
"Yang Mulia.." Rafhael menghadap Raja.
"Apa kau membawa kabar tentangnya?" Tanya Raja pada Rafhael dengan penuh ke seriusan. Se-akan dia hanya ingin mendengar kabar yang baik dari Rafhael.
"Iya Yang Mulia. Saya telah mengetahui keberadaannya." Sahut Rafhael.
"Bawa dia ke Underworld." Ucap Raja. Meminta Rafhael membawa yang di maksud, yang entah siapa dia.
"Baik Yang Mulia. Secepatnya akan saya bawa dia ke Underworld." Kata Rafhael lalu setelahnya dia pun pamit untuk pergi, setelah memberikan hormatnya Rafhael keluar dari ruangan Raja.
"Yang Mulia.." Kini Nyonya West yang menghadap Raja.
"Inferno Rafhael telah menemukan keberadaannya. Dan, dia akan segera di bawa kembali ke Underworld." Raja berucap dengan begitu dalam. Entah itu rasa bahagia ataukah kesedihan yang dalam.
"Yang Mulia.." Nyonya West hanya menggumamkan nama Raja.
****
"Siap?" Tanya Milka pada Glydis.
"Siap." Sahut Glydis, meskipun sebenarnya jantungnya berdegup kencang. Dia juga sangat antusias sekali karena akan mengunjungi Underworld.
"Benaran siap enggak?" Tanya Dennis ingin memastikan.
"Benaran, aku udah siap." Ucap Glydis memastikan jika dia sudah benar-benar siap, dan sudah tak sabar ingin melihat seperti apa kehidupan Underworld. Tempat dimana sahabatnya tinggal dan menjadi seorang selir Raja.
Bersama dengan Grasil mereka melintasi waktu menuju Underworld. Saat telah tiba di Underworld, Glydis merasa sedikit pusing hingga dia hampir saja jatuh.
"Kamu enggak apa-apa Dis?" Dennis memegangi tangan Glydis agar tak jatuh.
"Aku pusing." Kata Glydis memegangi kepalanya.
"Itu karna efek teleportasi Dis, bentar lagi juga mendingan kok." Ucap Milka yang sudah hafal betul, karena awal-awal dulu juga dia seperti itu.
"Putri.." Sambut Clona yang sudah menunggu.
__ADS_1
"Dis, ini Clona." Milka memperkenalkan Clona pada Glydis. Walaupun memang mereka pernah bertemu, tapi itu saat tour sekolah. Dan, ingatan Glydis di hapus.
"Hai Clo." Sapa Glydis. Setelah menyapa Clona, Glydis mengarahkan pandangannya ke seluruh penjuru tempat.
"Waaahh, ini dunia gaib ya." Glydis tampak takjub dengan apa yang di lihatnya. Bahkan lebih luar biasa dari yang di bayangkannya.
"Aku ganti baju dulu, setelah itu aku akan bawa kamu keliling istana untuk melihat-lihat." Ucap Milka. Lalu berjalan masuk ke dalam ruangannya di ikuti Clona dan juga Glydis. Sementara Glydis menemani Dennis menunggu di luar ruangan Milka.
"Ini kamar kamu Mil?" Tanya Glydis saat memasuki ruangan Milka. Milka pun menganggukkan kepala.
"Luas banget Mil." Ucap Glydis melihat ruangan Milka yang begitu besar dan luas.
"Itu mereka siapa Mil?" Tanya Glydis saat melihat para dayang memberikan hormat pada Milka saat tadi Milka memasuki ruangannya.
"Dayang istana Dis." Sahut Milka.
"Ini benar-benar kayak yang ada di film-film Mil." Semakin takjub Glydis di buatnya. Milka pun membawa Glydis untuk berjalan-jalan melihat Istana.
"Sumpah Mil, ini aku ngerasa kayak mimpi. Ini luar biasa banget Mil." Glydis tak habis-habis mengagumi Underworld.
"Putri Aerish.." Sebut Putri Electra yang saat itu akan ke taman.
"Senang bertemu denganmu lagi Glydis." Ucap Putri Electra yang melihat Glydis.
"Senang bertemu denganmu juga Putri." Sahut Glydis.
"Apakah kau akan ke taman?" Tanya Milka pada Putri Electra.
"Iya aku akan ke sana." Jawab Putri Electra.
"Apakah kalian akan ke kediaman Yang Mulia." Tanya Putri Electra.
"Iya, kami akan ke kediaman Yang Mulia." Sahut Milka.
"Baiklah, silakan lanjutkan perjalanan kalian ke kediaman Yang Mulia, aku akan ke taman." Ucap Putri Electra. Setelahnya mereka pun berjalan ke arah tujuan masing-masing.
__ADS_1
"Yang Mulia, Putri Aerish tiba." Penjaga mengumumkan kedatangan Milka.
"Persilahkan dia masuk." Ucap Raja. Lalu Milka berserta Glydis dan Dennis pun masuk.
"Yang Mulia." Milka dan Dennis memberikan hormat mereka. Dan, Glydis dengan kaku mengikuti mereka berdua.
"Yang Mulia, ini Glydis, sahabatku." Milka memperkenalkan Glydis dan pada Raja.
"Selamat datang di Underworld Glydis." Ucap Raja.
"Terima kasih." Ucap Glydis dengan gugup. Ini pertama kalinya dia melihat Raja. Dan, dia merasa takut untuk menatap mata Raja. Sekilas yang di lihat Glydis hannyalah topeng yang di kenakan Raja.
"Yang Mulia, aku akan membawa Glydis untuk melihat-lihat dulu." Kata Milka pada Raja. Lalu Raja pun mempersilahkannya.
Namun Raja menahan Dennis, karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan pada Dennis.
"Mil, kok Raja pake topeng?" Tanya Glydis ingin tahu kenapa Raja memakai topeng.
"Karna dia nutupin wajahnya." Jawab Milka.
"Emangnya kenapa Raja nutupin mukanya? Dia jelek ya Mil?" Tanya Glydis lagi.
"Dia nutupin wajahnya karna dia itu ganteng pake banget." Jawab Milka. Karena memang itulah yang sebenarnya, Raja memang sangat tampan.
"Emang kamu pernah liat Mil?" Tanya Glydis.
"Iya dong pernah." Sahut Milka bangga, Karena hanya dia yang Raja perlihatkan wajahnya. Meskipun Milka tak tahu apakah selir yang lain sudah pernah melihat wajah Raja atau tidak. Tapi dia tak peduli itu.
"Putri Aerish.." Kini mereka bertemu dengan Rafhael.
"Kau ingin kemana?" Tanya Milka pada Rafhael.
"Aku akan ke kediaman Yang Mulia Putri." Jawab Rafhael.
"Baiklah, silakan lanjutkan perjalananmu." Ucap Milka. Dan Rafhael pun pergi setelah memberikan hormatnya. Saat melewati Clona dan Grasil yang mengikuti Milka di belakang Rafhael melempar senyum.
__ADS_1
"Kamu beruntung banget Mil. Di sini tuh bagus banget." Ucap Glydis yang begitu senang. Karena telah di bawa mengunjungi Underworld.
"Iya aku beruntung karena bertemu dengan Raja." Ucap Milka mensyukuri semuanya walaupun pada awalnya dia mengira itu adalah kemalangan dalam hidupnya.