
"Mil mukanya ceria banget kayaknya pagi ini." Kata Dennis yang melihat Milka terus tersenyum.
"Iya Mil, senyum mulu dari tadi. Ada apa sih Mil? Kasi tau dong ke kita." Ucap Glydis yang penasaran apakah yang membuat sahabatnya itu begitu senang pagi itu.
"Ada deh." Sahut Milka tak ingin menceritakan apa yang membuat hatinya sangat berbunga-bunga.
"Pasti kamu lagi jatuh cinta ya Mil." Kata Glydis asal.
"Kok kamu tau?" Tanya Milka kaget.
"Biasanya sih gitu, drama yang aku tonton kayak gitu Mil." Ujar Glydis.
"Jadi benaran kamu lagi jatuh cinta Mil?" Tanya Dennis.
"Jatuh cintanya sama Raja atau sama yang lain Mil? Atau jangan bilang kamu jatuh cinta sama aku." Dennis terlihat begitu percaya diri saat mengatakan jika mungkin Milka jatuh hati padanya.
"Pede banget kamu Den." Ucap Glydis.
"Aku emang jatuh cinta, tapi yang pasti bukan sama kamu Den." Kata Milka yang meruntuhkan kepercayaan diri Dennis yang baru sebentar tadi timbul.
"Makanya Den, enggak usah terlalu percaya diri gitu. Jatuh kan jadinya, malu kan jadinya." Ujar Glydis menertawai Dennis.
"Senang banget kayaknya kamu Dis, Atau jangan-jangan kamu naksir aku ya, makanya senang pas Milka enggak naksir sama aku." Kini Dennis berpindah pada Glydis.
"Jawab Dis, kamu naksir Dennis enggak?" Tanya Milka mengikuti permainan Dennis untuk menggoda Glydis kali ini.
"Iiih ogah aku naksir kamu Den." Kata Glydis. Dia tak memiliki perasaan lebih pada Dennis. Dan, hanya menganggap Dennis sebagai sahabat saja.
"Iya deh, aku juga enggak mau di taksir sama cewek lelet kayak kamu Dis, cantik tapi ngelag." Ucap Dennis meledek Glydis.
"Aku juga malas naksir sama kamu. Huuh." Kata Glydis buang muka lalu berjalan ke kelas.
__ADS_1
"Glydis ngambek tuh gara-gara kamu Den, pujuk gi." Ucap Milka lalu mengikuti Glydis ke kelas.
"Ngambek ya Dis?" Tanya Dennis.
"Enggak, bete aja aku." Sahut Glydis tak memandang Dennis.
"Jangan ngambek-ngambek dong, cantiknya hilang tuh." Ucap Dennis mencoba memujuk Glydis.
"Biarin." Glydis masih membuang muka.
"Biasanya Glydis berhenti ngambek kalo di traktir makan di kantin." Milka memberi solusi bagaimana memujuk Glydis.
"Udah enggak usah ngambek Dis, istirahat nanti aku traktir makan deh." Dennis mengikuti saran dari Milka untuk memujuk Glydis.
"Malas, enggak mau aku." Tolak Glydis.
"Gagal Mil." Toleh Dennis ke arah Milka.
"Aku traktir kamu apa aja deh yang kamu mau." Tawar Dennis lagi, kembali mengikuti saran Milka.
"Benaran ya, apa aja yang aku mau, aku pesan di kantin nanti?" Glydis ingin memastikan apakah yang di katakan Dennis itu benar.
"Iya, apa aja yang kamu mau makan di kantin aku yang bayar." Ucap Dennis.
"Kamu saksinya ya Mil, kalo Dennis langgar kata-katanya dia akan di kebiri sama suami kamu." Dennis meminta Milka menjadi saksi ucapan Dennis yang mengatakan dia yang akan traktir pada jam istirahat nanti.
"Okay Dis tenang aja." Ucap Milka.
"Tega banget deh. Habis deh uang jajan seminggu." Kata Dennis menghela nafas.
"Risikonya bikin aku ngambek." Ucap Glydis, akhirnya Glydis dan Milka pun tertawa, mereka berdua berhasil mengerjai Dennis.
__ADS_1
"Kalian berdua sekongkol yah, ngerjain aku ya kalian." Sadar Dennis bahwa kedua sahabatnya itu sedang mengerjainya.
"Iya deng. Kena deng kamu." Kata Glydis.
"Uuhh, syukur deh, berarti aku enggak usah traktirkan? Kalian kan cuman bercanda." Dennis menghela nafas lega, karena dia tak perlu mengeluarkan uang jajannya yang untuk seminggu itu untuk mentraktir Glydis.
"Iiih enggak bisa dong Den, kamu kan udah janji." Glydis tak ingin membatalkan Dennis untuk mentraktirnya.
"Udah enggak usah ribut-ribut. Aku yang traktir kalian hari ini." Ujar Milka. Ya, mumpung hari ini dia dapat uang jajan lebuh dari Nyonya West.
"Benaran Mil? Kamu traktir kita berdua?" Tanya Dennis memastikan apakah yang di dengarnya itu benar.
"Iya aku yang traktir." Ulang Milka.
"Selamat uang jajanku. Thanks Mil, your self mau life." Ucap Dennis karena Milka telah menyelamatkan dirinya dari mengeluarkan uang jajannya.
"Sok english kamu Den," Kata Glydis.
"Aku kalo senang emang gitu, bahasa english aku tuh keluar." Jawab Dennis menyombongkan diri.
"Ya deh, suka-suka deh Den." Sahut Milka. Lalu mereka bertiga tertawa lepas bersama dengan kekonyolan masing-masing.
****
"Aduhh, para udil-udil lagi maam nin." Seperti biasa Melody datang untuk merusuh.
"Aduuh, sih rese datang ngeganggu nih." Ucap Glydis.
"Aduuh jadi kenyang mendadak nih." Kata Milka.
"Iya nih. Jadi enggak selera." Ucap Dennis namun masih tetap menyuap nasi uduknya.
__ADS_1
"Dasar udil." Dengan kesal Melody meninggalkan Milka, Glydis dan Dennis, menuju meja kosong yang lain. Tampaknya dia tak berani terlalu banyak bicara karena teman-temannya sedang tak bersamanya.