Suami Hantu

Suami Hantu
Tawaran dan imbalannya part 1


__ADS_3

"Kudengar pacarmu seorang paranormal?" Tanya dosen Hendry membuat mata Milka membulat kaget.


Pacarnya? Itu artinya adalah Niko, dan Niko itu adalah Raja. Perasaan Milka mulai tak enak.


"Iya pak, pacar saya paranormal." Sahut Milka.


Kepala sekolah mencari Mikka untuk hal semacam hal gaib, itu membuat Milka merasa sedikit aneh.


Bukankah sekolah adalah tempat untuk mengajar, masyarakat sekarang lebih meyakini sains, tidak begitu memercayai hal-hal gaib, makanya Milka merasa sangat aneh jika dosen Hendry bertanya tentang pacar Milka yang seorang paranormal.


Sedang pria muda yang ada di ruangan itu terus diam dari tadi, dia hanya sesekali melirik ke arah Milka dengan sepasang matanya yang tenang tak beriak itu.


Dosen Hendry tidak menanyakan Milka banyak hal, setelah memastikan 0avar Milka mengetahui hal-hal gaib, dia langsung memperkenalkan Milka pada pria muda itu.


"Ini adalah Tuan Mark, seorang pengusaha terkenal di kota ini." Katanya pada Milka.


"Kamu bisa membantuku?" Kata tuan Mark itu menatap Milka sejenak.


"Bantuan apa yang tuan inginkan?" Tanya Milka dengan alis yang terangkat.


"Seseorang bilang padaku, jika pacarmu akan bisa membantuku, dan ini hanya tergantung apakah kau dan pacarmu bersedia melakukannya atau tidak." Ujarnya dengan wajah yang sangat serius.


"Aku sangat berharap bantuan pacarmu, tolong beritahu dia jika aku sangat mengharapkan bantuannya." Katanya lagi.


"Berapa pun harganya, aku akan membayarnya." Ucapnya tanpa basa-basi.


Milka sedikit tertarik dengan tawaran itu, jika Raja mau, Milka bisa mendapatkan penghasilan untuk uang kuliahnya, karena semenjak sumur mutiaranya di Underworld kering, dia sudah menjadi miskin.


"Dari mana anda tahu tentang pacarku yang seorang paranormal?" Tanya Milka.


Dia harus tahu itu, karena dia takut jika itu hanyalah jebakan dari roh jahat yang ingin mencelakainya dan juga Raja.


Dia diam sejenak baru berkata.


"Detektif Remy yang memberitahuku, mengatakan jika kau dan pacarmu yang membongkar kasus kematian seseorang yang ternyata adalah perbuatan hantu."


Milka sedikit lega mendengarnya. Jika itu adalah detektif Remy, dia bisa membujuk Raja untuk melakukannya.

__ADS_1


"Aku akan bertanya dulu padanya, apakah dia mau atau tidak. Aku juga tidak bisa memaksanya." Kata Milka.


Benar, Milka tidak bisa memastikan apakah Raja mau membantu orang itu atau tidak, Milka juga tidak busa langsung menerima tawaran itu, meskipun Milka tak ingin menolaknya karena di lihat-lihat Mari memang terlihat sangat kaya. Mulai dari setelan dan juga jam tangan yang di pakainya, semuanya adalah barang bermerek terkenal.


"Aku sangat mengharapkan bantuan kalian." Ucapnya lagi.


"Akan aku bicarakan padanya, jika dia ingin membantumu menyelesaikan masalahmu, aku akan menghubungimu dan memberitahukan tanggapannya padamu." Kata Milka dengan wajah yang serius.


Milka juga sengaja mengatakan dengan wajah serius untuk membalas Mark yang sejak awal memasang wajah batu padanya. Mungkin itu bisa membuat Mark sedikit segan padanya, lagi pula siapa suruh dia terus bermuka batu, memangnya orang tampan dan kaya sangat luar biasa? Dari segi mana pun, sikapnya terlihat arogan, membual Milka sedikit merasa kesal.


Ternyata benar, setelah Milka berkata dan memasang wajah yang begitu serius dan berwibawa, ekspresi wajah orang Mark itu mulai berubah.


"Nona Milka, aku sangat berharap kau dan pacarmu bisa membantuku, aku akan berusaha memenuhi segala persyaratan kalian, asalkan kau dan pacarmu bersedia membantuku menyelesaikan perkara ini, apapun akan kupenuhi." Katanya membuat Milka menahan geli, ternyata ekspresi wajah sangat berpengaruh sekali.


"Baik, aku akan secepatnya mengabari, setelah mendapat respon dari pacarku, aku akan menghubungi anda, atau dosen Hendry, maaf, Kalau tidak ada urusan lainnya lagi, aku pamit dulu." Kata Milka setelahnya langsung pergi meninggalkan kantor dosen Hendry.


Setelah keluar, Milka baru menyadari telapak tangannya berkeringat, ternyata benar, sok hebat adalah hal yang sangat menguji kemampuan akting dan keberanian diri, dia juga sangat gugup.


"Sudah pulang." Natalie yang ada di ruang tengah menyapa Milka yang baru masuk ke dalam rumah.


"Aku masuk ke dalam dulu ya." Kata Milka, setelah mendapat anggukan kepala dari Natalie Milka pun langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Nat, apa kau melihat Niko?" Tanya Milka yang kembali memutar badan bertanya pada Natalie.


"Niko, sepertinya dia ada di kamarnya." Sahut Natalie karena dia tidak pernah melihat Nilo keluar dari kamar.


Milka yamg tadinya akan masuk ke dalam kamarnya, berubah arah, dia berjalan ke arah kamar Niko dan mengetuk pintunya.


"Kau di dalam?" Tanya Milka setelah mengetuk pintu kamar Niko.


"Masuklah, pintunya tidak terkunci." Sahut Niko dari dalam.


Milka masuk ke dalam, dan Niko langsung menutup pintunya dan menarik Milka ke dalam pelukannya.


"Kenapa, Kau rindu padaku?" Tanya Raja.


"Ya, aku rindu, sangat rindu." Ucap Milka mempererat pelukannya di pinggang Raja.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Raja.


Milka mengangguk dan mengecup lembut bibir Raja, dia tidak bohong, dia memang rindu pada suaminya itu. Meskipun dia juga bersikap manis karena menginginkan Raja menyetujui permintaannya untuk membantu Mark menyelesaikan masalah Mark, meskipun Milka tidak tahu masalah apa yang sedang di hadapi oleh Mark.


"Bisa aku meminta sesuatu padamu?" Tanya Milka tanpa melepaskan tangannya dari pinggang suaminya itu.


"Apa yang ingin kau minta Permaisuri?" Tanya Raja.


"Seorang teman meminta bantuan ku, dan juga dirimu." Milka berkata dengan ragu-ragu dan pelan.


"Bantuan mu dan aku?" Raja mengerutkan alisnya.


"Sebenarnya, tadi dosen memintaku ke ruangannya, dan di sana-" Milka mulai menjelaskan semuanya, jika seorang pria muda meminta bantuan dirinya dan juga Raja, dan dia akan memberikan apapun jika berhasil membantunya.


"Aku tidak butuh imbalan, dan aku tidak mau membantu manusia manapun lagi, kecuali dirimu." Ucap Raja.


"Tapi, aku ingin imbalannya." Kata Milka, dia menginginkan imbalan itu untuk kuliahnya. Dia juga ingin membeli laptop belas untuk dia pakai saat mengerjakan pelajarannya.


"Apa kau kekurangan sesuatu? Aku bisa memberikannya padamu, katakan saja apa yang kau inginkan Permaisuri." Kata Raja.


"Aku memang membutuhkan sesuatu, bahkan untuk biaya kuliahku. Aku tau Yang Mulia bisa memberikan untukku semua yang ku butuhan, tapi, ayolah bantu dia." Kata Milka memasang wajah memelas.


"Tidak Permaisuri, aku tidak ingin mencampuri urusan manusia lagi." Tolak Raja.


Milka tahu, jika pendirian Raja sangat kuat, jika dia mengatakan tidak, itu artinya tidak!


Milka memutar otak, mencari celah, agar Raja berubah pikiran.


"Sepertinya aku sedang mengidam ingin membantu orang." Kata Milka setelah mendapat ide, meskipun dia tidak tahu apakah itu akan berhasil ataukah tidak.


"Mengidam?" Raja tampak bingung mendengar kata itu.


"Mengidam itu, adalah yang di rasakan manusia saat dia sedang mengandung, apa pun yang di inginkan wanita yang hamil harus di turuti oleh suaminya, jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi." Bohong Milka.


Melihat raut wajah Raja, sepertinya Milka berhasil mengunakan cara licik itu.


"Baiklah, demi kau, aku akan membantunya." Kata Raja yang membuat Milka tersenyum senang telah berhasil dengan trik yang dia gunakan untuk membuat Raja berubah pikiran.

__ADS_1


__ADS_2