
Milka memandang langit-langit kamar yang dia tempati di rumah Tante Ana, malam begitu dingin. Tiba-tiba dia merasa sepi. Milka mengingat ayahnya, lalu beralih kepada Raja. Ternyata dia masih tak mampu menghapus ayahnya dan juga Raja.
Kedua laki-laki yang mengabaikannya dan membuat hatinya sakit.
"Yang Mulia. Apa kau tau aku sangat mencintaimu." Ucap Milka, mencoba untuk berbicara pada Raja lewat batinnya. Namun dia tahu Raja tak mungkin bisa mendengarnya karena mereka tak lagi terhubung, mungkin karena cinta Raja yang telah padam padanya.
"Hari ini aku merinduimu dan juga ayahku. Aku sangat bodoh karena merindui yang telah menyakiti hatiku." Sambung Milka tersenyum sakit. Air matanya kembali jatuh.
"Tapi aku tak bisa menghapus kau dan ayah dari ingatan dan juga hatiku. Apa yang harus aku lakukan? Ini sangat menyakitkan." Milka mulai terisak.
"Aku membenci rasa sakit ini." Milka meringkuk memeluk dirinya sendiri. Sekarang tak ada yang bisa dia lakukan selain menangisi luka yang dia rasakan di hatinya. Tanpa sadar Milka tertidur di dalam tangisnya. Saat Milka tertidur, Tante Ana masuk dengan diam. Dia menatap Milka yang tertidur, lalu perlahan-lahan mendekati Milka.
"Kau pasti kesepian." Ucap Tante Ana mengusap kepala Milka.
"Ini belum apa-apa, kau masih akan melewati sesuatu yang lebih menyakitkan dari apa yang kau rasakan sekarang ini, jadi kuatlah. Karena setelahnya kebahagiaan akan datang tanpa henti padamu." Sambung Tante Ana. Setelah menyelimuti Milka dia pun keluar dari kamar itu.
"Wah, sudah pada bangun ya, ayo sarapan." Kata Tante Ana yang melihat Milka dan Glydis berjalan ke dapur tempatnya menyiapkan sarapan.
"Tante masak apa?" Tanya Glydis pada Tante Ana yang sibuk mengaduk-aduk sesuatu di wajan.
"Tante lagi bikin nasi goreng. Kalian duduk aja, bentar lagi ini siap kok." Senyum Tante Ana.
"Nasi goreng Tante Ana tuh paling enak Mil." Ucap Glydis pada Milka. Dan di tanggapi senyum oleh Milka.
"Iya Mil, Glydis paling pintar kalo muji-muji Tante." Ujar Tante Ana.
"Tante ada yang bisa Milka bantu?" Tanya Milka.
"Bantu Tante ambil piring aja. Tuh di sana." Sahut Tante Ana. Lalu Milka pun berjalan mengambil piring dan meletakkannya di meja makan.
"Milka, semalam tidur kamu enak?" Tanya Tante Ana pada Milka ketika mereka bertiga sudah duduk di kursi meja makan.
"Iya tan," Sahut Milka.
"Tante senang kalo gitu." Ucap Tante Ana.
"Milka aja di tanyain tan? Aku enggak gitu?" Kata Glydis.
__ADS_1
"Kamu mah enggak usah di tanya, semalam kamu itu ngorok kencang banget ampe luar kedengarannya, jadi sudah pasti tidur kamu enak." Ujar Tante Ana membuat Glydis tersenyum malu-malu.
"Mil, hari ini kita jalan-jalan keliling gimana?" Tanya Glydis mengajak Milka untuk melihat-lihat desa tempat Tante Ana tinggal.
"Boleh," Kata Milka, karena jika hanya di rumah pasti dia hanya akan terpikirkan hal yang ingin dia lupakan.
"Tapi agak sorean ya." Kata Glydis. Dan, Milka pun mengangguk setuju.
Sorenya Milka dan Glydis pun bersiap untuk berjalan-jalan.
"Tante aku sama Milka pergi dulu ya." Pamit Glydis.
"Iya, tapi kalian jangan lama-lama jalan-jalannya. Cepat pulang, pulang sebelum hari gelap." Ucap Tante Ana.
"Iya tan." Sahut Glydis.
Milka dan Glydis pun berjalan kaki melewati beberapa orang yang menatap aneh ke arah mereka.
"Kok mereka liat kita kayak aneh gitu Dis," Tanya Milka yang merasa tak nyaman dengan tatapan orang-orang desa itu.
Namun, yang tak di sadari oleh Milka dan Glydis adalah, ada seseorang yang terus mengikuti mereka sedari tadi.
Milka dan Glydis terus berjalan, melihat-lihat desa itu. Melewati sawa dan perkebunan lainnya. Sehingga mereka tak sadar matahari sudah pulang untuk menjemput bulan.
Suara anjing mulai melolong. Membuat bulu kuduk berdiri.
"Aduh, Mil kenapa cepat banget sih nih malam." Glydis memegang erat tangan Milka karena ketakutan. Tanpa sadar mereka berjalan-jalan hingga lupa jika hari akan gelap.
"Kita yang jalannya kelamaan Dis." Kata Milka.
Suara anjing yang melolong semakin memekakkan telinga, terdengar begitu keras dan rasanya semakin dekat.
Dan sosok yang sedari tadi mengikuti Milka dan Glydis muncul tepat di hadapan mereka berdua. Membuat Glydis semakin ketakutan, sementara Milka mencoba untuk bersikap lebih tenang.
"Tolong.." Ucap sosok itu yang ternyata adalah seorang wanita.
"Tolong aku." Ucapnya lagi, masih berdiri dengan pakaian putihnya.
__ADS_1
"Ada apa? Kamu ingin kita tolong apa?" Tanya Milka, dan dia sangat yakin jika yang berdiri itu bukanlah seorang manusia melainkan hantu. Lalu hantu wanita itu pun berjalan.
"Ayo Dis," Kata Milka pada Glydis.
"Ayo kemana Mil?" Tanya Glydis yang sudah ketakutan itu.
"Dia mau kita ikuti dia. Ayo." Beritahu Milka. Jika hantu wanita itu ingin di ikuti.
"Tapi Mil, kayaknya dia bukan manusia deh, kita lari pulang aja yuk." Ajak Glydis.
"Jangan Dis, siapa tau aja dia memang butuh pertolongan kita." Kata Milka tak ingin menunggalkan hantu wanita itu.
"Aduh, Milka. Ya udah deh." Akhirnya Glydis pasrah. Dan, mereka berdua pun mengikuti hantu wanita itu dengan Glydis yang tak melepaskan pegangan tangannya pada lengan Milka.
Hantu wanita itu berhenti tepat di sebuah gundukan tanah. Dan, menunjuk ke arah gundukan tanah itu. Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dari dalam gundukan tanah itu.
"A..apaan tuh Mil?" Tanya Glydis takut.
"Kayak suara bayi nangis Dis," Sahut Milka.
"Anakku.. tolong selamatkan dia." Tiba-tiba hantu wanita itu bicara.
"A..anak?" Tanya Milka.
"Dia ada di dalam, jika kalian terlambat, dia akan mati." Ucap hantu wanita itu.
"Dis cepat kamu pulang dan minta pertolongan siapa pun." Suruh Milka.
"Ta..tapi Mil."
"Enggak ada waktu Dis, aku akan coba gali dengan tanganku. Kamu cepat lari minta bantuan." Teriak Milka. Tubuhnya bergetar saat mengetahui jika terlambat mengeluarkan bayi itu, maka bayi itu akan mati.
Dengan rasa takutnya Glydis berlari untuk mencari bantuan. Sementara Milka sudah mengorek-ngorek tanah dengan tangannya.
Hantu wanita itu hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berbuat apa-apa sambil menatap gundukan tanah itu dengan penuh harap jika bayinya akan bisa di selamatkan.
Maaf untuk para pembaca, ada kesalahan pada bab yang di upload. Jadi perlahan-lahan akan author perbaiki, dan author usahakan hari ini ya. Terima kasih
__ADS_1