
Ke-esokan hatinya Milka dan Gadis membawa semua barang-barang yang akan mereka perlukan selama mereka tinggal di kontrakan.
"Mulai sekarang hidup kita nggak akan mudah." Ujar Gadis sambil memasukkan kasur baru ke kamar yang akan mereka tempati.
"Ya sih, nggak akan mudah, awal masuk kampus aja kita udah di kasi cobaan." Sahut Milka setuju dengan apa yang Gadis katakan.
"Kenapa si Mil, kamu nggak minta bantuan sama cowok-cowok kuat di Underworld buat ngangkatin barang-barang kita?" Tanya Gadis.
"Masa kayak gini aku harus minta bantuan Underworld juga si Dis, yang ada nanti Raja malah khawatir karena aku nggak bisa mandiri." Kata Milka, dia tak ingin jika Raja berubah pikiran tak mengizinkan dia untuk kuliah.
"Kalo gitu nggak usah deh Mil. Bisa gawat kalo Raja berubah pikiran." Kata Gadis.
"Tapi, bayangin deh Mil, kalo anak satu kampus tau, kalo mereka itu satu kampus sama istri Raja, penguasa alam bawah. Kira-kira reaksi mereka gimana ya?" Gadis mencoba membayangkan, namun tak menemukan bayangan yang cocok untuk itu.
"Gimana, udah bisa kamu bayangin?" Tanya Milka.
"Nggak bisa Mil, gelap doang." Sahut Gadis membuat Milka geleng-geleng kepala.
"Oiya, Mil, kabar Dennis sama Putri Electra gimana ya?" Tanya Gadis.
"Terakhir si, kabarnya mereka lagi di Hongkong, Putri Electra lagi ada fashion show di sana." Kata Milka.
Setelah membereskan dan mengangkat kasur dan semua yang mereka perlukan, akhirnya Milka dan Gadis istirahat.
"Ahh... Bakalan tidur nyenyak deh ni malam." Kata Milka.
"Iya, soalnya kita kecapean banget hari ini." Ujar Gadis.
Malamnya Milka membuka pintu kamarnya untuk tidur. Dia sudah sangat mengantuk, tubuhnya pun terasa remuk, dan, saat pintu kamarnya terbuka, di dalam sudah ada Raja yang berbaring di kasur menunggu Milka.
"Yang Mulia..apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Milka.
"Apa lagi yang ku lakukan kalau bukan menemui istriku. Aku sangat merindukannya sampai sangat menderita rasanya." Kata Raja.
"Benarkah, kau rindu padaku?" Milka menghampiri Raja dan mengalungkan tangannya di leher Raj.
"Ya, aku sangat merinduimu." Angguk Raja.
Milka senyum-senyum mendengarnya, entah kenapa Raja selalu membuat jantungnya berdetak kencang, meskipun mereka telah lama bersama, Milka selalu merasa jatuh cinta pada Raja setiap harinya.
Malam itu, Milka tidur di pelukan Raja, tubuh yang selalu membuatnya merasa hangat.
****
Paginya Milka bangun, namun Milka sudah tak melihat Raja.. mungkin Raja sudah kembali ke Underworld saat dia masih tidur.
__ADS_1
Milka bangkit berdiri dan menuju dapur, dia harus membuat sarapan pagi ini. Dan, sepertinya Gadis belum bangun.
"Wah, kamu udah buat sarapan Mil." Gadis melihat nasi goreng dan telur mata sapi terhidang di meja makan.
"Ayo, sarapan, kita harus isi energi untuk kuliah nanti." Kata Milka, Gadis pun menarik kursi dan duduk.
Mereka berdua me menghabiskan sarapan mereka, setelah mandi, Milka dan gadis bersiap untuk berangkat kuliah, karena mereka ada pelajaran pagi itu.
Setibanya di kampus, Milka dan Gadis masuk ke dalam kelas mereka. Tak berapa lama kemudian dosen pun masuk.
Pelajaran awal di lewati Milka dan Gadis dengan penuh semangat.
Saat keluar kelas, seorang wanita dengan beberapa temannya lewat, dan dengan sengaja menabrak tubuh Milka hingga Milka terjatuh.
"Hati-hati dong, udah tau orang mau lewat." Kata si wanita.
"Nggak salah, kan kamu yang nabrak, orang udah di tepi kok." Kata Gadis tak terima.
"Suka-suka kita dong, Minggir!" Kini giliran Gadis yang di dorong hingga hampir saja ia jatuh.
"Kirain udah belajar di kampus, anak yang tengil kayak di SMA udah nggak ada, eh, ternyata masih banyak." Kata Milka berdiri.
Milka tak menyangka ternyata di kampus masih ada orang yang suka bully.
"Ayo, pergi Dis, nggak ada gunanya ledeni mereka." Milka menarik Gadis pergi. Dia malas jika berdebat dengan orang yang tak penting yang suka semena-mena pada orang lain.
"Masih ada yang orang kayak gitu!" Geram Gadis.
"Masih, tuh buktinya." Sahut Milka.
"Saudaraan sama Melody kayaknya tuh Mil." Kata Gadis lagi.
"Ya, mungkin kali ya." Ucap Milka.
Gadis menyebut nama Melody membuat Milka jadi ingat pada Melody dan Sari, entah bagaimana dan di mana mereka sekarang.
Sudah lama Malika tak mendengar kabar keduanya, begitupun dengan ayahnya. Ya, ayahnya. Entah dimana dia sekarang.
"Mil, kamu kenapa?" Tanya Gadis yang melihat Milka termenung.
"Aku ingat mereka Dis, nggak tau di mana mereka sekarang." Kata Milka.
"Ngapain kamu ingat mereka? Mereka tuh udah jahat sama kamu Mil, nggak pantas mereka tuh kamu ingat." Kata Gadis.
Mereka memang jahat pada Milka, dan memang tak pantas untuk di ingat, tapi Malika tak bisa melakukan itu. Karena, bagaimana pun juga, mereka pernah ada di hidup Milka.
__ADS_1
Sementara itu di Istana Underworld, Raja sedang termenung ketika nyonya West datang menghadap.
"Yang Mulia ada apa?" Tanya Nyonya West melihat Rajanya murung.
"Ketiadaan Permaisuri di Istana membuat saya merasa aneh nyonya West." Kata Raja.
"Yang Mulia pasti sedang rindu pada Permaisuri, sebaiknya Yang Mulia menemui Permaisuri." Saran nyonya West.
"Saya tidak bisa terus menemui Permaisuri di dunia manusia nyonya West, karena akan sangat bahaya bagi Permaisuri jika identitasnya terbuka." Kata Raja.
"Kamu kenapa Mil?" Tanya Gadis pada Milka yang juga sedang merenung memandang langit ketika mereka berdua duduk di balkon menatap langit.
"Nggak apa-apa." Sahut Milka.
"Jangan bohong. Kamu masih kepikiran ayah kamu ya?" Tanya Gadis.
"Nggak Dis." Jawab Milka.
"Kamu kepikiran Melody?" Tanya Gadis lagi.
"Nggak. " Milka menggeleng.
"Kamu kepikiran Tante Sari?" Tanya Gadis lagi.
"Nggak Dis." Sahut Milka, lagi-lagi tebakan Gadis salah.
Gadis tampak berpikir sebentar.
"Aku tau sekarang, kamu lagi kepikiran Raja kan?" Tebak Gadis.
"Iya, kayaknya aneh aku nggak sama dia." Ucap Milka membenarkan tebakan Gadis.
Dia memang sedang memikirkan Raja, dan dia rindu pada Raja.
"Kalo gitu panggil dong Raja kesini. Raja bisa teleport kan?" Tanya Gadis.
Milka membenarkan, jika Raja bisa kemanapun yang dia mau hanya dengan satu kedipan mata.
"Kalo gitu, kamu panggil aja Raja ke sini." Kata Gadis, untuk apa Milka menahan diri. Toh, Raja tidak naik pesawat kan.
Milka masuk ke kamarnya lalu memejamkan mata, dalam hati dia menyebut nama Raja dan memanggilnya, berharap jika dia membuka matanya, Raja sudah ada di sana.
Milka membuka mata, namun sayangnya, hanya dia sendiri yang ada di dalam kamar itu. Milka menghela nafas kecewa, tenyata dia tak berhasil memanggil Raja.
"Permaisuri..." Suara Raja memanggil Milka. Dan, ketika Milka menoleh ke belakang untuk melihat, di sana sudah ada Raja yang merentangkan tangannya agar Milka memeluk dirinya.
__ADS_1