
"Mil bangun, kita udah sampai." Glydis membangunkan Milka yang tertidur sepanjang perjalanan ke rumah tante Glydis.
"Udah sampai yah," Ucap Milka meregangkan tubuhnya. Dia merasa sedikit lebih segar.
"Iya udah sampai." Kata Glydis turun lebuh dulu, lalu di susul Milka. Mereka berdua pun mengeluarkan koper yang berisi baju-baju Glydis. Ya, baju Glydis yang juga akan Milka pakai, karena Milka tak membawa apa pun saat meninggalkan Underworld.
Dan, setelah menyuruh sopirnya untuk pulang, Milka dan Glydis pun memasuki rumah tante Glydis.
"Tante..." Teriak Glydis memanggil tantenya dari luar rumah.
"Tante kamu tau enggak sih kita mau datang?" Tanya Milka.
"Tau dong Mil. Kan dia yang nyuru aku datang temenin dia selama cuti sekolah ini." Kata Glydis.
"Aku coba panggil lagi ya." Kata Glydis lalu kembali memanggil tantenya.
"Aduhh, ponakanku yang cantik udah tante. Maaf ya, tante tadi lagi di toilet jadi enggak dengar." Celoteh tante Glydis yang membuka pintunya.
"Kirain tante lupa kalo hari ini aku datang." Kata Glydis.
"Ya, enggak dong ponakanku yang cantik." Ucapnya, lalu beralih melihat Milka.
"Ini siapa?" Tanyanya saat melihat Milka.
"Ini Milka temanku tante." Glydis memperkenalkan Milka.
"Halo tante." Ucap Milka menyalami tante Glydis. Dan, saat tangannya bersentuhan dengan tangan Milka, wajahnya seperti terkejut.
"Kamu..." Tante Glydis seperti akan mengatakan sesuatu tapi tak di lanjutkannya.
"Ayo masuk, tante udah masak, kalian pasti laparkan?" Ajak tante Glydis.
"Lapar banget tan." Kata Glydis yang memegangi perutnya yang memang sudah merasa sangat lapar. Lalu Milka dan Glydis pun masuk ke dalam rumah tante Glydis.
Saat masuk ke dalam rumah tante Glydis yang ternyata bernama Ana. Rumah itu di isi dengan barang-barang antik.
"Tante kamu penyuka barang antik ya Dis," Kata Milka.
"Dia memang suka barang yang berbau antik Mil. Dan, suka banget sama sesuatu yang di luar nalar." Ucao Glydis.
__ADS_1
"Maksudnya hantu gitu?" Tanya Milka.
"Bukan Mil, dia itu paranormal gitu." Jelas Glydis. Ternyata tante Ana adalah seorang paranormal.
****
"Keberadaan Putri Aerish tak bisa kami temui Yang Mulia." Ucap Rafhael saat menghadap Raja.
"Baiklah, kau bisa pergi." Kata Raja. Lalu Rafhael pun menurut dan pergi.
Dan, setelah Rafhael meninggalkan ruangan Raja, Permaisuri datang untuk menemui Raja.
"Yang Mulia.." Permaisuri memberi hormat pada Raja.
"Kau datang." Kata Raja dengan nada yang dingin pada Permaisuri.
"Semenjak kedatangan Ratu, Yang Mulia tak pernah mengunjungiku" Ucap Permaisuri.
"Aku sangat sibuk." Sahut Raja.
"Benarkah?" Permaisuri terlihat tak percaya dengan ucapan Raja.
"Aku datang karna merinduimu Yang Mulia." Permaisuri lalu mendekat dan memeluk Raja.
"Aku sangat merinduimu Yang Mulia." Kata Permaisuri. Namun Raja hanya diam tak membalas.
"Yang Mulia Ratu Dayana tiba." Pemberitahuan penjaga melepaskan pelukan Permaisuri pada Raja.
Ratu Dayana melangkah masuk. Permaisuri pun memberikan hormatnya dengan tak rela. Dia benci dengan kehadiran Ratu Dayana.
"Yang Mulia, aku ingin berjalan-jalan denganmu." Ucap Ratu Dayana pada Raja seolah tak menganggap adanya Permaisuri di ruangan itu.
Dan, sialnya bagi Permaisuri adalah Raja mengikuti keinginan Ratu Dayana, dan mengabaikan Permaisuri.
Permaisuri terlihat begitu marah saat meninggalkan kediaman Raja, dia tak terima dengan perlakuan Ratu Dayana padanya. Padahal dia adalah istri dari Raja sedangkan Ratu Dayana hannyalah istri dari Raja yang dulu.
"Aku akan menyingkirkannya!!!" Teriak Permaisuri dengan penuh amarah. Nyonya East yang melihat kemarahan Permaisuri hanya diam membisu.
Beralih dimana Clona dan Grasil tengah termenung memikirkan Milka.
__ADS_1
"Apakah Putri di sana baik-baik saja?" Tanya Clona pada Grasil.
"Semoga saja tak terjadi hal buruk padanya." Ucap Grasil penuh harap. Ia tak ingin jika Milka, Putri mereka yang begitu baik tertimpa hal buruk.
"Aku merasa sepi tanpa Putri Aerish." Kata Clona di iringi dengan hembusan nafas berat karena memikirkan Milka.
"Aku merinduinya." Ucap Grasil. Seharusnya dia mengikuti Milka pergi ke dunia manusia dan menjaganya agar tak terjadi hal yang tidak di inginkan. Grasil merasa menyesal karena membiarkan Milka sendiri.
****
Setelah makan Milka dan Glydis menghampiri Tante Ana yang tengah duduk di hadapan bola kristal miliknya.
"Tante Ngapain?" Tanya Glydis.
"Tante sedang menerawang sesuatu." Sahut Tante Ana.
"Nerawang apa tan?" Tanya Glydis lagi.
"Anak kecil enggak usah tau." Kata Tante Ana tak ingin memberitahu apa yang sedang di terawangnya.
"Milka kamu mau Tante terawang?" Tanya Tante Ana pada Milka yang sedari tadi hanya diam.
"Enggak usah tan, makasih." Sahut Milka menolak.
"Terawang aja tan." Glydis menyodorkan Milka ke hadapan Tante Ana.
"Enggak ah Dis, aku enggak mau." Milka tetap tak ingin di terawang. Yang sebenarnya dia takut jika setelah di terawang justru nasib buruk yang terlihat, dan dia tak siap untuk mengetahui hal itu.
"Milka duduk, Tante terawang kamu. Kamu mau di terawang soal apa?" Tanya Tante Ana. Dia pun sangat ingin tahu tentang Milka.
"Gimana kalo keuangannya tan?" Ujar Glydis, sepertinya dia yang begitu bersemangat.
"Sini tangan kamu." Tante Ana meminta Milka mengulurkan tangannya. Lalu dia pun mulai menerawang Milka melalui tangan Milka. Tante Ana menutup matanya dan mulai membaca garis nasib tentang Milka.
"Kamu akan hidup dengan kesenangan dan kekayaan. Kamu akan sukses dengan impian kamu. Semua yang kamu inginkan akan tercapai, kamu akan mendapatkan semua keinginan kamu." Ucap Tante Ana.
"Benaran tan?" Tanya Glydis memekik senang.
"Kamu kira Tante bercanda? Itu adalah yang Tante liat. Dia tidak akan pernah kesusahan memikirkan keuangannya." Ujar Tante Ana.
__ADS_1
Namun Milka bagai tak percaya, dia tak percaya bahwa dia akan seperti apa yang di ucapkan oleh Tante Ana. Karena saat ini saja dia tak punya uang sepeser pun. Untung dia memiliki sahabat sebaik Glydis yang mau menampung dirinya. Jika tidak, mungkin dia sudah menjadi gelandangan di jalanan, dan sedang menahan lapar.