Suami Hantu

Suami Hantu
Tawaran dan imbalannya part 2


__ADS_3

"Apakah kita harus memindahkan peti matinya.Milka melihat ada kekhawatiran besar di wajah Mark.


"Tidak ada gunanya memindahkannya sekarang, energi negatif dari tubuh mendiang kakekmu akan tetap terus berkumpul membentuk butiran air, letak posisi peti mati kakekmu dari awal sudah buruk, di tambah lagi dengan energi negatif yang begitu pekat dari lampu gantung itu, makanya bisa mengakibatkan hasil seperti ini. Pertama-tama, pikirkanlah cara membuat lampu gantung itu terjatuh secara tak di sengaja, lalu segera kremasi kakekmu, sekarang bukanlah saatnya untuk memenuhi permintaan terakhir kakekmu, jika kita terlambat, dia kan berubah menjadi roh jahat." Kata Niko menjelaskan pada Mark.


"Baik, lakukan seperti saranmu saja." Sahut Mark.


Membuat lampunya jatuh secara tak sengaja, dengan kata lain maksudnya adalah untuk tidak membuat pelakunya mulai berwaspada.


Saat jam delapan lebih, ada begitu banyak orang yang datang melayat, Niko menyuruh orang menutup peti matinya dengan rapat, ke lantai atas untuk bersiap-siap menghancurkan lampu gantungnya di hadapan banyak orang.


Sedang Milka di suruh Niko untuk tetap menetap di bawah. Milka rasa, orang yang memberikan lampu gantung itu pada Mark pasti akan hadir di sana.


Milka melihat kerumunan orang yang hadir sekilas, mereka semua terlihat kaya, yang paling menarik perhatian adalah sepasang pria dan wanita, terlihat seperti sepasang suami istri ataupun kekasih, pokoknya si pria dan wanitanya sama-sama menawan, apalagi si pria terlihat begitu mirip dengan Mark, atau mungkin mereka saudara.


Milka berdiri di samping Mark, Milka menyadari saat sepasang pria dan wanita itu masuk ke dalam.


Pandangan mata sang wanita pun tiba-tiba tertuju pada Mark yang ada di samping Milka, tatapan sang wanita sangat aneh, sulit di jelaskan, yang paling penting adalah, dia bahkan juga melototi Milka sekilas, dia terlihat tak suka pada Milka.


Lampu gantung itu tiba-tiba terjatuh dan menghantam peti mati, semua orang menjadi kaget dan ketakutan, suara jeritan diiringi dengan suara pecahan lampu gantung berbunyi, membuat suasana begitu bising. Namun setelahnya orang-orang kembali tenang.

__ADS_1


"Mark, bagaimana bisa lampu untukmu yang sebagus ini malah tidak kamu jaga dengan baik, bahkan terjatuh di saat-saat seperti ini, bukankah kakek sangat menyayangimu sebelum dia meninggal? Tapi beginikah caramu membalas budinya? Membiarkan lampu menghantam peti matinya, pantaskah kamu menerima warisannya?!" Ujar pria itu dengan marah.


"Terkadang, suatu yang terlihat sangat buruk itu belum tentu adalah hal buruk, terkadang, hal yang terlihat indah pun belum tentu adalah hal baik, Ronald terima kasih atas lampu pemberianmu dan kakak ipar, tapi sekarang sudah tiba waktunya untuk mengganti yang baru, karena aku tidak mungkin memakai lampu yang sudah rusak bukan." Kata Mark menatap Ronald.


Ternyata pria itu adalah kakaknya Mark? Dan wanita itu adalah kakak iparnya. Tak disangka rupanya lampu ini adalah pemberian mereka, saat melihat ekspresi mereka yang terlihat pura-pura lugu, Milka merasa jengkel.


Tapi sebisa mungkin Milka tidak memperlihatkannya, setidaknya Ronald mungkin merasa sedikit tersindir dengan ucapan Mark barusan padanya.


Suatu yang terlihat sangat buruk itu belum tentu adalah hal buruk, terkadang, hal yang terlihat indah pun belum tentu adalah hal baik, kata-kata kiasan itu sangat tepat untuk Ronald dan istrinya, entah apa tujuan pemberian barang dari kakak dan kakak iparnya itu, barang yang hampir saja membuat kakek mereka berubah menjadi zombie.


"Bukankah belakangan ini kau tidak begitu berpenghasilan banyak, bahkan sampai rugi besar bukan? Memangnya kau masih punya uang untuk membeli lampu yang semahal itu, seharusnya kau menjaganya dengan baik, mungkin saja kau bisa menjualnya saat nanti kau sudah tak punya uang untuk makan?" Kata Ronald dengan tersenyum samar, meledek ketidak beruntungan Mark akhir-akhir ini.


Milka menyadari jika raut wajah kakak ipar Mark, istri dari Ronald mulai berubah tidak enak di pandang, sementara raut wajah Ronald terlihat begitu kesal mendengar ucapan Mark, pandangan yang dia berikan pada Mark seperti ingin mengunyah Mark sampai *****.


"Entah taktik apa yang telah kau pergunakan sehingga membuat kakek mewariskan hartanya padamu, ini tidak adil, sebenarnya hari ini aku tidak berniat untuk datang, dia begitu kakek kejam padaku, sedang padamu, dia sangat baik dan memanjakan mu, aku juga tidak ingin melihatnya lagi. Tapi, setelah merenungkannya, aku memutuskan untuk datang, meskipun dia selalu memperlakukanku dengan buruk semasa hidupnya. Rasanya senang sekali melihat dia terbaring di dalam sana tak bisa apa-apa." Ujar Ronald tanpa memperdulikan tatapan tamu-tamu yang lain.


Sepertinya perseteruan itu terjadi karena harta warisan, mungkin saja Ronald tidak mendapatkan sepeserpun harta warisan dari kakeknya, yang membuat dia menjadi berang dan iri. Pikir Milka.


"Apa kau tidak malu berkata seperti itu di saksikan banyak orang." Kata Mark, tapi Ronald seperti tidak mendengarnya dan mengabaikan Mark.

__ADS_1


"Mark sepertinya kau sudah ganti selera, tapi bagus juga pilihanmu, walaupun dia berpakaian murah, tapi setidaknya terlihat sedikit cantik." Ucap istri Ronald menatap Milka dari atas hingga bawah.


"Kalian tau tidak, orang seperti apa yang sama sekali tidak boleh di singgung di dunia ini?" Tanya Milka membalas tatapan istri Ronald, dia tak ingin kalah dari tatapan itu.


"Orang yang tidak boleh di singgung? Yang pastinya bukan orang sepertimu, mungkin orang sepertiku yamg punya banyak uang." Sahut istri Ronald percaya diri dengan kekayaannya.


"Tetoot, salah, orang yang tidak bisa di singgung adalah orang yang berhubungan dengan makhluk gaib." Sahut Milka, untuk pertama kalinya dia merasa bangga menjadi istri dari Raja alam baka.


"Ternyata selera baru mu itu, bukan hanya norak, tali juga gila!" Katanya pada Mark.


Wanita itu benar-benar mengira jika Milka adalah pacar Mark, hingga dia juga mewaspadai dan menandai Milka sebagai musuhnya.


"Nona Milka, jangan dengarkan mereka, aku akan naik ke atas untuk memeriksa keadaan di atas." Kata Mark lalu pergi ke lantai atas.


Tak berapa lama Milka melihat jika istri Ronald juga naik ke lantai atas.


Milka yang juga sudah tak tahan tinggal di dengan para orang kaya di bawah memutuskan untuk naik ke lantai atas untuk mencari Niko.


"Mark, sepertinya kau benar-benar telah salah paham, aku tidak seburuk yang kau kira, karena aku masih mencintaimu Mark." Suara istri Ronald yang berbicara dengan Mark membuat Milka kaget. Hubungan apa yang di miliki oleh keduanya?

__ADS_1


__ADS_2