
Milka dan Putri Electra datang menghadap Raja, meminta izin untuk Milka ikut pemotretan bersama Putri Electra.
"Yang Mulia aku ingin meminta izin untuk membantu Putri Electra mengikuti pemotretan, karena yang seharusnya pemotretan bersamanya sedang sakit." Kata Milka meminta izin Raja.
"Benar Yang Mulia." Ucap Putri Electra.
"Apa kau benar ingin ikut?" Tanya Raja melalui batin. Tentu saja Putri Electra tak mendengarnya.
"Aku harus membantu Putri Electra, karna dia selalu membantuku." Jawab Milka pada Raja juga melalui batin.
"Hermm, baiklah aku mengizinkan." Kata Raja memberikan izinnya.
"Terima kasih Yang Mulia." Ucap Putri Electra senang karena Raja mengizinkan Milka ikut dengannya untuk melakukan pemotretan.
Milka dan Electra pun memberikan hormatnya lalu segera beranjak meninggalkan kediaman Raja.
"Kembali kemari." Milka mendengar suara Raja memintanya untuk kembali ke kediamannya.
"Kenapa aku harus kembali? Katakan saja jika ada yang ingin Yang Mulia katakan." Ucap Milka membalas melalui batin.
"Jika kau tak kembali maka aku akan membatalkan izin yang ku berikan." Kata Raja yang membuat Milka geram mendengarnya.
"Kau... Dasar kau!" Ucap Milka jengkel.
"Ada apa Putri Aerish?" Tanya Putri Electra yang mendengar, ternyata karena kegeramannya Milka berbicara langsung tanpa sadar.
"Tidak, aku itu, aku melupakan sesuatu. Bisakah kau pergi lebih dulu." Bohong Milka, yang sebenarnya dia akan kembali ke kediaman Raja untuk menemui Raja.
"Baiklah, aku akan menunggu di kediamanku. Kata berangkat sejam lagi." Kata Putri Electra memberitahu Milka.
Setelah melihat Putri Electra benar-benar telah jauh, dan tak terlihat lagi oleh matanya, Milka pun dengan cepat segera kembali ke kediaman Raja.
"Putri Aerish..." Teriak Clona yang melihat Milka.
"Kau ingin kemana?" Tanya Clona lagi.
"Aku ingin ke kediaman Raja." Sahut Milka jujur.
"Bukankah tadi kau telah ke sana bersama Putri Electra." Kata Clona yang membuat Milka sedikit tak tau harus menjawab apa.
__ADS_1
"Ada yang ingin ku tanyakan pada Raja, tadi aku lupa bertanya." Jawab Milka akhirnya.
"Kau ingin kemana?" Tanya Milka pada Clona.
"Aku ingin menemui Nyonya West, tapi aku akan menemanimu menemui Raja terlebih dahulu, lalu setelahnya aku akan ke Nyonya West." Jawab Clona.
"Tak perlu, kau cepatlah menemui Nyonya West, aku akan sendiri menemui Raja." Ucap Milka tak ingin jika Clona menemaninya.
"Tak apa Putri, Nyonya West pasti akan mengerti jika aku menemanimu." Kata Clona tetap ingin menemani Milka.
"Jangan membuat Nyonya West menunggumu. Aku tak ingin hanya karna menemaniku kau membuat Nyonya West menunggu." Ujar Milka bersikeras tak ingin di temani.
"Baiklah jika kau berkata seperti itu. Aku akan menemui Nyonya West." Akhirnya Clona mengalah juga. Dan Milka bisa bernafas lega. Tapi tunggu dulu, kenapa Milka merasa dia seperti sedang menjalani hubungan dengan seseorang yang tak ingin orang lain tau?. Ini semua sebab Raja.. geram Milka menyalahkan Raja.
Karena dia seperti sedang kucing-kucingan karena takut yang lain tau bahwa dia dan Raja sedang dekat. Ya, meskipun mungkin tak ada salahnya. Tapi Milka merasa belum saatnya ada yang tau tentang perasaannya pada Raja, begitu pun tentang apa yang Raja katakan, jika dia menyukai Milka.
"Yang Mulia ada apa kau ingin menemuiku?" Tanya Milka yang kini berdiri di hadapan Raja.
Bukannya menjawab Raja malah mendekat dan mendekap Milka dengan erat. Seperti orang yang melepas rindunya.
"Aku hanya ingin memelukmu." Kata Raja masih memeluk Milka.
"Apa?" Tanya Milka yang tak pasti dengan apa yang di dengarnya.
"Kau akan pergi dengan Putri Electra jadi aku ingin memelukmu sebelum kau meninggalkan Underworld." Ujar Raja.
"Yang Mulia, aku bukan akan meninggalkan Underworld selamanya, aku hanya pergi untuk pemotretan. Kenapa kau seperti ini." Milka tak habis pikir dengan kelakuan Raja itu.
"Itu karna aku menyukaimu Putri Aerish, jadi aku sudah merindukanmu sebelum kau pergi, meskipun itu hanya sebentar." Ucap Raja lalu mengecup kilat bibir Milka. Membuat wajah Milka memerah karena tersipu malu dengan perlakuan dan juga kata-kata Raja. Keduanya benar-benar seperti remaja dalam masa puber.
"Setelah dari pemotretan aku akan kesini lagi untuk menemuimu." Kata Milka menunduk malu-malu.
"Baiklah aku akan menunggu Putriku." Ucap Raja lalu kembali memeluk Milka dengan sayang, Milka dengan Malu-malu juga menautkan tangannya membalas pelukan Raja.
Kisah cinta antara Milka dan Raja telah pun di mulai. Bak kisah cinta dua remaja yang baru pertama kali jatuh cinta, mungkin itulah yang menggambarkan keduanya.
****
"Putri Aerish apa kau siap?" Tanya Putri Electra.
__ADS_1
"Siap." Sahut Milka. Dan, ternyata bukan hanya mereka berdua saja yang pergi. Clona dan Grasil juga ikut untuk menjaga Milka dan itu adalah permintaan Raja yang di sampaikan oleh Rafhael saat tadi akan berangkat.
Dan, sampailah mereka di sebuah ruangan, yang elegan.
"Welcome to my apartement." Ucap Putri Aerish merentangkan tangannya.
"Ini apartemenku Putri." Beritahu Putri Electra.
"Kau punya apartemen? Keren." Ucap Milka terlihat kagum dengan apa yang dia lihat. Apartemen yang mewah.
Sedang Clona dan Grasil hanya bisa terkagum-kagum. Yah, walaupun ruangan Milka di Underworld lebih besar, tapi isi aparteman Putri Electra di penuhi dengan yang berbau modern.
"Putri Aerish kau ingin minum sesuatu?" Tanya Putri Electra.
"Apa ada soda?" Tanya Milka.
"Tentu saja ada." Sahut Putri Electra.
"Kalian ingin minum apa?" Tanya Putri Electra pada Clona dan Grasil yang masih tak bisa diam terus melihat sekeliling ruangan apartemen itu.
"Kami sama seperti Putri Aerish saja Putri." Sahut Grasil.
"Aku juga." Kata Clona juga menyamakan ingin minum soda. Putri Electra menuju dapur untuk mengambil soda.
"Ini silakan di minum" Kata Putri Electra memberikan soda satu persatu.
"Terima kasih." Ucap Milka, Clona dan Grasil.
"Setelah ini kita akan ke studio pemotretan," Ucap Putri Electra. Milka yang sudah meneguk soda merasa sangat segar. Dia sudah lama tak minum soda. Di sekolah dia hanya minum es teh dan juga air putih jika ke kantin.
Sementara Clona dan Grasil masih binggung, bagaimana cara untuk membuka kaleng soda itu. Yang mereka berdua lakukan hannyalah membolak-balik kaleng soda yang ada di tangan mereka berdua.
"Ada apa?" Tanya Milka heran.
"Kami tak tau cara meminumnya lewat mana." Sahut Grasil.
"Sini." Milka mengambil soda Grasil dan memperlihatkan cara membukanya. Clona dan Grasil pun mengangguk tanda sudah mengerti bagaimana membuka kaleng soda itu.
"Enak?" Tanya Putri Electra.
__ADS_1
"Ini menggigit." Kata Clona. Milka dan Putri Electra yang mendengar ucapan Clona pun tertawa.
"Tapi ini enak." Ucap Grasil yang kembali meminum sodanya lagi dan lagi. Begitu pun dengan Clona yang mengatakan bahwa soda itu menggigit..