
"Ada yang bisa di bantu kak?" Tanya pegawai tokoh tersebut dengan sopan pada Milka.
"Saya lagi tunggu teman mbak." Ucap Milka pada pegawai tokoh itu.
"Dia mau guntil tuh mbak." Suara dari belakang yang ternyata adalah Sari bersama Melody.
"Jangan main fitnah ya kalian." kata Milka.
"Kalo enggak mau mengutil Ngapain kamu di tokoh yang berclass seperti ini? Mana punya uang kamu buat beli di sini." Sari tampaknya ingin mempermalukan Milka.
"Aku nunggu teman." Kata Milka jujur.
"Bohong! Bawa aja dia ke satpam mbak. Dia itu pasti mau mencuri baju di sini." Tuduh Melody menyuruh pegawai tokoh untuk membawa Milka pada Satpam.
Dan, malangnya, pegawai itu pun percaya dengan apa yang di katakan oleh Sari dan Melody. Lalu memanggil Satpam.
"Ini pak bawa aja, dia pasti sudah mencuri sesuatu di sini." Kata Sari pada saat Satpam datang.
"Iya pak, periksa aja tasnya tuh." Suruh Melody agar Satpam menggeledah tas Milka.
"Saya enggak mencuri apa pun di sini." Milka berkata jujur, karena memang dia tak mengambil apa pun.
"Udah geledah aja pak, atau sekalian bawa aja dia langsung ke kantor polisi." Akibat suara Sari yang nyaring, semua orang yang berada di tokoh itu datang menghampiri, untuk melihat apa yang terjadi.
"Saya enggak ambil apa pun. Kalo enggak percaya, ini geledah aja tas saya." Kata Milka memberikan tasnya pada Satpam.
Lalu Satpam pun mengeluarkan semua isi tas Milka, dan yang di tuduhkan oleh Sari dan Melody tak terbukti. Karena tak ada barang tokoh tersebut di dalam tas Milka.
"Dia pasti belum sempat ambil, karna keburu kepergok dia." Melody masih tak ingin melepaskan Milka dengan nama yang bersih.
"Dia itu terkenal suka mengambil barang-barang orang. Dia satu sekolah sama aku. Jadi aku tau betul dia itu seperti apa, pihak sekolah aja hampir ngeluarin dia dari sekolah karena kedapatan mencuri." Fitnah Melody. Orang-orang yang ada di sana mulai berbisik-bisik.
"Cantik-cantik kok maling yah." Ucap seorang pelanggan wanita paru baya.
"Iya, untung bukan anak saya. Orang tuanya pasti malu punya anak kayak dia." Tambah seorang wanita paru baya lainnya.
"Saya enggak seperti itu, dia itu bohong!" Ujar Milka. Melody dan ibunya benar-benar keterlaluan karena telah memfitnah dirinya.
"Udah bawa aja pak Satpam." Ujar semua orang yang ada di sana. Sementara Sari dan Melody tertawa menang di dalam hati, menyaksikan Milka terpojok dengan tuduhan yang mereka lempar pada Milka.
__ADS_1
Sari dan Melody pun merasa begitu menang, hari ini Milka tak mungkin akan lepas dari perangkap mereka berdua.
Saat Satpam akan membawa Milka, Pangeran Ells datang dengan marahnya.
"Mau kalian bawa kemana kakak ipar saya!" Tanya Pangeran Ells dengan marah.
"Maaf anda siapa?" Tanya pegawai tokoh itu pada Pangeran Ells.
"Kamu enggak dengar apa yang saya bilang tadi? Dia itu kakak ipar saya, yang artinya saya ini adik iparnya." Ucap Pangeran Ells.
"Kakak ipar anda adalah seorang pencuri. Jadi kami tidak bisa membiarkan dia berada di sini." Ucap Pegawai tokoh itu pada Pangeran Ells.
"Berani sekali kamu menuduh kakak ipar saya seperti itu!" Marah Pangeran Ells.
"Ibu dan nona ini yang mengatakannya." Kata Pegawai tokoh itu. Mengatakan jika Sari dan Melody yang mengatakannya.
"Berani sekali kalian mengatakan hal yang enggak benar seperti itu!" Kata Pangeran pada Sari dan Melody.
"Itu adalah kenyataannya. Udah Pak Satpam bawa aja mereka berdua. Mereka berdua pasti komplotan. Mana mungkin laki-laki ini adalah adik iparnya. Dia berbohong." Ucap Sari. Dia tak ingin kali ini jika Milka lepas lagi dari perangkapnya.
"Berani sekali kalian!" Pangeran Ells semakin marah mendengar tuduhan Sari.
"Maaf Manajer kami tidak boleh bertemu dengan sembarang orang." Ucap pegawai tokoh tak ingin memanggil Manajer tokoh karena memandang rendah Pangeran Ells dan juga Milka.
"Wah, kalian semua.." Pangeran Ells tersenyum kecut mendapat perlakuan seperti itu.
"Pergi aja yuk." Kata Milka pada Pangeran Ells. Milka tak ingin masalah semakin besar.
"Enggak bisa gitu, kita enggak bisa membiarkan mereka merendahkan kita. Apalagi merendahkan kamu." Ucap Pangeran Ells tak ingin meninggalkan tempat itu sebelum memberi pelajaran pada orang yang memfitnah mereka berdua.
Saat terjadi keributan Manajer tokoh datang untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Ada apa ini?" Tanyanya.
"Ini pak, mereka berdua ini adalah maling." Beritahu pegawai tokoh itu pada Manajer laki-laki itu.
"Ell.." Panggil Manajer yang ternyata mengenal Pangeran Ells.
"Pegawai ini menuduh saya dan kakak ipar saya adalah pencuri!" Ucap Pangeran Ells pada Manajer itu dengan marah.
__ADS_1
"Apa!" Kaget Manajer itu.
"Kamu tau dia siapa! Berani sekali kamu meneduh pelanggan VIP di sini sebagai pencuri." Marah Manajer itu pada Pegawainya.
"Ma...maaf pak, saya enggak tau. Ibu ini yang bilang ke saya pak kalau mereka adalah pencuri." Jelas wanita itu dengan ketakutan.
"Kamu di pecat!" Manajer pun memecat pegawai tokoh itu dengan cepat lalu menyuruh pegawai itu untuk meninggalkan tempat itu.
"Kalian akan saya laporkan atas pencemaran nama baik!" Kata Pangeran Ells pada Sari dan Melody. Dan, keduanya pun menjadi ketakutan.
Orang-orang yang tadi mengungkap jelek Milka beralih mengejek Sari dan Melody.
"Dasar anak sama ibu, dua-duanya sama tukang fitnah." Kata orang-orang yang ada di sana.
"Diam kalian semua!" Teriak Sari tak terima di kata-katai. Dan, setelah mengatakannya tanpa berlama-lama lagi Sari dan Melody langsung melarikan diri karena takut akan di bawa ke kantor polisi.
"Ya, mereka kabur." Kata Milka.
"Akan aku balas mereka nanti." Ucap pangeran Ells yang masih tak terima dengan tuduhan Sari dan Melody tadi.
"Kamu enggak apa-apa kan?" Tanya Pangeran Ells pada Milka.
"Iya, aku enggak apa-apa, udah biasa aku. Mereka dari dulu memang gitu." Ucap Milka.
"Maafkan saya atas ke tidak nyamanan nona dan tuan." Manajer tokoh begitu tak enak hati.
"Iya enggak apa-apa pak." Ucap Pangeran Ells.
Setelahnya Pangeran Ells membawa Milka pulang kembali ke Underworld. Dia juga merasa tak enak hati, di karena kan dirinya yang mengajak Milka. Milka mendapat perlakuan tak baik hari itu.
"Maaf Putri Aerish tentang kejadian hari ini." Ucap pangeran Ells pada Milka.
"Tak apa-apa Pangeran. Saya yang seharusnya minta maaf, karena kejadian itu, Pangeran tak jadi membeli apa pun di tokoh tadi." Kata Milka.
"Aku bisa membelinya lain kali." Ucap Pangeran Ells. Setelah ya keduanya pun berpisah..
Milka kembali ke kediamannya. Dan Pangeran Ells entahlah dia akan kemana. Milka yang merasa lelah langsung merebahkan dirinya diatas kasur.
Hari ini hari yang cukup buruk baginya. Milka benar-benar tak menyangka Sari dan Melody tega memfitnah dirinya dengan begitu kejamnya.
__ADS_1