
Milka mengusap matanya dan membuka pintu kamarnya yang terus di ketuk.
"Niko." Milka menatap Niko yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ada apa?" Tanya Milka karena melihat wajah Niko panik.
"Aku tidak bisa mandi. kamar mandinya sepertinya bermasalah, aku tidak tahu bagaimana memperbaikinya, tolong bantu aku melihatnya." Kata Niko.
"Kamar mandi? Bukannya kamu sudah mandi?" Kata Milka yang melihat rambut Niko masih basah.
Tapi akhirnya Milka mengikuti Niko ke kamarnya. Dia malas terlalu banyak berpikir, Milka juga ingin segera mandi, tubuhnya terasa sangat lemas, mungkin karena semalam dia begadang memikirkan Raja.
Milka masuk ke kamar Niko dan berjalan ke kamar mandi, Niko mengikuti Milka. Mikka sedikit merasa aneh, kenapa Niko mengikutinya dengan sangat dekat.
Ketika sampai di kamar mandi, Niko berdiri di sebelah Milka.
"Di mana masalahnya?" Tanya Milka.
Niko menunjukkan ekspresi sedikit bingung, lalu menunjuk ke shower.
"Tidak ada air yang keluar ." Katanya.
"Oh ya? Selama aku tinggal di sini tidak pernah ada masalah pada air. Atau mungkin mati air?" Kata Milka yang juga bingung.
Jika tidak ada air, itu artinya mati air, untuk mematikan Milka memutar keran air untuk mencobanya, siapa sangka airnya shower langsung keluar dan membasahi sekujur tubuh Milka.
Bagus, sekarang dia sudah mandi. Ucap Milka dalam hati, dia merasa kesal.
Milka menutup putarannya dan menyeka wajahnya yang basah seperti orang yang habis cuci muka.
"Mungkin tadi airnya mati, sekarang sudah hidup, kau bisa mandi sekarang.” Kata Milka.
Setelah itu, Milka kembali ke kamarnya dan langsung mandi, setelah mandi dia merasa segar.
Milka kembali kesal mengingat Raja yang tak kunjung mendatanginya, semalam dia sudah menunggu dan memikirkan Raja.
"Persetan denganmu! Aku tidak akan berharap lagi." Ujar Malika kesal.
Setelah memakai pakaiannya, Milka keluar untuk menghirup udara segar, karena kesal dia jadi merasa sesak.
Saat Malika keluar kamar, Niko sudah berada di luar kamarnya. Saat Milka keluar Niko juga mengikutinya.
"Ada apa?" Tanya Malika menoleh sedikit risih pada Niko yang mengekor di belakangnya.
Niko tampak gelisah, seperti ingin mengatakan sesuatu padanya. Milka menatap Niko menunggu apa yang akan Niko katakan padanya.
"Apa?" Tanya Niko.
__ADS_1
Milka mengerutkan dahinya.
"Kenapa kau mengikuti ku?" Tanya Milka.
"Tadi, airnya tidak bermasalah kan? Ada apa? Kau ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Milka.
Milka tahu, tadi pasti Niko berbohong saat berkata padanya jika tak ada air yang keluar.
"Tidak, tadi airnya benar-benar tidak keluar." Kata Niko, Setelahnya dia berbalik dan kembali ke kamarnya.
Setelah merasa segar karena sudah menghirup udara segar di luar, Milka kembali masuk ke dalam kamarnya.
Tak lama kemudian pintu kamar Milka kembali di ketuk. Milka berharap jika itu bukan Niko yang mengetuk pintunya.
"Mil, ayo sarapan." Ternyata Natalie yang berdiri di depan pintunya, mengajak untuk sarapan.
Di meja makan sudah ada Niko di sana, duduk dengan termenung seperti sedang memikirkan sesuatu, yang entah apa.
Natalie dengan antusias mengambil lauk untuk Niko. Tapi, Niko langsung mengambil piring Milka yang kosong, lalu meletakkan piringnya di depan Milka.
"Aku tidak makan." Katanya.
"Kamu tidak sarapan?" Tanya Natalie.
"Tidak." Kata Niko enteng.
Tapi Milka yakin, bahwa Niko tidak sedang diet, Milka semakin merasa aneh pada Niko.
"Tapi kamu harus makan sedikit sayang. karena jika tidak sarapan, aku takut lambungmu akan sakit.” Kata Natalie lalu meletakkan sepotong roti ke piring Niko.
Natalie benar-benar memperlihatkan sisi baik dan lembutnya pada Niko.
Milka bisa melihatnya jika Natalie ingin mendapatkan hati Niko. Tapi yang Milka tak habis pikir, kenapa bisa Natalie segampang itu menyukai seorang pria, dia baru mengenal Niko dua hari. Atau apakah itu yang di namakan cinta pada pandang pertama.
Siang harinya, saat Milka sedang membaca buku di kamarnya, pintunya kembali di ketuk.
"Masuk, pintunya tidak di kunci." Teriak Milka mengira jika itu adalah Natalie. Karena biasanya Natalie yang mengetuk pintunya pada jam itu.
Pintunya terbuka, bukan Natalie yang berdiri di sana, melainkan Niko.
Milka yang tadinya berbaring langsung mengubah posisi duduk tegak.
"Ada apa?" Tanya Milka.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihatmu saja." Sahut Niko.
"Memangnya kenapa kau ingin melihatku?" Tanya Milka kesal. Ada urusan apa sebenarnya Niko dengannya.
__ADS_1
"Tidak ada alasan. Aku hanya ingin saja." Sahutnya menambah kekesalan Milka.
"Jika kau tidak punya kepentingan yang benar-benar penting, bisakah kau menutup pintu kamarku, dan pergilah!" Ucap Milka.
Milka merasa sangat terganggu dengan Niko. Milka tak menyangka jika Niko adalah orang yamg menyebalkan.
Semenjak pindah ke rumah itu, Milka memang tidak lagi pernah bertemu dengan roh jahat, tapi Niko jauh lebih mengesalkan daripada roh jahat yang mengincar dirinya.
Bosan di kamar, Milka keluar dan duduk di kursi sambil menyaksikan acara di televisi.
"Kau melihat Niko?" Tanya Natalie yang ikut bergabung dengan Milka menonton televisi.
"Aku tidak melihatnya, mungkin dia di kamarnya." Kata Milka. Lagi pula dia tidak tahu, untuk apa juga dia tahu di mana Niko.
"Dia tidak ada di kamarnya, aku sudah mengetuk kamarnya dan tidak ada jawaban." Kata Natalie.
"Mungkin dia sedang tidur." Ucap Milka.
"Tidak, setelah mengetuk pintunya dan tidak ada jawaban, aku masuk karena pintunya tidak di kunci. Dia benar-benar tidak ada di kamarnya." Kata Natalie.
"Mungkin saja di ada di kamar mandi." Ujar Milka.
"Dia tidak ada, aku juga mencarinya di sana." Kata Natalie.
"Kau bahkan mencek kamar mandinya?" Tanya Milka.
"Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja, mungkin saja kan dia pingsan di kamar mandi, dan kita tidak mengetahuinya." Natalie memberi alasan yang masuk akal.
"Mungkin dia keluar." Sahut Milka, dia juga tidak perduli sebenarnya.
Tak lama kemudian, Niko terlihat keluar dari kamarnya, Milka dan Natalie menoleh.
"Kau keluar dari kamar?" Tanya Natalie heran.
"Iya, memangnya dari mana lagi." Sahut Niko cuek.
"Tapi, tadi aku mencari mu di kamar, kau tidak ada. Aku bahkan mencarimu di kamar mandi, kau juga tidak ada." Kata Natalie.
"Benarkah? Mungkin kau hanya tidak melihatku saja." Kata Niko santai.
"Benarkah?" Natalie kebingungan. Apa benar dia yang tak melihat Niko di dalam sana.
Sedangkan Milka mencari curiga, dia merasa ada yang tak beres dengan Niko.
Jika benar, tadi Niko berada di dalam kamarnya, mustahil Natalie tak melihatnya di sana. Lagi pula, kamar itu tidak besar, hanya 4x4 persegi saja. Bagaimana bisa Natalie tidak melihat Niko di dalam.
Milka jadi berpikir, ada yang tak beres dengan Niko.
__ADS_1