Suami Hantu

Suami Hantu
Hari pertama ke kampus


__ADS_3

Milka berjalan memasuki gedung universitasnya. Dia sudah mulai kuliah, dan dia sangat bersemangat untuk memulai pelajaran pertamanya sebagai seorang mahasiswa baru.


"Milka tunggu." Teriak Gadis yang berlari menghampiri Milka. Milka pun menghentikan langkahnya. Menunggu Gadis.


"Kirain aku udah telat." Kata Gadis ngos-ngosan.


"Aku malah ngira kamu udah di dalam." Kata Milka.


"Ayo masuk." Milka dan Gadis melangkah masuk dengan hati yang girang.


Milka sendiri tak menyangka jika dirinya benar-benar akan kuliah.


Milka, Gadis dan mahasiswa-mahasiswa berkumpul di lapangan yang ada di sana.


Beberapa kakak-kakak senior datang menghampiri para mahasiswa baru yang berkumpul sibuk bicara satu sama lainnya mengenalkan diri masing-masing.


"Apakah kalian sudah saling berkenalan?" Tanya seorang senior yang datang dan bertanya.


"Sudah kak." Sahut mahasiswa para mahasiswa baru.


"Bagus." Ucap senior itu, namun yang tak di ketahui oleh Milka dan yang lainnya adalah mata senior itu berubah merah, dan dia tampak menyeringai.


"Ayo sekarang kalian ikut aku." Senior menyuruh para mahasiswa untuk mengikutinya masuk ke gedung kampus.


Milka dan para mahasiswa mengikuti senior itu tanpa rasa curiga.


Milka dan para mahasiswa memasuki gedung kampus yang terasa begitu suram. Hawa dingin yang berbeda mulai menyentuh kulit mereka.


"Mil, kok aku merinding ya?" Tanya Gadis memegang erat lengan Milka karena takut.


"Mil, kalung kamu." Gadis menunjuk liontin di leher Milka.


Milka menunduk melihat liontinnnya yang sudah berubah warna menjadi merah.


"Liontin ini pemberian Raja, jika ia berubah warna itu artinya..." Milka menggantung ucapannya.


"Artinya apa Mil?" Tanya Gadis penasaran.


"Kata Raja, liontin ini akan berubah warna jika ada roh jahat di dekatku." Kata Milka memberitahu Gadis.


Mendengarnya membuat Gadis semakin merinding. Liontin Milka berubah, yang artinya ada roh jahat di dekat mereka.


"Aduh, Mil, kenapa sih kamu nggak bawa pengawal satu untuk ikut kita kuliah?"

__ADS_1


"Aku juga nggak tau bakalan ketemu roh jahat di hari pertama kita kuliah." Sahut Milka, seandainya dia tahu bahwa hari ini akan ada roh jahat, dia pasti akan meminta Raja untuk memberikan satu orang pengawal untuknya.


"Terus gimana dong Mil?" Tanya Gadis.


"Pura-pura nggak tau aja." Kata Milka, karena jika mereka ketahuan pasti akan semakin parah jadinya.


Entah, kenapa tiba-tiba saja ruangan itu menjadi gelap gulita. Para wanita mulai berteriak kaget.


"Kok gelap? Ini kan masih siang." Ujar salah satu mahasiswa baru itu.


"Mil, gelap. Ini yang aku pegang masih kamu kan?" Tanya Gadis ingin memastikan, dia takut jika yang di pegang nya adalah hantu.


"Iya Dis, ini aku." Sahut Milka.


Tak lama kemudian lampu kembali menyalah, dan ternyata mereka sudah berada di tempat yang berbeda.


"Kita di mana?" Tanya Gadis.


"Kayak ini bukan tempat yang tadi Dis." Ucap Milka.


Yang lain menjadi panik. Mereka tak tahu tempat apa itu. Seharusnya saat ini mereka berada di kampus. Dan, tadi mereka memang memasuki gedung kampus, bagaimana bisa tempat itu berubah?


Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak mereka, begitupun dengan ketakutan.


"Kak senior!" Mereka mulai berteriak memanggil senior yang tadi membawa mereka masuk, tapi sayangnya tak ada sahutan dan tak ada juga yang muncul.


"Selamat datang semuanya, selamat datang di istanaku." Senior itu muncul kembali, namun kali ini wajahnya terlihat begitu pucat, mirip seperti mayat yang hidup.


"Kak senior ada apa ini?" Tanya seorang mahasiswi.


"Aku bukan seniormu. Kalian semua saat ini berada di istanaku." Kata senior itu dengan suara tawa yang nyaring.


"Sebentar lagi kalian akan ku jadikan santapanku. Aku akan menyerap jiwa kalian semuanya." Katanya lagi.


Seketika mata senior itu menjadi merah, taringnya bak drakula muncul.


Semua orang menjadi takut melihat perubahan senior itu.


"Siapa kamu?" Gadis memberanikan diri bertanya. Sementara Milka diam memperhatikan.


"Aku adalah roh yang akan mengambil jiwamu." Sahut roh itu tertawa membuat Gadis menyesal telah bertanya.


Dia seharusnya hanya diam saja, karena jawaban roh itu hanya membuatnya semakin merasa takut saja.

__ADS_1


Di kediamannya Raja menyadari ada yang tidak beres sedang terjadi pada Milka.


Dia pun mengerahkan Darent untuk mencari dan melindungi Milka.


"Pergilah, temukan di mana Permaisuri dan jaga dia." Perintah Raja pada Darent.


"Baik Yang Mulia. Hamba akan melaksanakan perintah Yang Mulia." Darent memberi hormat pada Raja lalu menghilang.


Darent, adalah seorang pengawal kerajaan, dia berada di tingkat kedua setara dengan Rafhael.


Darent mulai mencari posisi Milka, setelah mendapat petunjuk dia pun pergi ketempat itu.


"Aku bisa mencium darah suci di sini." Roh jahat itu berjalan mencari diantara para mahasiswa di sana.


Gadis, dia langsung berdiri di hadapan Milka untuk menghalangi roh jahat itu. Karena Gadis tahu jika Milka adalah yang di maksud oleh roh jahat itu.


Gadis memang penakut, tapi jika menyangkut persahabatan dia akan jadi sangat berani.


Roh jahat itu semakin mendekat ke arah Gadis dan Milka. Gadis dan Milka menjadi was-was.


"Bau-nya semakin jelas." Kata roh itu semakin mendekat.


Bukan hanya Milka dan Gadis yang takut, tapi para mahasiswa yang lain juga merasa sangat ketakutan.


"Jadi, aroma wangi itu dari mu ternyata." Roh jahat mendekati seorang wanita yang sudah sangat ketakutan.


Jadi, aroma darah suci yang di cium oleh roh itu adalah darah dari wanita itu, dan bukan dari Milka.


Pantas saja Milka menjadi heran, kenapa bisa roh itu mencium bau darah suci Milka sedangkan Raja sudah menyembunyikan aroma itu.


"Lho Mil, wanita itu punya aroma darah, dia bukan selir suami kamu kan?" Tanya Milka.


"Kayaknya si nggak Dis, masa Raja punya selir aku nggak tau." Kata Milka.


"Aku bisa merasa kelezatan jiwamu itu." Kata roh itu tertawa karena mendapatkan makanan yang akan menambah kekuatannya berlipat-lipat ganda.


Kekuatan roh jahat jika memakan seorang manusia yang memiliki darah suci akan bertambah seperti dia memakan 100 jiwa manusia biasa.


Karena itulah para roh jahat memburu manusia yang memiliki darah suci.


"Aku tidak menyangka jika hari ini aku sangat beruntung. Ha ha ha," Roh itu tertawa dengan begitu keras membuat suasana semakin mencengkram.


"Tolong, jangan serap jiwa saya." Wanita itu sudah menangis meminta agar roh jahat melepaskan dirinya.

__ADS_1


"Sayangnya, aku tidak akan menurutimu." Kata roh jahat itu.


"Kau harus menerima nasibmu yang sebentar lagi akan menjadi makananku."


__ADS_2