
Milka menyentuh tangan Dena, dia mencoba menenangkan Dena yang begitu sedih memikirkan jika dia dan Ozald akan segera berpisah.
"Apa aku dan Ozald bisa bersama meskipun dia roh dan aku manusia?" Tanya Dena.
"Sepertinya roh dan manusia bisa bersama, tapi aku tidak tahu tentang kau dan Ozald, apakah bisa bersama atau tidak." Jawab Milka, dia juga tak mengatakan jika Niko sebenarnya adalah Raja Underworld dan dia sendiri adalah manusia biasa yang di tumbal kan kepada penghuni Underworld awalnya.
"Aku berharap, aku bisa terus bersamanya." Kata Dena.
"Aku mengenal seseorang yang menjalani pernikahan gaib, nanti aku akan bertanya padanya." Kata Milka membuat Dena tersenyum.
Jika Milka memiliki teman yang menjalani pernikahan gaib, itu artinya dia memiliki harapan untuk terus bersama dengan Ozald.
Di tempat lain, di rumah itu, Rafhael dan Glydis masih bertarung, sedang Raja, dia hanya duduk santai sambil mengamati.
Tak lama kemudian Ozald datang membantu Rafhael dan Glydis.
Tiba-tiba saja, dukun busuk itu membaca mantra baru, semua roh yang berada di sana, masuk ke dalam tubuh dukun busuk itu, hingga membuat wujud dukun busuk itu berubah mengerikan.
"Akan ku habisi kalian semua!" Ujarnya dengan suara seperti puluhan orang sedang bicara.
Rafhael maju ingin memukul dukun busuk, tapi justru Rafhael lah yang di pukul hingga terlempar ke dinding.
Begitu pun dengan Glydis dan Ozald, keduanya bernasib sama seperti Rafhael.
"Kalian tidak akan bisa menyentuhku." Kata dukun busuk yang sudah kerasukan banyak roh jahat itu tertawa keras.
"Sekarang giliran mu manusia, aku akan menjadikanmu makanan pembuka ku sebelum aku melahap penjaga jembatan kehidupan itu." Kata dukun itu.
"Silakan saja kalau kau bisa." Kata Niko.
"Manusia sombong!" Ujar dukun busuk lalu tiba-tiba saja dia sudah berdiri di hadapan Niko.
Dukun busuk melayangkan tinjunya ke wajah Niko, namun yang terjadi, tinju itu di tahan oleh Niko hanya dengan satu tangannya saja.
"A-apa!" Kaget dukun busuk itu heran, bagaimana mungkin seorang manusia biasa mampu menahan tinjunya.
"Kau tidak akan bisa menyentuhku dengan tangan kotor mu itu." Ucap Niko.
Niko lalu mengerakkan tangannya ke atas, seketika dukun busuk itu melayang ke udara, dan setelah itu Niko mengayunkan tangannya kebawa.
Tubuh dukun busuk itu langsung terhempas kuat ke lantai.
Namun, dengan cepat dukun busuk itu bangkit berdiri tanpa ada luka di tubuhnya.
"Ternyata kau boleh juga." Kata dukun busuk itu.
__ADS_1
Dukun busuk itu tak menyangka jika dia akan menemukan lawan seorang manusia yang tangguh.
Dukun busuk itu menyerang Niko, tapi dengan mudah Niko menghindari serangan dukun busuk itu.
Saat dukun busuk itu mulai terpojokkan dengan kekuatan milik Niko, dia segera terbang ke arah Ozald, sepertinya dia akan melahap Ozald untuk menambah kekuatannya.
Dukun busuk mencekam kuat leher Ozald membuat Ozald tak bisa melakukan apa pun.
Saat Ozald sekarat, Niko berdiri, dia sepertinya sudah tak sabar lagi.
"Lepaskan dia, atau kau akan mendapat balasan yang tak pernah kau bayangkan selama hidupmu." Kata Niko a.k.a Raja dengan nada yang masih terdengar tenang.
"Dasar manusia rendahan! Seharusnya aku membunuhmu sedari tadi lagi!" Kata dukun busuk.
Niko tertawa dengan keras mendengar ucapan dukun busuk itu.
Setelahnya Niko berubah menjadi dirinya yang asli, iaitu, sang penguasa Underworld.
"Siapa kau?" Tanya dukun busuk melihat pria bertopeng di hadapannya.
"Kau tidak mengenalku? Hah, lucu sekali, padahal di awal tadi kau menyombongkan diri mengatakan jika aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan mu."
"Kau-" Dukun busuk terlihat ketakutan, namun dengan cepat dia menyembunyikan ekspresinya itu.
"Aku akan membawamu ke Underworld, dan akan ku buat kau bereinkarnasi menjadi sesuatu yang paling kau benci." Ujar Raja.
Tapi, sepertinya dia bukan tandingan Raja, karena hanya dengan mengerakkan telunjuknya dukun busuk itu terlempar jauh. Dan, itu adalah kesempatan Rafhael dan Glydis untuk maju.
Pertarungan sengit kembali terjadi, dan akhirnya dukun busuk berhasil di kalahkan.
Raja kembali mengubah wujudnya sebagai Niko, Rafhael dan Glydis, luka yang di derita keduanya tak begitu parah.
Sedang Ozald dia terluka parah, dan dia harus di bawa ke Underworld untuk pemulihan.
Darent, dia sudah bebas keluar dari guci dukun busuk, dan kembali ke liontin Milka.
Dukun busuk itu, karena dia telah di rasuki banyak roh jahat, dia sudah tidak bisa kembali normal lagi. Sedang roh yang merasukinya, semua di tanggap dan di bawa ke Underworld untuk di hakimi dan mereka harus mendapat hukuman atas perbuatan mereka.
"Mana Ozald?" Tanya Dena yang terlihat begitu khawatir ketika tak melihat Ozald bersama kembali bersama Niko.
"Dia di bawa ke Underworld karena dia terluka parah." Sahut Niko.
"Tapi, apa dia akan baik-baik saja?" Tanya Dena tak tenang.
"Dia akan baik-baik saja." Sahut Niko.
__ADS_1
"Benarkah, lalu kapan dia akan kembali." Tanya Dena.
"Dia tidak akan kembali ke sini lagi." Sahut Niko.
Mendengar jawaban Niko membuat Dena sedih, Ozald tak akan kembali, dia bahkan tidak mengucapkan selamat tinggal pada Ozald.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Milka yang melihat Dena meneteskan air mata.
"Iya." Sahut Dena pelan, dia tak menyangka jika itu akhir dari kebersamaannya dengan Ozald.
Milka menatap sedih Dena, dia tahu, pasti perasaan Dena sekarang tak karuan karena berpisah dengan orang yamg di cintainya tanpa mengucapkan apa pun pada orang itu.
"Kau baik-baik saja." Milka kini bertanya pada Niko.
"Ya, orang busuk seperti itu tidak akan bisa melukaiku." Jawab Niko.
Milka bersyukur karena Raja tidak terluka sama sekali.
****
Saat kelas berakhir di siang hari, kebanyakan orang telah pergi ke kantin untuk makan, begitu pun dengan Milka.
Saat baru akan ke kantin, seorang gadis yang berparas cantik datang menghampirinya.
Busana yang dikenakan sang gadis cukup modis, dengan rok super pendek dan baju bertali tipis, rambut panjang bergelombang terurai, dan dalam hati Milka bertanya apakah gadis itu tidak merasa dingin?
Kota ini termasuk dalam tempat yang berada dalam cuaca panas dan cuaca dingin untuk jangka waktu panjang, dan sekarang sedang musim dingin, tapi gadis itu masih saja memakai baju bertali tipis.
"Kamu Milka bukan? Dosen Hendry memintamu pergi ke kantornya." Gadis yang tak Milka tahu namanya itu tersenyum ceria terhadap Milka.
"Dosen Hendri mencariku? Ada apa dia mencariku?" Tanya Milka heran.
"Ikut saja, mungkin ada yang penting." Jawab gadis cantik itu.
Dia lalu membawa Milka pergi ke kantornya dosen Hendry, setelah mengantar Milka sampai depan pintu kantor dosen Hendry dia lalu pergi.
Selain Milka, masih ada tiga orang lainnya di dalam ruang kantor dosen Hendry, yang satunya adalah pak Warid salah satu dosen yang memiliki wajah yang sangat serius, yang satunya adalah seorang pria muda berbusana setelan jas dan berdasi yang terlihat kaya, yang satunya lagi mungkin adalah bawahannya sang pria muda, karena hanya dia saja yang berdiri selain Milka.
"Maaf Pak, bapak memanggil saya?" Tanya Milka tak sabar. Karena dia hanya di diamkan saja setelah berada di ruangan itu.
"Ya, duduklah dulu." Kata dosen Hendry mempersilakan Milka Milka duduk.
Setelah Milka duduk, dosen Hendry berkata sambil melihat Milka.
"Dengar-dengar pacarmu seorang paranormal."
__ADS_1
Pacarku? Artinya Niko. Tapi dari mana dosen Hendry tahu tentang itu? Heran Milka.