Suami Hantu

Suami Hantu
Pangeran Ells


__ADS_3

"Terus di tempat tinggal suami kamu sama enggak sama di sini Mil?" Tanya Glydis ingin tau.


Milka mulai mengingat-ingat tentang Underworld. Tentang Kediaman-kediaman di sana, dan semuanya.


"Sama sekali enggak sama Dis. Beda total." Ucap Milka setelah membandingkan ke dua dunia itu. Alam baka dan alam dunia manusia.


"Emangnya gimana sih Mil di sana? Aku jadi penasaran deh." Kata Glydis.


"Enggak usah penasaran. Kamu pernah nonton enggak drama kolosal Korea sama China?" Tanya Dennis.


"Pernah dong, itu tuh favorit aku." Sahut Glydis menganggukkan kepalanya.


"Nah, persis kayak gitu. Jadi enggak usah penasaran." Ujar Dennis.


"Benaran Mil kayak yang Dennis bilang?" Tanya Glydis pada Milka untuk memastikan apakah yang di katakan Dennis itu benar


"Kayaknya sih, emang gitu Dis." Jawab Milka.


"Iiih makin penasaran deh aku." Ucap Glydis. Jika bisa Glydis ingin pergi ke Underworld untuk memastikan semuanya. Jika benar seperti apa yang di katakan Dennis. Berarti Milka adalah perempuan yang beruntung karena bisa merasakan seperti yang ada di drama-drama favoritnya itu.


"Seru pasti Mil, aku mau dong ke sana." Kata Glydis pada Milka berharap dia bisa mengunjungi Underworld.


"Kamu mau ke sana Dis?" Dennis bertanya pada Glydis.


"Iya Den, mau." Jawab Glydis antusias menyangka jika Dennis akan membantunya.


"Kalo kamu mau, kamu harus meninggal lebih cepat." Ucap Dennis yang membuat Glydis menghujaninya dengan cubitan.


"Jahat banget sih Den." Ucap Glydis. Melihat tingkah kedua temannya itu membuat Milka hanya tertawa.


****


Milka sampai di Underworld, Milka sudah tak sabar ingin menemui Raja, dia sudah merasa sangat rindu pada suaminya itu. Setelah membersihkan badan Milka lalu akan menemui Raja di kediamannya.


"Aku ingin ke kediaman Yang Mulia, apa kalian ingin ikut?" Tanya Milka pada Clona dan Grasil.


"Tentu saja Putri." Sahut Clona dan Grasil.


"Putri Aerish. Apakah kau ingin menemui Yang Mulia?" Tanya Putri Electra Saat di perjalanan akan ke kediaman Raja Milka bertemu dengannya bersama dengan rombongannya.


"Iya Putri, aku ingin ke kediaman Yang Mulia untuk menemuinya." Sahut Milka.


"Kau ingin kemana?" Tanya Milka.


"Aku ingin ke taman Hannan." Jawab Putri Electra, bahwa dia akan ke taman Hannan. Taman terbesar yang ada di Underworld. Taman yang penuh dengan bunga-bunga indah dab wangi yang berbagai warna.


Setelah memberikan hormatnya pada Putri Electra Milka melanjutkan langkahnya untuk menemui Raja di kediamannya.

__ADS_1


"Yang Mulia sedang tak ada Putri Aerish." Beritahu penjaga pada Milka yang telah sampai di pintu kediaman Raja.


"Memangnya ke mana Yang Mulia pergi?" Tanya Milka.


"Yang Mulia sedang berada di pengadilan Helles Putri." Jawab pelayan yang saat itu keluar dari ruangan Raja setelah membersihkan ruangan itu.


"Seperti itu ya." Milka akhirnya pergi setelah penjaga dan pelayan memberikan hormat padanya.


"Yang Mulia pasti sedang sibuk Putri." Kata Clona.


"Ku dengar para penanggung jawab Helles sedang sibuk untuk menangkap Roh." Kata Grasil.


"Roh?" Ulang Milka.


"Iya Putri, ku dengar Roh itu sudah hidup ratusan tahun di dunia manusia." Kata Grasil menceritakan kabar yang di dengarnya.


"Sekarang kita akan kemana Putri?" Tanya Clona.


"Kita kembali ke kediaman saja," Jawab Milka. Dan mereka pun berjalan kembali ke kediaman Milka.


Namun di perjalanan mereka bertemu dengan seorang Laki-laki yang berwajah tampan. Berambut hitam panjang yang di kucir.


"Kau pasti Putri Aerish? Iyakan?" Tanyanya mencondongkan tubuhnya ke arah Milka. Membuat Milka terpaksa melangkah mundur.


"Pangeran.." Clona dan Grasil membungkuk hormat pada laki-laki yang di sebut pangeran itu.


"Iya Pangeran." Sahut Clona.


"Apakah dia ada di sana?" Tanyanya lagi.


"Yang Mulia sedang berada di Helles." Jawab Clona.


"Ya... Sayang sekali, padahal aku ingin menemuinya." Katanya mengaruk-garuk kepala.


"Baiklah Putri Aerish sampai ketemu lagi nanti. Silakan lanjutkan perjalananmu." Ucapnya Melihat Milka lalu mengedipkan sebelah mata pada Milka. Membuat Milka tercengang dengan tingkahnya.


"Dia siapa?" Tanya Milka saat hanya punggung laki-laki itu yang terlihat.


"Dia adalah Pangeran Ells." Ucap Grasil menyebut nama laki-laki yang memiliki gelar Pangeran itu.


"Pangeran Ells.." Ulang Milka dengan alis yang bertaut.


"Iya Putri. Pangeran Ells adalah adik sepupu Yang Mulia." Jelas Clona.


Milka hanya mengangguk telah mengerti. Milka baru tau jika ternyata Yang Mulia Raja memiliki sepupu.


Ini pertama kalinya dia melihat sepupu Raja itu. Saat pengobatan pemberian gelar untuknya dia tak melihatnya, atau dia yang tak memperhatikannya? Karena waktu itu dia masih merasa bingung dengan keadaannya saat itu.

__ADS_1


****


"Kau di sini juga." Suara seorang laki-laki mengagetkan Putri Electra. Dan, dengan cepat Putri Electra menoleh untuk melihat pemilik suara itu.


"Pangeran Ells kau mengagetkanku." Ucap Putri Electra yang tadi terkejut.


"Benarkah? Maafkan aku," Ucapnya memasang wajah bersalah karena telah mengagetkan Putri Electra.


"Simpan wajah menyesalmu itu. Karna kau tau kau pasti sengaja." Putri Electra menebak.


"Tebakanmu benar, apakah aku harus memberikan hadiah untukmu Putri?" Tanya Pangeran Ells.


"Tak perlu. Karna jika aku mengatakan ya, pasti kau akan mengusiliku lagi." Putri Electra sudah hafal benar tingkah usil Pangeran Ells. Dia tak pernah serius pada apa pun, bahkan jika dia mengatakan dia serius, jangan mempercayainya. Karna bisa saja itu adalah prank.


"Kapan kau kembali?" Tanya Putri Electra.


"Pagi tadi aku kembali menginjakkan kakiku di tempat ini." Ucap Pangeran Ells.


"Lalu kenapa kau tak langsung mengunjungiku?" Tanya Putri Electra.


"Kau merinduiku ya?" Tanya Pangeran Ells menggoda Pitri Electra.


"Tidak, aku hanya ingin bertanya kapan kau pergi lagi agar hidupku di Underworld ini bisa tenang." Ujar Putri Electra.


"Kau jahat sekali Putri Electra." Kata Pangeran Ells.


"Aki yang tertindas di sini. Bukan kau." Ucap Pangeran Ells Lagi.


"Benarkah? Tapi kenapa aku merasa kau adalah biang masalah di hidupku. Kau ingat terakhir aku mendapat masalah, dan aku mendapat hukuman dari Raja." Putri Electra mengingatkan Pangeran Ells kembali.


"Karna ulahmu Raja menghukumku." Putri Electra mengingatkan Pangeran Ells akan kesalahan yang membuat dia di berikan hukuman karena membelah Pangeran Ells,


"Aku berterima kasih atas bantuanmu itu Putri Electra." Ucap pangeran Ells dengan wajah tanpa dosa.


"Kau benar-benar ya." Putri Electra menjewer telinga Pangeran Ells dengan kuat.


"Sakit..." Teriak Pangeran Ells mencoba melepaskan diri dari jeweran Putri Electra.


"Kau harus menerima ini Pangeran. Kau membuatku dalam kesulitan saat itu, kau tau." Putri Electra semakin memperkuat jewerannya, dan Pangeran Ells semakin berteriak kesakitan.


"Akan aku lepaskan asalkan kau berjanji tak akan melibatkanku dalam masalahmu lagi." Pinta Putri Electra.


"Iya aku berjanji tak akan membuatmu dalam maslah lagi." Sahut Pangeran Ells. Lalu Putri Electra pun melepaskan jewerannya.


"Aku bohong.." Ucap Pangeran Ells lalu berlari jauh.


"Dadar kau...." Geram Putri Electra mengejar Pangeran Ells. Keduanya terlihat begitu akrab sekali. Karena setelahnya mereka berdua pun tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2