
"Ada apa Putri? Kenapa kau terlihat sedih?" Tanya Clona saat melihat Milka pulang dari sekolah.
"Aku hanya lelah Clo." Sahut Milka lalu merebahkan diri diatas kasurnya.
Lalu Clona bertanya pada Grasil apa yang terjadi hingga membuat Milka menjadi sedih dan murung.
Grasil pun menceritakan bahwa tadi Milka bertemu dengan ayahnya, namun, dia di abaikan. Seperti orang yang tak terlihat oleh ayahnya. Itulah yang membuat Milka menjadi sedih.
Sampai malam tiba Milka tak juga beranjak dari kasur, tak mengganti baju bahkan tak makan.
"Jangan seperti ini. Bangunlah, ganti bajumu dan makan." Ucap Raja yang sudah berada di ruangan Milka dan mengusap lembut rambut Milka.
"Hatiku sakit, sangat sakit.." Milka kembali meneteskan air mata mengingat ayahnya.
"Jangan menyiksa dirimu pada sesuatu yang menyakitkan. Aku tak ingin melihatmu seperti ini hanya karna sesuatu yang tak berguna." Ujar Raja.
"Tapi dia ayahku. Ayah yang dulu begitu baik padaku." Sepertinya Milka masih tak dapat menerima perubahan ayahnya pada dirinya.
"Putri Aerish..." Panggil Raja membuat Milka menatap Raja.
"Jangan menyakiti hatimu hanya karna sesuatu yang pernah membuatmu merasa bahagia. Karna apa yang kita miliki hari ini bisa saja itu akan hilang pada esok harinya." Raja berucap dengan bijaksana agar Milka tak terus larut dalam kesedihannya mengingat perlakuan ayahnya.
Lalu Raja memeluk Milka dan mengusap pelan rambutnya dengan penuh sayang. Milka yang mendapat perlakuan seperti itu dari Raja merasa hatinya kembali hangat,
"Terima kasih Yang Mulia." Ucap Milka.
"Ganti baju dan makanlah, aku harus kembali ke ruang kerjaku. Karna ada yang harus ku lakukan." Kata Raja pada Milka.
"Baiklah, aku akan ganti baju dan makan." Turut Milka. Setelah mengecup sayang dahi Milka Raja kembali ke ruang kerjanya. Hati Milka pun kembali berbunga-bunga di buat Raja.
Clona dan Grasil yang masuk ke ruangan Milka setelah Raja pergi melihat perubahan yang terjadi.
__ADS_1
Wajah Milka yang tadinya terlihat murung dan sedih kini ceria, dan senyum tak lepas dari bibir tipisnya.
"Tampaknya Yang Mulia Raja adalah obat mujarab untuk mengobati kesedihan Putri Aerish ya Grasil." Ucap Clona sengaja menggoda Milka.
"Ya, mulai sekarang jika ada yang murung dan sedih sebaiknya kita meminta Raja untuk datang." Sahut Grasil ikut-ikutan menggoda Milka.
"Aku lapar, apa ada makanan?" Tanya Milka tak ingin memperpanjang godaan Clona dan Grasil karena dia merasa malu.
"Aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan untuk Putri." Kata Clona segera meminta pelayan membawakan makanan untuk Milka.
****
"Yang Mulia. Permaisuri ingin menemui anda." Beritahu pelayan pribadi Raja.
"Biarkan dia masuk." Ucap Raja. Lalu Permaisuri pun masuk untuk menemui Raja.
"Yang Mulia maaf mengganggumu." Kata Permaisuri.
"Aku hanya ingin melihatmu, karna Yang Mulia tak pernah mengunjungi kediamanku." Ucap Permaisuri.
"Maaf Permaisuri, banyak yang ku kerjakan jadi aku tak sempat mengunjungi kediamanmu." Kata Raja tak bohong karena memang akhir-akhir banyak yang dia kerjakan, urusan Istana dan juga Milka tentunya.
"Aku mengerti, makanya aku datang mengunjungi Yang Mulia." Namun bisa di lihat dari pancaran mata Permaisuri jika dia sangat merindukan Raja. Dan, hanya dengan melihat Raja rasa rindunya sedikit terobati.
Dan, Raja tau perasaan Permaisuri padanya, tak ada yang tak Raja ketahui tentang perasaan Permaisuri padanya, tapi Raja tak ingin memberikan harapan kosong dengan bermanis-manis pada Permaisuri.
Bahkan selama ratusan tahun bahwa Permaisuri memiliki perasaan cinta padanya, dia tau tentang itu. Dia hanya sengaja mengabainya agar Permaisuri tak berharap.
Namun ternyata takdir berkata lain, Permaisuri ternyata di tunjuk untuk menjadi istrinya. Permaisuri Underworld.
"Yang Mulia, besok adalah malam-"
__ADS_1
"Aku tau, tapi aku tak bisa." Potong Raja saat Permaisuri akan membahas malam pemberkatan mereka.
"Aku tau Yang Mulia. Tapi sebaiknya Yang Mulia datang agar tak ada yang membicarakanmu." Ucap Permaisuri tak ingin ada gosip tentang Raja dan juga dirinya.
"Baiklah Permaisuri aku akan datang." Kata Raja. Dia juga tak ingin jika Permaisuri mendapatkan prasangka buruk dari penghuni Underworld.
Meskipun tak memiliki perasaan yang istimewa pada Permaisuri, Raja tetap menjaga nama baik dan juga pandangan penghuni Underworld pada Permaisuri.
"Baiklah Yang Mulia, aku akan kembali ke kediamanku." Permaisuri pun memberikan hormatnya pada Raja lalu pergi dengan kecewa. Karena untuk ke sekian kalinya Raja menolak malam pemberkatan mereka.
****
Di kediamannya Permaisuri meneteskan air mata atas cintanya yang tak pernah terbalas. Selama ini dia begitu sabar mendampingi Raja namun tak pernah sedikit pun Raja meliriknya.
Hati Raja bagaikan batu yang tak bisa dia luluhkan. Segala cara telah dia lakukan agar Raja bisa membalas perasaannya namun hanya sia-sia.
"Yang Mulia ada apa?" Tanya Nyonya East melihat Permaisuri menangis dalam diam.
"Hatiku terasa sakit. Semakin hari semakin terasa menyakitkan." Ucap Permaisuri memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.
"Yang Mulia.." Nyonya East menghentikan Permaisuri dari memukul-mukul dadanya.
"Jangan menyakiti dirimu Yang Mulia." Nyonya East menggenggam tangan Permaisuri.
"Raja, aku begitu mencintainya. Tapi kenapa dia tak pernah ingin membalas perasaanku." Tangis Permaisuri pecah.
"Yang Mulia.." Panggil Nyonya East yang melihat Permaisuri begitu kasihan dengan perasaan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
"Aku menunggunya cukup lama tapi tak pernah sekali pun dia melihatku sebagai wanitanya." Tangis sendu Permaisuri terdengar begitu pilu.
Cintanya yang tak terbalas membuat hatinya meraung dalam pedih. Dia selalu berharap jika Raja bisa melihat dan menatapnya sebagai seorang yang di cintai oleh Raja. Namun itu hanya angan-angan kosong yang tak pernah terwujud.
__ADS_1