
Karena ingin mengucapkan terima kasih kepada Raja yang sudah membantunya Milka pun mendatangi Raja di kediamannya.
Namun yang mengagetkan adalah saat itu Milka melihat Raja berciuman dengan begitu mesra dengan Permaisuri. Dan entah mengapa ada rasa sakit di sana, di hatinya.
Milka memegangi dadahnya yang terasa sesak, dia sendiri sulit untuk mengerti rasa itu. Rasa yang tiba-tiba hinggap membuat hatinya tercubit. Namun rasa cubitan itu seperti membakar.
Milka pun berlari keluar meninggalkan Raja dan Permaisuri yang tak tau tentang kehadirannya di ruangan itu, dan mungkin sebaiknya seperti itu, agar dia tak terlihat bodoh karena menyaksikan dua orang yang sedang bercumbu mesra.
"Putri ada apa?" Tanya Grasil yang melihat Milka masuk dengan raut wajah yang tak seperti biasanya.
"Apa pengungkapan kasus itu tak berjalan lancar?" Tanya Grasil lagi ingin memastikan kenapa tuannya itu begitu murung.
"Semuanya berjalan lancar." Sahut Milka pelan tanpa semangat. Karena semangatnya telah hilang bersama ciuman Raja dan Permaisuri yang di lihatnya tadi.
"Lalu ada apa Putri? Apa kau sakit?" Tanya Grasil masih ingin tau apa yang terjadi sehingga Milka tak seceria biasanya.
"Hatiku, aku tak tau apa yang terjadi dengan hatiku." Ujar Milka memukul-mukul pelan dadanya yang masih terasa sesak.
"Memangnya ada apa dengan hatimu Putri?" Kini Clona yang bertanya.
"Hatiku terasa begitu sakit." Kata Milka,
"Aku akan mencarikan obat untukmu." Clona pun segera bangkit untuk mencarikan Milka obat. Namun tidak dengan Grasil, sepertinya dia bisa menangkap sesuatu,
"Apa sesuatu terjadi sehingga membuat hati sakit Putri?" Tanya Grasil pelan agar Milka mau menceritakan apa sebenarnya yang terjadi.
"Bagaimana perasaanmu jika kau melihat seseorang berciuman dengan seseorang." Tanya Milka pada Grasil,
"Jika seseorang itu tak penting, dan aku tak memiliki perasaan padanya maka aku akan biasa saja menanggapinya." Jawab Grasil.
"Lalu jika kau memiliki perasaan pada orang itu apa yang akan kau rasakan?" Tanya Milka lagi.
"Jika aku memiliki perasaan suka pada orang itu maka aku akan merasa marah, kecewa dan juga terluka. Hatiku akan merasa sakit, bahkan membayangkannya saja aku akan sangat marah." Jelas Grasil pada Milka. Dan itu persisi seperti yang Milka Rasakan. Atau apakah tanpa sadar dia menyukai Raja?
"Apa kau melihat Raja berciuman Putri?" Tanya Grasil yang sontak membuat Milka berkilah dengan sembarangan,
"Tidak, apa aku mengatakan itu adalah Raja? Apa aku mengatakan kalau orang itu adalah diriku." Ucap Milka tak ingin ketahuan.
__ADS_1
"Baiklah Putri, itu bukan kau dan Raja." Kata Grasil tak ingin memperpanjang, walaupun melihat tingkah Milka dia tau bahwa mungkin saja Milka telah melihat Raja berciuman dengan salah satu Selir atau mungkin Permaisuri.
****
Raja yang berada di ruangannya menerawang jauh, dia kembali mengingat percakapannya dengan Permaisuri saat tadi Permaisuri sempat melayangkan ciuman tak terduga.
"Permaisuri, sebaiknya tak kau ulangi lagi apa yang kau lakukan itu." Ucap Raja dingin mengingatkan Permaisuri agar tak lagi menciumnya.
"Yang Mulia apa maksudmu? Kau adalah suamiku! Apa aku tak bisa menyentuh suamiku sendiri?" Permaisuri tak terima dengan apa yang di ucapkan Raja padanya.
"Kembalilah ke kediamanmu, aku ingin istirahat." Kata Raja yang tak ingin memperpanjang dan menimbulkan perdebatan antara dirinya dengan Permaisuri.
"Kenapa? Apa karna kau masih tak bisa melupakan wanita itu! Atau hatimu sudah terisi oleh wanita yang lain!" Permaisuri terlihat tak lagi bisa menahan perasaan terlukanya akibat penolakan Raja.
"Kembalilah ke kediamanmu Permaisuri, jangan biarkan aku mengulang ucapanku sampai tiga kali." Ujar Raja dengan raut wajah menakutkan.
Permaisuri yang telah mengetahui seperti apa Raja saat marah memilih untuk tak memperpanjang hal itu. Dan memilih kembali ke kediamannya dengan hati yang luka.
Sebenarnya Raja tau jika Permaisuri begitu mencintainya, tapi hatinya tak pernah di miliki oleh Permaisuri. Dan, Raja juga sadar dia membuat hati Permaisuri terluka, namun dia tak mungkin memberikan harapan yang bukan untuk Permaisuri. Karena jika dia melakukan itu maka Permaisuri akan semakin terluka.
****
"Apa Putri Aerish datang kemari?" Tanya Raja pada penjaga.
"Iya Yang Mulia.." Jawab penjaga. Dan, Raja bisa menebak, kemungkinan besar bahwa Milka melihatnya sedang bersama Permaisuri.
Raja pun memutuskan untuk mendatangi Milka di kediamannya untuk memastikan.
"Yang Mulia telah tiba..." Umum penjaga seperti biasa saat Raja datang bersama rombongannya.
"Aku tak ingin bertemu Raja!!!" Teriak Milka dari dalam ruangannya.
"Kenapa kau tak ingin menemuiku Putri Aerish?" Raja ternyata sudah berada di ruangan itu. Clona dan Grasil memberikan hormatnya, dan tiba-tiba Grasil memberikan kode pada Clona agar mereka berdua keluar dan membiarkan Milka dan Raja hanya berdua. Clona pun hanya menurut tanpa bertanya lagi.
"Kenapa kau masuk? Aku kan sudah mengatakan aku tak ingin menemuimu!" Ucap Milka terlihat marah.
"Kenapa?" Raja masih mempertanyakan sebab Milka tak ingin menemuinya.
__ADS_1
"Apa aku harus punya alasan? Dan apa karna kau Raja makanya aku tak bisa menolakmu saat kau mendatangiku?"
"Ada apa denganmu Putri Aerish?" Raja tak mengerti ada apa dengan Milka. Kenapa dia tiba-tiba saja marah tanpa sebab.
"Aku membencimu! aku marah!" Ucap Milka.
"Iya tapi kenapa? Apa aku berbuat salah padamu Putri?" Tanya Raja lagi masih tak mengerti kenapa Milka marah padanya.
"Ya, karna aku marah! Aku marah! Hanya marah padamu! Apa karna kau Raja aku tidak bisa marah padamu!" Teriak Milka.
"Apa karna aku hanya Selir jadi aku tak bisa marah padamu! Apa-" Ocehan Milka terhenti karena Raja membungkam mulut Milka dengan bibirnya.
"Apa yang kau lakukan?" Kaget Milka mendorong Raja.
"Kau! Apa kau selalu mencium wanita sesuka hatimu! Setelah yang satu lalu satunya lagi! Apa kau tak puas berciuman dengan Permaisuri!" Dan terbongkar sudah punca kemarahan Milka padanya.
"Jadi kau melihat kejadian itu?" Tanya Raja.
"Ya, aku melihatnya," Sahut Milka.
"Kau marah karna itu?" Tanya Raja lagi.
"Tidak! Aku tak marah karena itu." Elak Milka, padahal jelas-jelas dia sudah ketahuan.
"Itu tak seperti yang kau lihat Putri Aerish. Aku tak mencium Permaisuri." Jelas Raja.
"Bisa-bisanya kau mengatakan seperti itu! Apa nanti pada Selir yang lain kau juga akan mengatakan yang seperti itu. Bahwa aku yang menciummu!" Milka tak terima dengan penjelasan Raja dan menganggap Raja berbohong.
Dan tampaknya apa pun yang Raja akan katakan tak akan dia percaya. Raja hanya membiarkan ocehan Milka, dan memilih hanya mendengarkan sampai ocehan itu berhenti.
"Apa kau sudah selesai Putri Aerish?" Tanya Raja saat Milka sudah diam.
"Jika sudah maka biarkan aku menunjukkan kebenarannya." Ujar Raja lalu meranggul Milka dan mengecup bibir Milka dalam-dalam penuh dengan penghayatan.
"Apa kau melihat aku seperti ini saat tadi bersama Permaisuri?" Tanya Raja pelan dengan tangan memegangi pipi Milka.
Deg... Jantung Milka kembali berdegup kencang, kembali hatinya seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan di sana. Dan, Milka tak lagi bisa bersuara menjawab pertanyaan Raja.
__ADS_1
"Putri Aerish.. aku hanya melakukannya padamu, karena aku menyukaimu." Ucap Raja, kemudian dia kembali mengecup bibir Milka dengan dalam. Dan perlahan-lahan di tengah itu dia membuka topengnya.