
Raja melepas ciumannya dan keduanya terengah, setelah sadar, Milka merasa sedikit malu dan tak ingin mengangkat wajahnya untuk melihat Raja.
"Putri Aerish, aku sangat menyukaimu." Ucap Raja menyentuh dagu Milka dan membawa Milka untuk menatapnya.
Seketika mata Milka yang menangkap wajah Raja yang tak tertutup itu langsung membuat jantung Milka yang memang berdegup kencang semakin menjadi.
Tadi karena Milka yang larut dalam kecupan panas Raja tak menyadari bahwa kini Raja tak lagi menyembunyikan wajahnya di balik topeng yang selalu ia kenakan.
Ternyata wajah Raja tak seperti yang di bayangkan oleh Milka selama ini. Wajah Raja sangat jauh berbeda dari apa yang Milka sangka. Netra hitam dengan mata yang tajam, hidung mancung yang terpahat dengan sempurna. Alis tebal nan hitam. Lalu bibir yang terlihat begitu menggoda, Milka menelan salivanya, karena bibir itu tadi menyentuh bibirnya.
Dan, ternyata wajah Raja sangat-sangat tampan. Ketampanan Raja membuat Milka sampai tak bernafas untuk sekian detik.
Di wajah Raja tak ada bekas luka goresan atau apa pun itu, wajahnya mulus bersih. Milka bahkan sampai tak percaya bahwa itu adalah Raja. Raja yang menjadi suaminya.
"Apa kau benar-benar adalah Yang Mulia Raja?" Tanya Milka masih tak percaya.
"Kenapa? Apa aku terlalu tampan sampai kau tak percaya aku adalah Raja, suamimu selama ini." Ucap Raja pada Milka yang terus menatapnya tanpa berkedip.
"Bukankah kau harusnya memiliki bekas luka di wajahmu dan seharusnya wajahmu itu jelek." Kata Milka.
"Bekas luka? Tidak aku tak memilikinya, siapa yang mengatakan itu padamu?" Tanya Raja ingin tau siapa yang mengatakan hal itu pada Milka.
"Bukankah kau memakai topeng karna ingin menutupi bekas luka pada wajahmu?" Milka masih bertanya, karena wajah tampan sungguh tak masuk akal baginya.
"Katakan siapa yang mengatakannya padamu?" Tanya Raja benar-benar ingin tau siapa yang menyebarkan gosip itu.
"Tak ada yang mengatakannya padaku." Sahut Milka cepat, karena memang tak ada yang mengatakan padanya bahwa wajah Raja jelek dan memiliki bekas luka. Semua itu hanya anggapan yang dia kira adalah benar.
"Lalu di mana kau dapatkan anggapan itu? Yang mengatakan wajahku seperti itu?" Tanya Raja yang membuat Milka diam tak menjawab. Dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Jadi selama ini kau beranggapan bahwa aku jelek Putri Aerish." Raja sudah bisa menebak bahwa itu adalah anggapan Milka sendiri.
__ADS_1
"Aku tak salah, siapa suru kau memakai topeng." Elak Milka lalu akan berlari namun Raja menarik tangan Milka ke dalam pelukannya. Sekali lagi Raja mencium Milka. Dan kembali mereka larut di dalamnya..
****
"Putri..." Itu sudah yang ke sekian kalinya Clona memanggil Milka.
"Putri....!!!" Teriak Clona tepat di telinga Milka membuat telinga Milka berdenging sakit.
"Kau membuat telingaku sakit." Ucap Milka mengusap-usap telinganya.
"Dari tadi aku memanggilmu, tapi kau hanya diam melamun." Kata Clona.
"Benarkah? Aku tak sadar." Sahut Milka mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Memangnya apa yang kau Putri pikirkan? Sampai melamun seperti itu." Tanya Clona.
"Aku memikirkan sesuatu." Ucap Milka.
"Sesuatu." Kata Milka tak ingin memberitahukan kepada Clona jika Raja memperlihatkan wajahnya pada Milka. Dan Milka sangat terkejut saat melibat wajah Raja yang tampan.
"Sesuatu? Apa Putri tak ingin menceritakannya?" Tanya Clona yang di balas galengan kepala oleh Milka, dan setelahnya Clona tak lagi bertanya.
"Tadi kenapa kau memanggilku?" Tanya Milka kenapa Clona sampai berteriak di telinganya.
"Itu, Putri Electra ingin menemuimu." Beritahu Clona.
Setelah di beritahu jika Putri Electra ingin menemuinya Milka pun lalu ke kediaman Putri Electra di temani oleh Clona dan Grasil.
"Putri Electra.." Sapa Milka saat sudah berada di kediaman Putri Electra.
"Putri Aerish. Ayo duduk." Sambut Putri Electra senang melihat Milka.
__ADS_1
"Kata Clona kau ingin menemuiku?" kata Milka.
"Ya, ada yang ingin ku minta darimu." Ucap Putri Electra.
"Apa yang ingin kau minta?" Tanya Milka.
"Aku ingin meminta bantuanmu Putri Aerish." Putri Electra menyuruh Milka duduk terlebih dahulu.
"Bantuan apa yang kau butuhkah." Tanya Milka lagi. Jika dia bisa dia dengan senang hati akan membantu Putri Electra, mengingat kebaikan dan juga bantuan yang di berikan Putri Electra padanya.
"Bisakah kau melakukan pemotretan denganku? Seseorang yang harusnya melakukan pemotretan denganku sakit dan tak bisa melakukan pemotretan itu. Jadi kami harus mencari pengantinya. Dan aku rasa kau cocok untuk itu." Jelas Putri Electra,
"Apa kau yakin Putri? Aku bisa menggantikan model itu?" Tanya Milka tak yakin bahwa dirinya bisa. Karena mengingat tinggi badannya yang minim itu dan juga tubuhnya tak terlihat bagus di jadikan model. Milka tampaknya tak percaya diri.
"Kenapa? Kau terlihat bagus Putri Aerish, tubuhmu juga sangat bagus. Kau sangat cocok jadi model." Ucap Putri Aerish meyakinkan Milka.
Model? Ya, dirinya memang cocok tapi model dalam artian lain. Iaitu. (Mo di lempar) pikir Milka, dan saat itu Milka mendengar suara tawa Raja, yang mungkin Raja mendengar kata hatinya lalu menertawakannya.
Mika pun meminta Raja untuk berhenti tertawa, karena dia ingin fokus bicara dengan Putri Electra. Suara tawa Raja itu sangat mengganggunya.
"Ayolah Putri Aerish, lakukan untukku." Pinta Putri Electra, dan Milka tak lagi bisa menolak.
"Baiklah, aku akan melakukan pemotretan itu denganmu." Ucap Milka yang membuat Putri Electra girang.
“Tapi apa aku benar-benar bisa? Apakah kau tak akan di marahi oleh agencymu?” Tanya Milka khawatir jika dia tak memenuhi kriteria untuk pemotretan itu.
“Percayalah, mereka akan senang saat melihatmu, kau adalah yang sangat pas melakukan pemotretan itu. Wajahmu imut dan muda.” Kata Putri Electra.
“Baiklah jika seperti itu.” Ucap Milka.
“Tapi sebelum melakukan itu kita harus meminta izin Raja.” Kata Putri Electra dan Milka setuju. Karena bagaimana pun mereka berdua harus bertanya pada Raja, walaupun sebenarnya Raja mendengar semua yang mereka bahas itu sedari tadi.
__ADS_1