Suami Hantu

Suami Hantu
penjaga jembatan kehidupan


__ADS_3

"Ozald? Siapa dia?" Tanya Milka pada Darent.


"Ozald adalah penjaga jembatan kehidupan, dalam tiga ratus tahun sekali, Ozald akan berubah menjadi bola Cristal air. Karena sesuatu kejadian, bola Cristal air itu menghilang." Kata Darent menjelaskan semuanya pada Milka.


"Karena penjaga jembatan kehidupan menghilang, jembatan kehidupan menjadi tidak berguna." Sambung Darent lagi.


"Apa benar kau menyembunyikan bola itu?" Tanya Milka menatap gadis yang berdiri dengan wajah takut itu.


"Siapa kalian? Jika kalian orang jahat, lebih baik kalian membunuhku saja. Aku tidak akan mengatakannya." Kata gadis itu dengan mata menantang.


"Kami bukan orang jahat, ini Darent dia ke satria Underworld." Kata Milka.


"Underworld?" Ulang gadis itu.


"Iya." Milka mengangguk.


"Bohong! Kalian pasti par penjahat yang ingin membunuhnya kan!" Ucap gadis itu memegang tongkat pemukul di tangannya dan mengarahkannya pada Milka dan Darent.


"Tidak, kami bukan orang yang jahat." Kata Milka.


"Jangan membohongiku! Kalian pasti ingin membunuhnya!" Teriak gadis itu.


Seseorang tiba-tiba muncul menendang Darent, seketika Darent terpental ke depan.


"Siapa kalian?!" Tanyanya pada Milka dan Darent.


"Aku adalah ke satria Underworld, dan ini adalah Yang Mulia permaisuri Underworld buat


Dia adalah seorang remaja, mungkin usianya sekitar antara 17-18 tahun.


Milka raut matanya tampak mengerikan, seperti binatang buas yang sedang menatap makhluk yang mengancamnya.


"Jika kalian macam-macam, aku akan membunuh kalian berdua!" Tukasnya.


"Sudah, jangan sakiti mereka,jangan berbuat masalah." Kata gadis itu memegang tangan pria remaja.


Setelah gadis itu mengatakan hal itu, raut mata si remaja sedikit mereda. Sepertinya dia patuh pada gadis itu.


"Sebaiknya kalian pergi sebelum dia berubah pikiran." Kata si gadis.


"Ozald, ternyata kau di sini." Tiba-tiba saja Raja muncul, dia sudah berubah menjadi dirinya sendiri.


Ketika gadis itu melihat kemunculan Raja yang tiba-tiba, dia menunjukkan ekspresi ketakutan, dan tanpa sadar bersembunyi di belakang si pria remaja.


"Siapa kau?" Tanya si pria remaja, dia tak terlihat takut sedikitpun dengan kedatangan Raja yang tiba-tiba saja muncul.

__ADS_1


"Aku? Apa aku harus menyebutkan siapa aku?" Ucap Raja.


Si pria remaja menajadi marah, di kepalanya keluar seperti tanduk. Pupil matanya berubah menjadi warna keemasan.


Si pria remaja menjaga gadis itu di belakangnya, sepertinya dia sudah siap dengan kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.


"Sepertinya kau lupa pada asal-usulmu. Dan, kau lupa siapa aku." Ucap Raja.


Dari nada suara Raja, Milka tahu jika Raja sedang marah, mungkin Raja marah karena pria remaja yang adalah penjaga jembatan kehidupan tak mengenal dirinya.


"Yang Mulia, kita pulang saja, biarkan mereka pergi dulu. Karena sepertinya jika kita melanjutkan, hal tidak baik akan terjadi." Kata Milka mencoba menenangkan Raja.


Milka memberitahu pada gadis itu dan pria muda untuk kembali naik ke atas, tapi melarang mereka untuk kabur karena dia pasti akan datang lagi untuk bicara.


Gadis itu mengangguk dan menarik pergi si pria muda kembali ke lantai atas.


"Sebaiknya kita juga kembali Yang Mulia." Kata Milka.


"Kenapa kau membiarkan mereka pergi?" Tanya Raja.


"Aku hanya tidak ingin kau bertarung dan melukainya." Sahut Milka.


"Lain kali kita bisa kembali dan berbicara baik-baik dengan mereka berdua." Kata Milka.


"Kita harus membawanya kembali ke Underworld, dia kehilangan ingatannya, jika kembali ke Underworld dia akan ingat semuanya, tapi kau malah menyuruh mereka pergi." Kata Raja.


"Aku tidak bermaksud seperti itu Permaisuri, aku juga tidak marah padamu." Ucap Raja.


"Tidak marah? Tapi kenapa wajahmu seperti itu? Kau terlihat marah padaku! Aku mau pulang, aku capek." Milka langsung keluar dari rumah gadis itu.


"Ayo, kita pergi sama-sama." Raja mengejar Milka.


"Tidak, aku bisa pulang sendiri!" Kata Milka jalan dengan langkah cepat.


Sepertinya Milka merajuk, mengira tadi Raja marah padanya.


Raja hanya Milka menghela nafas lalu mengikuti Milka dari belakang, dia tahu bagaimana sikap.istronya itu ketika sedang merajuk.


Sedang Darent, dia menatap keduanya dengan heran.


Milka masuk kedalam kamar marah, sedang Raja, dia. sudah berubah wujud menjadi Niko, dia mengetuk-ngetuk pintu kamar Milka.


"Apa!" Tanya Milka dengan nada tinggi.


"Kita harus bicara." Kata Niko.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu di bicarakan!" Sahut Milka kembali menutup pintu kamarnya dengan keras.


"Apa kalian sedang bertengkar?" Tanya Natalie yang ternyata menyaksikan semuanya, karena dia sedang duduk di ruang tengah menonton televisi.


Niko menganggukkan kepalanya.


Natalie, dia hanya tahu jika Milka dan Niko adalah sepasang kekasih, dan Niko adalah seorang paranormal. Hanya sebatas itu yang di ketahui oleh Natalie.


"Sepertinya mau harus lebih bekerja keras, karena jika wanita sedang ngambek, itu akan butuh waktu yang tidak sebentar." Kata Natalie.


Niko dengan pasrah hanya bisa membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam kamar.


Dua tahu, jika Milka sedang merajuk, dia tidak akan muda untuk di pujuk.


Raja merasa bersalah pada diri sendiri, seharusnya tadi dia lebih bisa mengontrol nada bicaranya.


Milka keluar dari kamarnya dan duduk di sebelah Natalie di sofa panjang.


"Kalian bertengkar?" Tanya Natalie.


"Tidak." Sahut Milka.


"Jelas kalian bertengkar." Kata Natalie.


"Yang mulai dia, kenapa dia harus bicara dengan nada yang begitu tinggi denganku." Kata Milka terlihat kesal.


"Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi, aku tidak lunya pacar, jadi aku tidak mengerti tentang dunia perpacaran." Kata Natalie.


"Oiya, apa kau dengar kabar tentang Faby?" Tanya Milka pada Natalie.


"Untuk apa aku mendengar kabar darinya." Sahut Natalie.


"Mungkin saja kau bertemu dengannya atau dia menghubungimu." Kata Milka.


"Dia sudah jauh lebih baik, bahkan dia sudah keluar dsri rumah sakit, tadi pagi dia menghubungiku, mengatakan jika aku tidak perlu mengembalikan uang sewa kepadanya." Ujar Natalie memberitahu Milka.


"Apa dia akan kembali menyewa di sini?" Tanya Milka.


"Tidak, dia tidak akan kembali, sepertinya dia akan tinggal dengan saudaranya. Ya, itu bagus, jadi kita tidak perlu tinggal serumah dengan orang rese sepertinya." Kata Natalie.


Milka hanya mengangguk, dia juga tidak berapa nyaman tinggal serumah dengan orang seperti Faby. Kepribadian Faby terkadang menyulut emosi.


"Kuharap dia tidak trauma dengan kejadian yang menimpanya." Kata Milka penuh harap. Semoga Faby akan baik-baik saja dan melewati semuanya dengan baik.


"Aku malah berharap sebaliknya. Jika dia merasa trauma, mungkin dia tidak akan sembarangan lagi melakukan hubungan seperti itu dengan pacarnya, apalagi setiap malam yang menganggu tidur dan kenyamanan orang." Kata Natalie.

__ADS_1


"Ya, aku setuju jika tentang itu." Jawab Milka.


Keduanya pun tertawa mengingat jika tidur malam mereka tidak pernah nyenyak saat keberadaan Faby di rumah itu.


__ADS_2