Suami Hantu

Suami Hantu
Tidak bisa


__ADS_3

Dava menatap biksu itu, tanpa mengatakan apapun, dia hanya menggantungkan papan harapan yang sudah diukir Nemi Li di pohon. Saat baru saja memutuskan panggilannya, salah satu papan tiba-tiba terjatuh ke atas permukaan tanah. Dia membungkuk untuk mengambilnya, lalu menyadari bahwa papan itu adalah papan yang dia gantungkan.


Milka tidak bisa menahan diri dan pergi melihatnya, tulisan yang diukir dalam papan itu adalah nama Alden dan Dava, namun papan tersebut......Terjatuh...... Apakah pohon ini menyadari bahwa salah satu dari mereka sudah mati?


Dava sepertinya merasakan ada yang tidak beres dengan bagian belakang papan kayu itu, tatapannya langsung membeku ketika membalik papan tersebut. Ada sederet tulisan kecil di belakang papan kayu itu: Jika Milka tidak bisa kembali, kamu harus menjalani kehidupanmu dengan baik.


Milka merasa sedikit pilu dalam hati, Dava adalah pria dewasa, namun matanya terlihat sangat memerah, air mata bahkan terjatuh di atas permukaan papan kayu......


Milka dulu berpikir bahwa pria yang menangis adalah rpai pengecut, tetapi sekarang Milka tidak merasa seperti itu ketika melihat air mata Dava saat ini.


Nemi Li berjalan menghampirinya dan menepuk punggungnya,”Kakak selalu mengerti dan tahu, pulanglah, simpan papan kayumu ini sendiri."


Night God tiba-tiba berkata,”Langit sudah mulai terang, apakah kalian masih tidak akan pergi? Milka bisa hidup bebas dalam mimpi, namun berbeda dengan kalian, jangan salahkan Milka jika kalian tidak bisa keluar nanti.”


Milka bergegas bertanya,”Apa yang terjadi dengan Dava kemudian?"


Night God berkata,”Di musim dingin tiga tahun kemudian, dia pergi ke medan perang dalam keadaan mengidap penyakit dan mati. Setelah itu, dia masih terus belum bereinkarnasi, dia ingin menunggu Alden di Underworld, tapi Milkang sekali dia tidak sempat menunggunya, hingga dia akhirnya hanya bisa bereinkarnasi, disertai dengan obsesinya. Kalian sudah mengetahui kelanjutannya, sudah, Milka akan mengantar kalian keluar.”


Milka hanya merasa pkamunganku menghitam, ketika lampu menyala kembali, Milka menyadari bahwa Milka sedang berbaring di tempat tidur di ruang tamu rumah keluarga Jin, pengasuh keluarga Jin yang berjaga-jaga di sisi tempat itu langsung bergegas memanggil Paul Jin ketika melihatku terbagun. Paul Jin masuk dan berkata,”Terima kasih, Tuhan, kalian akhirnya bangun, Milka pikir sesuatu terjadi pada kalian......"


Milka menggaruk rambutku dan berkata,”Tidak ada masalah yang terjadi, tapi Milka sudah mengetahui apa yang terjadi pada Peter Jin.” Setelah mengatakan itu, Milka melangkah keluar dari kamar, Niko kebetulan keluar dari kamar sebelah, dia berubah kembali menjadi Niko yang sembrono, tapi Milka tidak ingin menghiraukan dirinya, dia jelas-jelas adalah Matteo Li, namun dia masih saja berbohong kepadMilka dan tidak mengMilkainya, dia juga mengetahui permasalalahan Yasmine itu. Ketika teringat akan hal ini, Milka pun semakin tidak ingin menghiraukannya.


“Hei, apa maksud tatapanmu itu? Apakah Milka menyinggung perasaanmu?” Dia berkata padMilka.


Milka hanya meliriknya tanpa menjawabnya, Milka biasanya tidak menyimpan dendam, sekalipun merasa dendam, Milka akan langsung membalasnya.

__ADS_1


Dia tidak mengatakan apa-apa, Raja tidak terlihat, tidak tahu kemana dia pergi. Milka menemukan ranselku, mengeluarkan mutiara energi negatif dan memasukkannya ke dalam mulutku, Paul Jin bertanya,”Tuan Li, Nona Alice Fan, bagaimana? Anakku masih belum bangun."


Milka tidak berbicara, juga tidak tahu bagaimana mengatakannya, Niko berkata,”Alasannya adalah karena seseorang yang bernama Alden, tapi kamu harus bertanya kepada orang-orang Underworld untuk mengetahui keberadaannya sekarang. Orang yang memicu permasalahannya harus menyelesaikannya sendiri, Milka kira, obsesinya akan lenyap jika dia bisa menemukan Alden. Dia kini hanya menyesal tidak menyadari niat Alden demi dirinya lebih awal, namun diMilkangkan sekali, setelah dia mengetahui segalanya, mereka akan selamanya terpisah. "


Paul Jin kebingungan mendengarnya,” Alden? Siapa itu? Milka tidak terlalu paham mengenai apa yang kamu katakan......"


Niko melambaikan tangannya dan berkata,”Kamu tidak perlu memahaminya, inilah yang terjadi di kehidupan Peter Jin sebelumnya, kesimpulannya, kita sekarang perlu memohon bantuan Yama untuk menemukan orang yang bernama Alden, supaya mereka teringat kembali akan ingatan dari kehidupan sebelumnya, hingga penyesalan di kehidupan sebelumnya bisa diperbaiki, maka obsesinya pun akan ikut lenyap. "


Peter Jin mengerutkan alisnya,”Yama? Tuan Yama? Apakah dia mungkin mau membantu? Sepertinya tidak akan mudah, bukan?”


Niko menunjuk ke arahku,”Dia bisa melMilkakannya."


Milka bergegas berkata,”Milka tidak bisa, Milka tidak akrab dengan Yama. Sungguh. Niko yang mengajariku menggambar, dia jauh lebih hebat dibandingkan diriku, ah, Guru Li, jangan terlalu menyepelekan diri, Milka sangat menantikan kemampuanmu.”


Kalian pasti sedang berckamu, Milka tidak akan pergi mencari Raja sekalipun kalian memukuliku mati-matian.


Niko menatapku dan meninggikan bahunya, dia jelas-jelas memberitahuku bahwa dia tidak bisa melMilkakan apa-apa kecuali Milka pergi menemui Yama.


Milka mengertakkan gigi dan berkata,”Tuan Jin, bangunlah terlebih dahulu, biarkan Milka mencobanya dulu......"


Paul Jin kini beranjak berdiri, Milka harus segera pulang setelah menyelesaikannya, jika ibuku tidak melihatku, ayahku juga tidak bisa membantuku terlalu lama.


Milka mengayunkan liontin giok di leherku, tidak ada respon. Raja tidak mungkin tidak ada di sana. bukan? Bukankah dia keluar bersama dengan kita? Milka masuk ke kamar Peter Jin, Peter Jin masih saja berbaring di kasur dengan mata tertutup, Milka tidak menemukan Raja, ke mana dia mungkin pergi?


“Milka tidak bisa menemukannya, ini bukanlah kesalahanku,”ucapku sambil melirik ke arah Niko.

__ADS_1


Niko menatapku dengan senyuman tak sudi dan berkata,”Dia ada di sini, tapi dia hanya tidak ingin berbicara denganmu."


Milka melihat liontin giok, tidak mau berbicara denganku, atas dasar apa tidak mau berbicara denganku? Dia bertengkar dengan Matteo Li demi seorang wanita, hingga mengabaikanku sendirian, lalu sekarang dia masih saja berani mengabaikanku.


Milka langsung emosi ketika teringat akan hal ini,”Argus Yan, keluar atau tidak?"


Suara Raja yang merendah terdengar,”Ada apa.” Dia tidak menggunakan nada bertanya, melainkan menggunakan nada yang datar.


Milka benar-benar kehabisan kata-kata, jika Milka ingin memohon bantuannya, maka Milka tentu saja tidak boleh bersikap terlalu keras, tetapi jika Milka harus memohon padanya sekarang dengan nada yang senang, Milka juga merasa tidak puas. Paul Jin tidak ikut masuk, ketika Milka teringat kembali akan dirinya yang berlutut demi menyelamatkan putranya di usianya yang seperti ini, Milka juga merasa bersegan.


Milka mengertakkan gigi dan berkata,”Di mana Alden sekarang?"


Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, ternyata dia memilih untuk mengabaikanku. Milka menghela nafas lega dan berkata,”Terakhir kali, bantu Milka untuk terakhir kalinya, Milka tidak akan merepotkanmu lagi kedepannya."


" Alden ada di Underworld dan masih belum reinkarnasi. Dia adalah seorang jenderal di kehidupnya yang lalu, dia sudah membunuh orang yang tidak terhitung lagi jumlahnya, orang seperti itu harus dibersihkan dari dosa-dosanya sebelum dia bisa bereinkarnasi. Kalian bawa sendiri saja roh Peter Jin ke Underworld.”


Milka memberi tahu Niko apa yang dimaksud Raja, Niko menganggukkan kepalanya,”Baiklah, walaupun Underworld itu besar, hingga tidak mudah untuk menemukannya, namun kita juga tidak bisa tidak pergi mencarinya.”


Milka berkata,”Milka harus pulang, kamu urusi saja permasalahan ini sendiri." Milka tidak menginginkan segala jenis bayaran lagi, jika ibuku tidak dapat menemukan diriku, dimana Milka juga menonaktifkan ponselku, dia pasti akan memarahiku ketika Milka pulang nanti, ayah bahkan juga akan ikut dimarahi.


Niko tidak mengatakan apa-apa dan hanya menganggukkan kepalanya.


Milka memberi tahu Paul Jin bahwa sisa permasalahannya akan diserahkan kepada Niko, Milka sudah mau pergi, Paul Jin memberikan sebuah amplop merah tebal kepadMilka, Milkapu tahu bahwa isinya ini tidaklah sedikit. Tetapi Milka tidak menginginkannya, sehingga Milka hanya berkata,”Mari kita bicarakan lebih lanjut jika keadaan putramu sudah membaik, jika tidak, uang ini juga tidak akan berakhir dengan baik.” Sebelum Paul Jin sempat bereaksi, Milka pun langsung melangkah pergi.


Ketika kembali ke rumah, ibuku sudah pergi bekerja, sedangkan ayahku masih tidur, Milka kira Milka hanya akan beristirahat dengan baik dalam beberapa saat ini, lalu bersiap untuk menyambut sekolah baru dan kehidupan yang baru.

__ADS_1


Karena merasa bosan, Milka menyalakan komputerku, notifikasi pesan QQ berdering, jendela percakapan langsung muncul, Milka tertegun cukup lama, Milka baru saja menyalakan komputerku, QQ bahkan belum sempat...... Tapi sekarang jelas-jelas sedang berada dalam keadaan online, jendela percakapan itu, jelas adalah orang yang menyuruhku untuk pergi ke jembatan, lalu mencelakai diriku hingga jatuh ke air dan ingin membunuhku belum lama ini. Dengan kata lain, dia sama sekali bukanlah seorang manusia.


__ADS_2