu ….” Dia tidak mengatakan apa-apa kemudian, dia sudah menangis dari awal.

__ADS_1


Milka juga sedikit tidak nyaman, Milka tahu dia takut Milka akan menemui sesuatu yang tidak bersih atau hal tak terduga lainnya, kejadian sebelumnya masih membuatnya merasa khawatir ….


__ADS_2