Suami Hantu

Suami Hantu
Mesum


__ADS_3

Kampus Milka mengadakan pergantian siswi dan Milka adalah satu-satunya yang di tempatkan sedikit jauh.


Milka harus menaiki kereta untuk sampai ke tujuan yang memakan waktu satu seharian.


Untungnya ada Darent di dalam liontinnnya, sehingga Milka tak terlalu khawatir.


Orang yang duduk di sebelah Milka adalah seorang pria dan wanita. sepertinya mereka adalah sepasang kekasih. Karena mereka berdua terlihat begitu mesra. Dan, entah kenapa, Milka langsung ingat pada Raja.


Sama seperti di bus kemarin, kali ini Milka juga mendapat Kursi berada di sisi jendela, Milka berusaha duduk setenang mungkin, karena jika berkerak sedikit saja dia pasti akan bersentuhan dengan pria yang tepat di sebelahnya itu.


Tak tahu apa yang sedang terjadi, pria itu terus saja menggerakkan kakinya, hingga sering-kali kakinya menyentuh kaki Milka.


Milka juga tidak bisa mengatakan apa-apa, karena takut pacar pria itu salah paham padanya. Milka juga tak ingin mendapatkan masalah di dalam perjalanannya itu.


Milka merasa kesal, namun dia mencoba menahannya, karena dia harus lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu ketika berada di luar sendirian. Ya, meskipun memang ada Darent di dalam liontinnnya.


Tapi, semakin Milka mengabaikan apa yang di lakukan oleh pria itu, tindakan pria itu semakin menjadi-jadi. Dia mulai berani meletakkan tangannya sesekali di paha Milka. Untungnya Milka memakai celana panjang berbahan jeans.


Dan, ketika untuk yang kesekian kalinya dia meletakkan tangannya di paha Milka dan mulai berani mengerak turun naikkan tangannya, Milka sudah tak bisa menahannya lagi.


Karena apa yang di lakukan oleh pria itu adalah bentuk pelecehan. Sementara pria itu sibuk dengan apa yang dia lakukan pada Milka, si wanita malah tak sadar dan asik ngelayutan mesra pada si pria.


"Maaf, apa kau bisa menjauhkan tanganmu itu? Apa kau tau, yang kau lakukan itu adalah pelecehan!" Ujar Milka marah


"Apa? Aku tidak melakukan apapun nona." Kata si pria berbohong.


"Kau jelas-jelas menyentuh pahaku!" Kata Milka.


"Hei, jaga bicaramu! Mana mungkin pacarku menyentuhmu, jangan-jangan kau saja yang ingin di sentuh olah pacarku, kau pasti menyukai dia karena dia sangat tampan kan!" Pacar pria itu membela si pria.


"Apa? Pacarmu itu memang menyentuhku!" Milka melawan.


"Ya, apa yang di katakannya itu benar, pacarmu dari tadi mengusiknya." Seseorang membela Milka, karena dia melihat yang terjadi.


Meskipun banyak orang memberi tahu wanita itu bahwa pacarnya melakukan apa yang di katakan oleh Milka, si wanita tetap saja tak percaya dan terus membela si pria.


Akhirnya karena orang-orang di dalam kereta terus memojokkan mereka berdua, si pria dan pacarnya memilih turun di perhentian pertama.


Milka naik kereta jam jam 8 pagi, seharusnya dia sampai jam 7 malam, tapi karena keributan yang sempat terjadi, jadi kereta terlambat sampai. Kereta sampai tepat jam 9 malam


Malam itu. Saat sampai Milka menyeret kopernya dan berjalan di tempat yang asing.


Memang, tak ada yang menjemputnya di sana, dan, malam itu Milka harus mencari penginapan sendiri.


Dia harus tidur di penginapan sebelum besok dia ke kampus.


Tak butuh waktu lama, Milka mendapatkan penginapan yang cukup murah.

__ADS_1


Karena merasa lelah dan gerah, Milka memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah itu dia akan tidur hingga pagi.


Namun saat Milka bersiap untuk mandi, tanpa sengaja Milka melihat bekas merah di pinggir bak mandi. Awalnya Milka pikir itu cat, tapi kelihatannya sedikit berbeda.


Milka menyekanya dengan jari, lalu meletakkannya di ujung hidungku dan menciumnya, ada bau samar darah.


Tapi Milka membuang pikiran jelek dari benaknya. Dia harus segera mandi untuk menyegarkan diri.


Dan, setelah selesai mandi dan berpakaian, Milka akan merebahkan dirinya di atas kasur, sekali lagi Milka melihat, bercak merah, kali ini di pinggir seprai.


Milka menghela nafas, mungkin memang seperti itu jika menginap di penginapan yang murah.


Milka menyesal saat ke dunia manusia dia tak membawa banyak perhiasan untuk di jual.


Jadinya. Ya, seperti sekarang, dia sangat miskin, bahkan suaminya pun tak pernah datang untuk menemuinya.


"Dasar Raja *****. Dia udah buat aku jatuh cinta, terus hamil anak dia, eh malah dia ngilang!" Omel Milka.


Milka keluar menemui resepsionis, meminta untuk di gantikan dengan seprei baru. Namun, dia tak mendapatkan sambutan hangat dari resepsionis.


"Kalo mau seprai bagus, ya ke hotel mahal, jangan di sini!" Ujarnya tak perduli pada Milka yang mendengarkan.


"Nih, ambil, ganti sendiri!" Resepsionis penginapan memberikan seprei pada Milka dan menyuruh Milka untuk mengganti sendiri.


Mau tak mau, meskipun di perlakukan dengan tidak baik, Milka hanya bisa mengambil seprai itu lalu menghela nafas. Milka tidak mungkin mencari penginapan lain saat sudah sangat malam.


Setelah mengganti sprei, Milka bersiap-siap untuk tidur, k


Milka menutup telinga dan mencoba untuk tidur. Karena dia sudah sangat lelah.


Saat matanya sudah akan terpejam Milka kembali mendengar suara dari kamar sebelah, bahkan suaranya semakin keras.


Lama Milka menunggu mereka selesai melakukannya dan tidak ada suara lagi, saat tapi sekali lagi saat Milka bersiap untuk tidur, mereka malah mulai lagi.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya, suara dari kamar sebelah berhenti juga.


Milka berhasil tertidur, namun Milka terbangun karena merasa ada cairan menetes di wajahnya. Milka terbangun, dia menyentuh cairan yang menetes di wajahnya.


Milka lalu membuka matanya melihat cairan yang ada di tangannya.


Cairan berwarna merah pekat. Baunya sangat menyengat. Milka bangun dan duduk, dia mulai merinding. Cairan itu kembali menetas, Milka mendongak melihat.


Di atas langit-langit kamar itu, seorang pria mengambang di udara dan menatap Milka dengan pandangan mesum.


"Si-siapa kamu?" Tanya Milka dengan takut-takut.


"Kau tidak ingat aku sayang?" Katanya sambil menyipitkan mata.

__ADS_1


Dan, dia masih mengambang di udara menatap Milka. Jelas, dia bukan manusia.


"Ayo kita bersenang-senang, tadi di kereta kita tidak sempat melakukannya." Kata hantu itu.


Sekarang, Milka ingat siapa hantu itu. Dia adalah pria yang tadi di kereta bersama pacarnya.


Ternyata dia adalah hantu. Hantu yang menyamar jadi manusia.


Milka ingin lari, tapi tubuhnya menjadi kaku, dia tak bisa berkerak walau sekeras apapun dia mencoba.


Saat memikirkan apa yang harus dia lakukan. Milka ingat pada Darent.


"Darent, tolong aku...."


"Yang Mulia anda tidak apa-apa?" Tanya Darent terlihat begitu khawatir.


"Hantu itu." Milka menunjuk ke arah hantu yang masih mengambang di udara.


"Siapa kau?" Tanya hantu itu pada Darent.


"Kau tidak perlu tau siapa aku.". Sahut Darent.


Hantu itu tertawa mendengar ucapan Darent.


"Sebaiknya kau pergi saja, dan serahkan wanita itu padaku. Aku jarang sekali bertemu dengan wanita yang seperti dia. Aroma tubuhnya sangat wangi, aku jadi sangat ingin menikmatinya. Kata hantu itu sambil tertawa.


"Kurang ajar!" Darent menjadi marah.


"Akan aku habisi dan aku bawa kau ke Underworld untuk di hakimi!" Ujar Darent.


Mendengar kata Underworld membuat nyali hantu itu menciut.


"Siapa kau?" Tanya hantu itu.


"Aku pengawal Istana." Kata Darent semakin membuat hantu itu gentar.


"Maafkan aku, aku bersalah. Aku tidak akan mengulanginya lagi, tolong biarkan aku pergi." Kata hantu itu kini sudah berlutut di hadapan Darent.


"Kau sudah berani pada Permaisuri, maka tak ada ampun untukmu!" Kata Darent.


"A-apa?" Belum habis keterkejutan hantu itu. Darent sudah membinasakannya.


"Terima kasih Darent." Ucap Milka.


"Harusnya Yang Mulia Permaisuri cepat memanggilku." Kata Darent.


"Aku tidak bisa berpikir. Mungkin perjalanan panjang membuatku sangat kelelahan." Kata Milka.

__ADS_1


"Jika Yang Mulia merasa sangat lelah, tidurlah, hamba akan menjaga Yang Mulia." Kata Darent.


"Terima kasih Darent." Ucap Milka lalu memejamkan matanya.


__ADS_2