
"Ini milik siapa?" Tanya detektif menunjukkan sebuah jimat pada mereka berempat.
"Itu jimat milik pacarku." Faby yang menyahut.
Faby melihat bahwa itu adalah kertas jimat milik pacarnya, yang sering pacarnya bawa kemana-mana.
"Milik pacarmu?" Tanya detektif.
"Ya, itu miliknya, dia sering membawa jimat itu kemana pun dia pergi. Dia tak pernah melepasnya.
"Kenapa pacarmu membawa-bawa jimat?" Tanya detektif.
"Aku tidak tau, setiap kali aku bertanya dia tidak pernah mengatakannya padaku." Kata Faby.
Setelah bertanya detektif itu pun pergi meninggalkan mereka berempat.
Ini kesempatan Milka untuk bertanya pada Raja, apakah kematian pacar Faby ada kaitannya dengan roh jahat.
"Aku ingin bertanya, apakah kematian pacar Faby, itu ulah manusia ataukah ulah roh jahat?" Bisik Milk pada Raja yang menjadi Niko.
"Yang menjadikan dia seperti itu adalah roh yang menghisap energi positif pria. Yang artinya dia adalah roh wanita." Jawab Raja.
"Memangnya ada roh seperti itu?" Tanya Milka, selama ini dia hanya tahu roh yang menghisap jiwa.
"Ya, yang melakukan seperti itu adalah roh wanita yang menghisap energi pria." Kata Raja.
Milka merenung sejenak, ternyata dia belum banyak mengetahui tentang roh, ini saja dia baru dengar jika ada hantu wanita yang menghisap energi positif pria, yang membuta pria itu meninggal dengan tubuh kering kerontang
"Apakah roh itu menggunakan Faby untuk menghisap energi positif pacar Faby?" Tanya Milka.
"Ya, mungkin seperti itu. Tapi, kita tidak bisa memastikan sebelum roh itu muncul kembali." Sahut Raja.
Sebelum hari gelap, seorang polisi yang masih muda dan tegap diatur khusus untuk menginterogasi kembali Faby. Selama proses interogasi, hanya Faby dan polisi itu, sedangkan Milka, Natalie dan Niko a.k.a Raja, berada di ruangan yang berbeda dari tempat Faby di introgasi.
Jam sudah menunjuk pukul delapan malam, Milka dan Natalie yang merasa lelah pun terlelap.
Sedang Niko a.k.a Raja, dia meletakkan kepala Milka di pundaknya. Namun, keningnya mengeryit, dia merasakan ada sesuatu yang tak beres yang akan terjadi.
Sedang di ruangan Faby di introgasi, Faby tampak tidak nyaman, dia bersandar di kursi dan mengangkat kepalanya. Polisi muda yang berada di ruangan itu bersama Faby berjalan ke arah Faby untuk memeriksa situasi.
Faby, dia malah meminta polisi muda itu untuk menggosok dadanya, mendengar permintaan Faby, membuat polisi muda itu mengerutkan dahinya heran pada permintaan Faby.
__ADS_1
Saat yang sama, detektif Remy masuk ke ruangan di mana Milka, Natalie dan Niko berada.
"Sebentar lagi giliran mu." Kata detektif Remy pada Niko, jika sebentar lagi giliran Niko yang akan di introgasi.
"Sebaiknya, kalian para polisi, fokus saja pada wanita yang ada di ruang introgasi itu, sebentar lagi kalian pasti akan mendapatkan sesuatu yang menunjukkan siapa pembunuh sebenarnya." Kata Niko.
"Apa? Apa maksudmu?" Tanya detektif, dia tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Niko.
Milka yang sadar dengan dialog Niko dan detektif Remy pun bangun.
Dia berharap Raja tidak membuat sesuatu yang membuat polisi semakin mencurigai mereka.
"Maaf, pak, teman saya ini, dia para normal." Kata Milka.
"Paranormal?" Ulang detektif itu.
"Iya pak, teman saya bilang yang membunuh pacar Faby itu bukan manusia pak,. Tapi roh." Kata Milka, sambil berharap dalam hati jika polisi itu percaya pada apa yang di katakan-nya.
"Apa kalian ingin menipuku?!" Kata detektif tak percaya dengan apa yang Milka sampaikan padanya bahwa Niko adalah seorang paranormal.
"Jika kau tam percaya, aku bisa membuktikannya." Ucap Niko.
"Suruh polisi muda yang sedang mengintrogasi wanita itu untuk tak menolak rayuan wanita itu." Kata Niko.
"Apa?"
"Jika kau ingin mengungkap pembunuhnya maka lakukan saja yang aku katakan." Kata Niko lagi.
"Baik, aku akan percaya padamu, tapi jika sampai kau berbohong, aku pasti akan penjarakan kau." Kata detektif itu.
Niko menerimanya, jika yang dia katakan salah, maka dia siap di penjarakan.
Detektif itu pun memanggil polisi muda, dan meminta polisi muda itu untuk tak menolak permintaan dan rayuan Faby.
Meskipun awalnya polisi muda itu, menolak, tapi akhirnya dia setuju juga untuk di jadikan umpan.
Polisi itu kembali ke ruangan di mana Faby sedang duduk dengan tangan di borgol.
"Dari mana saja? Aku menunggumu." Faby berkata dengan begitu manjanya.
"Ayo kita lanjutkan yang tadi terhenti." Kata Faby lagi.
__ADS_1
"Melanjutkan apa?" Tanya polisi muda itu.
"Lanjutkan, aku ingin kau menyentuh dadaku, Kemarilah dan lakukan dengan cepat." Kata Faby tanpa malu-malu.
Milka, Niko, Natalie dan detektif sedang memantau di monitor saat polisi muda itu meletakkan tangannya di dada Faby, sesaat setelah itu Faby menyunggingkan senyum aneh yang menandakan jika hantu perempuan itu telah muncul.
Perlahan-lahan borgol di tangan Faby lepas secara otomatis. Setelah borgol di tangan Faby lepas, Faby langsung menyerang ************ polisi muda tersebut. Polisi itu tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa diam.
Terlihat dari monitor, jika Faby yang telah di rasuki roh jahat membuka perlahan resleting celana polisi muda itu, hingga membuat polisi muda itu menegang.
Faby mulai memainkan milik polisi muda itu dengan aktifnya, sedang polisi muda hanya pasrah merasakan mulut Faby yang hangat di bawahnya.
"Kita harus masuk sekarang, jika lebih lama dia juga akan mati seperti pacar wanita yang sedang di rasuki itu." Kata Niko pada detektif.
"Tunggu di sini, kalian berdua tidak usah masuk." Kata Niko.
Milka dan Natalie pun mengangguk setuju, mereka juga tak ingin, jika mereka berdua masuk ke dalam, mereka akan membuat susah, siapa tahu, roh itu tiba-tiba mengincar mereka berdua.
Jadinya, Milka dan Natalie hanya akan melihat di monitor saja.
Niko dan detektif masuk di saat yang tepat, saat roh jahat itu hendak menghisap energi si polisi muda.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya detektif pada Faby.
"Kurang ajar! Kau menganggu kesenanganku!" Kata Faby dengan suara yang terdengar sudah berbeda.
"Keluar dari tubuh wanita itu." Kata Niko dengan lembut.
Sebenarnya jika bukan karena kasihan pada Milka yang terus berada di kantor polisi, Raja sangat malas ikut campur dalam hal itu, apalagi dia sedang dalam penyamaran sebagai manusia biasa.
"Siapa kau!" Tanya roh wanita itu.
Jelas dia tidak mengetahui jika Niko adalah Raja, si penguasa Underworld, karena Raja telah membuat energinya tak terlihat, bahkan tak bisa di rasakan oleh para roh.
"Aku seorang paranormal." Jawab Niko.
"Untuk apa seorang paranormal sepertimu ikut campur urusanku!" Roh yang berada di tubuh Faby marah menatap ke arah Niko.
"Karena kau sudah melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan." Kata Niko.
"Aku tidak perduli!" Ucap roh itu menatap tajam Niko.
__ADS_1