Suami Hantu

Suami Hantu
Hari baru di kampus baru


__ADS_3

Usai melewati hari-hari yang melelahkan, dari membantu Natalie, bertemu dengan hantu Dilla. Lalu, kemudian Faby dan hantu yang merasukinya. Kini Milka kembali ke kampus, kampus barunya, menjalani perkuliahannya sebagai mahasiswi pertukaran.


Milka berharap dia tidak akan lagi menemui hal-hal yang melelahkan, seperti berhadapan lagi dengan roh jahat.


Milka bertekad untuk belajar, dia harus serius saat belajar, bagaimanapun dia kembali ke dunia manusia adalah untuk kuliah.


Milka berada di kampus barunya, Perasaan di kampus pada hari pertama sangat baik, tapi bagaimanapun juga, itu adalah lingkungan yang asing dan perlu dikenali, dia sendiri tak tahu kenapa di saat dia baru kuliah, dia harus menjalani pertukaran dengan mahasiswi lain.


Hari pertama Milka lalui dengan tenang, tanpa merasa ada hawa roh jahat yang di sekitarnya.


Saat sepulang kuliah, Milka akan keluar dari kelasnya, tapi tanpa sengaja Milka melihat beberapa mahasiswi sedang menyudutkan seorang gadis di sudut tangga.


"Di sini juga ada." Gumam Milka karena tak menyangka jika di kampus barunya itu, ada juga pembullyan yang terjadi.


Milka mengira dia hanya akan melihat kejadian seperti itu hanya di SMP dan SMA saja, tidak disangka di universitas pun juga ada.


Milka ingat, dja pernah melihat gadis yang sedang di sudutkan itu, gadis itu satu kelas dengannya, tapi Milka lupa siapa namanya.


Karena Milka tidak terlalu memperhatikan saat dosen mengabsen tadi, Milka ingin pergi karena tak ingin mendapat masalah lagi. Tapi, hatinya tak tega pergi begitu saja. Milka pun memutuskan untuk melapor pada dosen.


Milka menghampiri seorang wanita berusia 30an akhir, namanya bu Dira, dia yang memberi kesan pertama yang baik pada Milka karena setelah Milka melaporkan perundungan itu, Setelah dia mendengarnya, dia langsung ke tempat kejadian untuk membubarkan para perundung itu.


Tak lama kemudian gadis yang di rundung tadi muncul dengan kepala menunduk, sepertinya dia juga akan pulang.


Milka melihat langkah gadis itu gontai, seperti menahan sakit.


Karena merasa khawatir, Milka pun mengikuti gadis itu dengan diam-diam.


Gadis itu berhenti ketika dia tiba di terminal bus, mungkin menunggu bus. Milka sedikit ragu, sebenarnya Milka tidak begitu paham dengan kota itu, apalagi selama sampai di kota itu, dia tak pernah keluar berjalan-jalan melihat kota itu, jika dia tersesat pasti akan gawat.


Milka terus memperhatikan gadis yang lebih muda tiga tahun dari dirinys itu, gadis itu cukup cantik dengan tubuh tinggi dan kulit yang bersih.


Tak lama kemudian bus nomor 14 datang, Milka buru-buru mengikuti ketika gadis itu naik bus. Milka mengutuk sikapnya yang terlalu ikut campur dalam urusan orang, tapi itu karena dia tak tega, dalam pikirannya, bagaimana jika gadis itu nantinya pingsan dan tak ada yang menolong.

__ADS_1


Milka tidak ingin itu terjadi jadi.dia memutuskan untuk terus mengikuti gadis itu hingga, gadis itu sampai di rumah dengan selamat.


Gadis itu sebenarnya melihat Milka yang hendak masuk ke bus, sepertinya dia juga tahu jika Milka mengikutinya dari kampus, tapi gadis itu berpura-pura tidak mengetahuinya.


Saat akan ingin membayar ternyata bus itu hanya menerima kartu bus saja, Milka mengerutuki dirinya yang begitu bodoh.


"Sudah ku bayarkan." Kata gadis itu mengesek kartu bus miliknya.


"Terima kasih." Ucap Milka merasa canggung.


Gadis itu tak membalas langsung memalingkan muka dan duduk, Milka pun ikut duduk di sebelah gadis itu.


Tak lama kemudian bus berhenti dan gadis itu turun, Milka juga buru-buru turun dari pintu belakang, mengikuti gadis itu sampai nanti tidak sempat keluar.


Setelah berjalan kurang dari lima menit, gadis itu berbelok ke sebuah gang, Milka berhenti di luar gang selama setengah menit sebelum masuk, dan hanya melihatnya membuka pagar besi dan masuk, rumah gadis itu bertingkat dua.


Setelah melihat gadis itu sampai dengan selamat, Milka pun memutuskan untuk kembali.


Tepat saat Milka akan pulang, Darent muncul. Darent baru kembali setelah mengantar roh wanita itu ke Underworld.


"Maaf jika saya mengagetkan Yang Mulia." Ucap Darent merasa bersalah.


"Ayo kita pergi." Kata Milka mengajak Darent pergi.


Saat Darent akan mengikuti Milka, Darent menghentikan langkahnya membuat Milka menoleh.


"Ada apa?" Tanya Milka.


"Maaf Yang Mulia, hamba merasakan sesuatu di sini." Kata Darent.


"Kuharap itu bukan roh jahat lagi." Ucap Milka, dia sudah lelah beberapa hari terus berhadapan dengan roh jahat.


"Tidak Yang Mulia, hamba merasakan energi positif di sini." Sahut Darent.

__ADS_1


"Energi positif?" Tanya Milka.


"Ya Yang Mulia, energi positif artinya, dia adalah roh yang baik." Ujar Darent menjelaskan, ternyata selama beberapa tahun menjadi Permaisuri Underworld Milka belum juga tahu banyak tentang Underworld.


"Kita harus melihatnya Yang Mulia." Kata Darent.


Sebenarnya Milka ingin menolak tapi, dia terpaksa mengikuti Darent masuk ke dalam rumah gadis itu. karena Darent sudah masuk terlebih dahulu dengan menembus pagar rumah gadis itu.


Dari dalam Darent membukakan pagar agar Milka juga bisa masuk kedalam.


Milka sudah berada di halaman rumah gadis itu, di halaman rumah gadis Milka itu melihat rumah gadis itu terlihat agak tua dan bobrok, ada juga beberapa bunga dan tanaman di dalamnya, ada pipa air dan keran di pojoknya, semuanya berkarat dan masih meneteskan air.


Rumah itu adalah bangunan dua lantai, Milka berdiri di halaman rumah gadis itu dengan rasa bersalah, karena masuk tanpa izin.


Darent, dia masuk ke dalam rumah gadis itu, Milka yang merasa bertanggung jawab atas apa yang Darent lakukan pun mengikuti langkah Darent.


Milka masuk dan menapaki anak tangga ke lantai dua mengikuti Darent.


"Apa yang kau lakukan di rumahku?" Gadis itu ternyata sedang berada di lantai bawa dan memergoki Milka yang akan naik ke lantai atas rumahnya.


"A-ku, maaf aku masuk ke rumahmu tanpa izin." Ucap Milka merasa tak enak hati sembarang masuk ke rumah orang seperti tak punya tatah Krama.


"Di mana dia?" Di Darent muncul kembali.


"Apa? Apa maksudmu?" Tanya gadis itu.


"Anak laki-laki itu, di mana kau menyembunyikan dia?" Tanya Darent, membuat pupil mata gadis itu membesar.


"Anak laki-laki? Aku tidak mengerti, apa maksudmu? Mungkin kau salah orang." Kata gadis itu.


"Sebaiknya kalian pergi, sebelum aku berteriak!" Ucap gadis itu marah.


"Ada apa Darent, jalaskan dulu." Kata Milka yang juga marah karena sikap Darent yang menurut Milka memang kurang sopan.

__ADS_1


"Maaf, Yang Mulia." Ucap Darent, dia lupa jika ada Permaisuri yang sedang bersamanya.


"Yang Mulia, dia, dia menyembunyikan Ozald di rumah ini." Kata Darent.


__ADS_2