Suami Hantu

Suami Hantu
Mengganggu Pikiran


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Milka tak bertemu dengan Raja, Raja pun tak pernah mengunjunginya semenjak kedatangan Ratu Dayana. HatiMilka semakin terusik oleh rasa rindunya pada Raja. Dan dia pun pergi untuk mengunjungi Raja di kediamannya.


"Aku ingin bertemu dengan Yang Mulia." Ucap Milka pada penjaga.


"Silakan Putri." Kata penjaga mempersilakan Milka untuk masuk ke dalam ruangan Raja. Dalam hati Milka sudah merasa sangat kegirangan karena dia akan bertemu Raja, dia ingin melepaskan kerinduannya itu.


"Yang Mulia." Ucap Milka dengan senyum senangnya saat melihat Raja.


"Putri Aerish, apakah ada hal penting?" Tanya Raja dengan nada dingin. Seperti tak mengharapkan kedatangannya.


"Aku-" Belum sempat Milka melanjutkan ucapannya muncul Ratu Dayana, ternyata dia ada di ruangan itu bersama Raja.


"Apakah kau Selir termuda?" Tanya Ratu dia pada Milka.


"Iya Yang Mulia." Sahut Milka memberikan hormat pada Ratu Dayana. Dan, setelahnya Milka hanya menunduk.


"Ada apa Putri Aerish mengunjungiku?" Tanya Raja pada Milka seolah mereka tak pernah dekat sebelumnya.


"Aku hanya ingin mengunjungimu Yang Mulia." Sahut Milka pelan.


"Mungkin sebaiknya aku keluar." Ratu Dayana bersuara.


"Tidak perlu." Kata Raja menahan Ratu Dayana.


"Apa ada yang ingin kau sampaikan Putri Aerish?" Tanya Raja pada Milka.


"Tidak Yang Mulia. Aku akan pergi." Ucap Milka menahan air matanya agar tak jatuh. Hatinya terasa di cubit, rasanya sakit sekali.


Milka berjalan dengan penuh rasa kecewa karena sikap Raja yang demikian dingin padanya.


Tak lama kemudian air mata yang ia tahan sejak tadi pun menetes juga membasahi mata indahnya. Dan di tak jauh dari Milka. Pangeran Ells menatapnya dengan kasihan.


****


Paginya Milka seperti biasa berada di sekolah, dengan wajah terluka yang tanpa semangat.


"Kamu kenapa Mil?" Tanya Dennis melihat Milka.


"Enggak apa-apa Den." Sahut Milka pelan.


"Benaran kamu enggak apa-apa?" Tanya Dennis lagi tetap ingin memastikan.


"Iya benaran kok." Milka memastikan bahwa dia baik-baik saja.


"Guys...!" Teriak Glydis memekakkan telinga mendekati Milka dan Dennis.


"Rusak deh nih gendang telinga." Ucap Dennis mengusap telinganya.

__ADS_1


"Lebay." Kata Glydis mendekat.


"Tau enggak sih-"


"Enggak tau." Potong Dennis.


"Iih, jangan di potong Den, aku baru mau bilang." Protes Glydis kesal karena Dennis memotong ucapannya.


"Ya, udah kamu mau bilang apa?" Tanya Dennis.


"Hari ini kita kedatangan siswa baru." Ucap Glydis memberitakan bahwa hari ini akan ada siswa baru di kelas mereka.


Itu aja heboh kamu Dis," Kata Dennis tak peduli. Lagi pula itu adalah siswa, yang artinya laki-laki. Kalau itu adalah siswi mungkin dia akan sedikit antusias mendengar kabar itu.


"Kamu kenapa Mil?" Tanya Glydis yang melihat Milka hanya diam seperti tak tertarik dengan berita yang dia bawah.


"Enggak apa-apa Dis," Sahut Milka sama seperti jawaban yang dia berikan pada Dennis saat tadi Dennis bertanya pertanyaan yang sama seperti Glydis.


"Tapi kok kamu diam gitu?" Tanya Glydis lagi.


"Aku cuman lagi ngantuk aja Dis," Jawab Milka sekenanya.


"Kamu tidur deh, mumpung belum jam mulai." Ucap Glydis. Milka pun hanya mengangguk, walaupun sebenarnya dia sama sekali tak mengantuk. Hanya saja hatinya yang lagi terluka.


Siswa dan siswi lain mulai berdatangan, karena tak lama lagi jam pelajaran di mulai. Milka hanya diam merebahkan kepalanya diatas meja belajarnya.


Mata semua yang berada di kelas tertuju padanya. Wajah tampan, netra coklat dan rahang yang tegas.


"Perkenalkan ini Zandra, murid baru." Kata guru memperkenalkan siswa baru yang bernama Zandra itu.


"Hai Zandra." Sapa semua siswi yang berada di kelas itu kecuali Milka. Dia tak peduli pada kehadiran Zandra karena dia hanya peduli pada hatinya yang sakit saat itu.


Setelah memperkenalkan diri Zandra pun pergi ke kursi kosong tempatnya akan duduk.


Dan, tibalah waktu jam istirahat, para siswi mulai mendekati Zandra, kecuali Milka dan Glydis.


"Dasar cewek-cewek." Gumam Dennis yang geleng-geleng kepala melihat para siswi yang mendekati Zandra.


"Kamu enggak mau ikutan juga Dis?" Tanya Dennis pada Glydis yang duduk di samping Milka.


"Ikutan apa?" Tanya Glydis tak tahu apa yang di maksud oleh Dennis.


"Noh.." Tunjuk Dennis dengan bibit yang di monyongkan ke arah Zandra yang tengah di kerumuni gadis-gadis di kelasnya.


"Iiih males." Ucap Glydis acuh. Dia lebih tertarik pada Milka yah sedari pagi tadi terlihat murung. Ya, walaupun sebenarnya ketampanan Zandra memang sangat menggoda dirinya untuk mendekati siswa tampan itu.


"Kamu Mil? Enggak mau?" Tanya Dennis, tapi itu tak benar-benar untuk menuju ke arah yang sebenarnya. Dia hanya ingin membuat Milka sedikit bersemangat saja. Siapa tau dengan mengatakan itu Milka jadi sedikit bergairah. (Semangat)

__ADS_1


"Mil.." Panggil Glydis, karena ternyata Milka tak memberi respons atas apa yang mereka ucapkan.


"Mil kamu kenapa sih?" Tanya Glydis. Tak biasanya sahabatnya itu berkelakuan seperti itu.


"Arkkk? Apa?" Tanya Milka seperti linglung.


"Kamu benaran enggak apa-apa Mil?" Tanya Dennis kali ini.


"Iya, aku enggak apa-apa kok." Jawab Milka memaksa senyum.


"Makan yuk, lapar nih." Ajak Dennis akhirnya, karena mungkin saja Milka merasa lapar makannya berkelakuan seperti itu. Karena biasanya dia begitu kalau di landa rasa lapar.


Brukkk!!!


Milka terjatuh karena tubuhnya menabrak tubuh seseorang. Sepertinya saat berjalan tadi Milka tak fokus.


"Kamu enggak apa-apa?" Tanya Zandra membantu Milka untuk berdiri.


"Iya, enggak apa-apa." Jawab Milka. Seperti pertanyaan itu hari ini terlalu sering masuk le telinganya.


"Yakin Mil kamu enggak apa-apa?" Tanya Dennis.


"Iya." Jawab Milka menghela nafas karena lagi-lagi pertanyaan itu yang do dengarnya.


"Lain kali liat-liat dong." Ucap Dennis pada Zandra.


"Iya maaf, aku enggak sengaja." Kata Dennis. Walaupun sebenarnya bukan dia yang salah. Milka yang telah menabraknya karena jalan dengan pikiran yang berkelana jauh di Underworld.


"Bukan dia yang salah kok Den, aku yang salah." Ujar Milka sadar akan kesalahan dirinya yang seharusnya tak melamun saat berjalan tadi.


"Maaf ya, aku nabrak kamu." Ucap Milka pada Zandra.


"Enggak apa-apa." Kata Zandra.


"Udah ayo." Panggil Milka lalu meninggalkan Zandra.


"Kamu mau makan apa Mil? Hari ini Dennis traktir" Tanya Glydis.


"Kok aku yang traktir?" Dennis tak pernah merasa mengatakan jika dia yang akan traktir hari ini.


"Sekali-kali napa Den." Ucap Glydis. Penuh harap.


"Iya, aku yang traktir." Kata Dennis pasrah.


"Kamu mau apa Mil?" Tanya Glydis.


"Aku bakso aja deh." Sahut Milka, walaupun sebenarnya dia tak punya nafsu untuk makan. Namun dia tak ingin membuat sahabat-sahabatnya semakin bertanya-tanya ada apa dengan dirinya.

__ADS_1


"Ok, aku pesan dulu ya ke Bu kantin." Ucap Glydis lalu beranjak pergi untuk memesan makanan mereka.


__ADS_2