Suami Hantu

Suami Hantu
kisah Natalie


__ADS_3

Hari ini Milka merasa aneh, sudah seharian ini dia tak melihat Natalie keluar dari kamarnya.


Milka berjalan ke arah kamar Natalie dan mengetuk pintu kamarnya.


"Natalie, apakah kamu ada di dalam?" Teriak Milka dari luar.


"Natalie.." Panggil Milka lagi.


Pintu kamar Natalie terbuka, Natalie menatap Milka dengan tatapan takut dan ada rasa sedih di matanya,


"Ada apa?" Tanyanya pada Milka.


"Kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Milka.


"A-aku, kehilangan jimatku." Kata Natalie tiba-tiba.


Jimat? Jimat apa yang di maksudnya? Pikir Milka tak mengerti ucapan Natalie yang mengatakan dia kehilangan jimatnya.


"Jimat apa? Aku tidak mengerti dengan yang kau katakan?" Tanya Milka.


Natalie kembali masuk ke kamarnya, Milka mengikuti Natalie yang sudah duduk di sisi kasurnya, Milka. Ikut duduk di sisi kasur Natalie.


"Aku memiliki sebuah jimat, jimat pelindung, yang melindungiku dari gangguan hantu. Tapi, aku kehilangan jimatku." Katanya menjelaskan.


"Jimat itu berupa benda yang di bungkus kain hitam, tidak berukuran kecil, mungkin kau melihatnya, aku mungkin menjatuhkannya di rumah ini." Kata Natalie.


"Aku tidak melihatnya." Jawab Milka, karena dia memang tidak melihat benda seperti yang di katakan oleh Natalie.


"Aku, aku tidak bisa melewati harimu tanpa jimat itu."


"kalau begitu, ayo, aku bantu kau mencarinya." Kata Milka.


"Benarkah?"


"Ya." Milka mengangguk.


"Aku mencari di ruang tamu dan kau cari di dapur." Kata Milka.


Milka dan Natalie pun mulai mencari, bahkan Milka sampai masuk ke kolong meja untuk mencari jimat itu.

__ADS_1


"Kau sedang apa?" Suara Niko membuat Milka kaget hingga kepalanya terhantuk bawa meja.


Milka berdiri dan kesal pada Niko, Milka mengusap-usap kepalanya yang sakit.


"Mencari jimat." Jawab Milka sekenanya.


"Apa kau melihatnya?" Tanya Milka mulai mengambarkan jimat seperti yang Natalie ceritakan padanya.


"Tidak, aku tidak melihat benda itu." Kata Niko dengan ekspresi yang biasa saja.


"Bisakah kau membantu kami mencarinya?" Tanya Milka.


"Aku tidak punya waktu untuk itu, kalian silakan cari saja."


Milka menatap Niko dengan terkejut. Menurut Milka Niko sangat keterlaluan. Milka tak percaya Niko adalah orang yang tak seperduli itu pada Natalie.


Natalie keluar dari dapur dan terduduk lemas di sofa.


"Sepertinya aku tidak akan bisa mendapatkan jimat itu lagi." Kata Natalie.


"Natalie, boleh aku bertanya, sebenarnya untuk apa jimat itu?" Tanya Milka, meskipun tadi Natalie sudah mengatakan jika jimat itu untuk agar dia tak dapat gangguan hantu.


"Ayo ke kamarku, aku akan menceritakannya padamu." Kata Natalie. Milka pun mengikuti Natalie masuk ke dalam kamar Natalie.


Natalie duduk di sisi kasurnya, dan aku mengikutinya juga duduk di sisi kasur.


Natalie tampak gelisah, wajahnya tak seperti biasanya, dia juga terlihat sangat lesu.


Natalie membuang nafas berat, dan mulai bercerita.


"Tiga tahun lalu dua bulan sebelum kelulusan sekolah, aku dan teman lain mengadakan pesta perpisahan SMA. Awalnya semua berjalan lancar, kami semua sangat bersenang-senang, sehingga Dilla, teman sekelasku yang sering di kucilkan di sekolah datang, dia juga ku undang. Tapi, semua jadi kacau, teman-teman kelas yang tidak suka pada Dilla mulai menganggu Dilla lagi dan-" Natalie diam tak melanjutkan ceritanya.


Natalie kembali menarik nafas dalam-dalam, dia tertunduk untuk sebentar, sebelum dia kembali mengangkat wajahnya dan kembali mulai bercerita lagi.


"Beberapa teman wanita dan pria mulai menganggu Dilla, setelah itu mereka membawa Dilla pergi, entah kemana, aku memang melihat mereka tapi aku hanya mengabaikan, ku pikir hanya seperti biasa, mereka hanya bermain dengan membuat Dilla menangis seperti biasanya. Tapi ternyata aku salah. Paginya, saat di sekolah, semua heboh menatap ke ponsel mereka, karena penasaran aku ikut melihat, dan ternyata itu adalah video Dilla sedang di gilir oleh beberapa pria. Aku ingat tempat di video itu adalah kamar tempat di mana kami berpesta. Tak berapa lama kemudian, kami mendengar suara keras jatuh. Saat aku dan yang lain melihat ke bawah, itu adalah Dilla, dia meninggal bunuh diri." Natalie menangis, Milka menggenggam tangan Natalie mencoba menguatkan dia.


"Aku shock dengan kejadian itu. Dan, setelahnya, aku mulai mengalami kejadian-kejadian aneh, aku juga mulai melihat sosok Dilla mendatangiku. Awalnya aku pikir, aku bermasalah dengan psikologis ku akibat trauma, aku juga sempat menemui dokter psikologis untuk pengobatan mental ku, aku juga meminum teratur obat yang di resep kan untukku. Tapi, semakin hari, bukannya sembuh, aku semakin parah. Hingga suatu hari orang tuaku membawa aku bertemu dengan seorang dukun, dia lalu memberiku jimat, aku pun mulai merasa sedikit tenang, gangguan-ngangguan dari Dilla mulai menghilang. Tapi, sekarang aku kehilangan jimat itu, pasti Dilla akan kembali dan menggangguku." Tangis Natalie mulai pecah, Milka pun memeluk Natalie untuk menguatkan Natalie.


"Lalu, apakah teman-temanmu yang lain juga mendapat ngangguan yang sama?" Tanya Milka.

__ADS_1


"Aku tidak tau, karena setelah lulus, kami sudah tidak berhubungan lagi." Jawab Natalie.


"Apa hantu Dilla mengatakan sesuatu saat dia mendatangimu?" Tanya Milka.


"Tidak, dia tidak mengatakan apapun, dia hanya menatapku dengan tatapan mengerikan." Jawan Natalie.


"Apa kau cukup akrab dengannya?" Tanya Milka.


"Tidak, tapi diantara anak yang ada di dalam kelas, hanya aku yang baik padannya."kata Natalie.


"Mi, apa kau mengenal orang pintar, atau orang yang bisa membuat jimat penangkal hantu?" Tanya Natalie.


Milka terlihat berpikir.


"Ya, aku mengenal seseorang yang seperti itu, tapi akan aku tanyakan padanya terlebih dahulu. Jika dia setuju, aku akan membawanya bertemu denganmu." Kata Milka.


"Tolong hubungi dia secepatnya." Kata Natalie.


"Ya, secepatnya aku akan memberitahumu." Sahut Milka.


Setelah mendengar yang di ceritakan oleh Natalie, Milka pun pamit kembali ke kamarnya.


"Darent keluarlah." Milka memanggil Darent agar keluar dari liontin.


"Yamg Mulia Permaisuri." Darent memberikan hormatnya pada Milka.


"Darent ada yang ingin ku tanyakan." Kata Milka.


"Apa itu Yang Mulia?" Tanya Darent yang kini berdiri di depan Milka.


"Natalie, pemilik rumah sewa ini. Dia memiliki sebuah jimat yang bisa membuat dia tak di datangi oleh hantu yang sering menganggu nya. Tali, sayangnya dia kehilangan jimat itu. Kami sudah mencarinya tapi, jimat itu tidak juga kami temukan, bisakah kau menolong, melihat di mana jimat itu?" Tanya Milka.


"Baik Yang Mulia, hamba akan membantu mencarinya." Kata Darent.


Darent yang sempat menghilang, kini kembali lagi menghadap Milka.


"Bagaimana Darent? Apa kau menemukan jimat itu?" Tanya Milka.


"Tidak Yang Mulia. Hamba tidak dapat menemukannya." Ucap Darent.

__ADS_1


"Benarkah? Aku merasa kasihan pada Natalie." Milka tak semangat lagi mengetahui jika Darent saja tidak bisa menemukan, itu artinya, jimat itu sudah benar-benar hilang.


__ADS_2