Suami Hantu

Suami Hantu
Milka vs Sari dan Melody


__ADS_3

Milka duduk termenung di taman yang ada di kediamannya. Dia merasa rindu pada ayahnya. Sudah lama sejak dia datang ke Underworld dia tak pernah bertemu atau pun melihat ayahnya. Dia memang sering bolak-balik dua dunia tapi tak pernah ia pulang ke rumah, dia hanya ke sekolah, setelah itu dia akan kembali ke Underworld.


“Yang Mulia..” Panggil Milka pada Raja, tentunya mereka sedang dalam jarak yang jauh.


“Ada apa?” Tanya Raja yang berada di kediamannya.


“Apa hari ini kita bisa bertemu. Ada yang ingin aku minta.” Dia ingin mengutarakan permintaannya untuk pulang ke rumahnya dan bertemu ayahnya.


“Kapan kau ingin bertemu?” Tanya Raja.


“Sekarang.”


“Aku tidak bisa, ada Roh yang harus ku hakimi di Helles..”


Raja pun mengatakan apa yang ingin minta padanya, karena seharian ini dia akan sangat sibuk sekali. Sebaiknya Milka mengatakan sekarang.


“Aku ingin bertemu ayahku. Bolehkah aku pulang ke rumah? Aku rindu padanya.” Milka pun mengutarakan ke inginannya.


“Baiklah, aku mengizinkanmu Putri Aerish.” Izin Raja, dan Milka begitu senang mendengarnya.


“Terima kasih Yang Mulia.” Ucap Milka sebelum mereka mengakhiri obrolan batin itu.


****


“Kau telah meninggal dua puluh tahun lalu, penyebab kematianmu , kau di bunuhmu suamimu sendiri.” Rafhael membacakan penyebab kematian hantu jahat berkuku panjang yang hampir saja membunuh Milka.


Saat mendengar Rafhael bacakan penyebab kematiannya, seketika wajah hantu itu berubah memancarkan kebencian yang besar.


“Sekarang jawablah pertanyaanku. Kenapa ingin membunuh Putri Aerish.” Tanya Rafhael dengan wajah serius.


“Dia memiliki aroma kehidupan.” Mendengar jawaban hantu jahat itu membuat Rafhael menjadi kaget. Dan, Raja sulit di gambarkan ekspresi wajahnya.


“Dari mana kau tau aroma kehidupan itu?” Tanya Rafhael menyelidiki.

__ADS_1


“Aku pernah bertemu dengan Roh yang telah hidup ratusan tahun, dia mengatakan, aku bisa hidup kembali jika aku memakan jiwa manusia yang memiliki aroma kehidupan bahkan aku bisa hidup abadi. Dan, manusia yang memiliki aroma kehidupan mempunyai aroma darah yang berbeda dari manusia lainnya, karena darahnya telah tercemar oleh darah dari penguasa Underworld, aku ingin hidup kembali dan membalas laki-laki terkutuk itu!” Jelas hantu jahat itu.


Rafhael melihat Raja yang terlihat begitu serius. Dan, Rafhael mempersilahkan Raja untuk menjatuhkan apa yang akan dia berikan pada hantu yang hampir saja membunuh istrinya itu.


“Kau tau siapa wanita yang hampir kau bunuh itu?” Tanya Rafhael pada hantu itu. Hantu jahat itu hanya diam, mungkin dia tak tau bahwa wanita yang hampir dia bunuh itu adalah istri dari Raja. Penguasa Underworld.


“Dia adalah Putri Aerish, selir dari Raja.” Sambung Rafhael membuat hantu jahat itu terkejut, dan langsung menyembah Raja meminta pengampunan. Karena dia tak tau bahwa yang ingin di bunuhnya itu adalah wanita Raja.


“Yang Mulia tolong ampuni aku.” Mohonnya dengan tubuh bergetar ketakutan.


“Silakan Yang Mulia.” Kini saatnya Raja memberikan keputusannya, sama ada hantu jahat itu akan di berikan kehidupan kedua, atau akan hancur menjadi debu tanpa reinkarnasi.


Hantu jahat berkuku panjang itu terus menyembah Raja, dengan penuh pengharapan bahwa Raja mau mengampuni kesalahannya dan membiarkan dia bereinkarnasi.


Saat hidup dia sudah begitu malang, suaminya berselingkuh dengan perempuan mudah. Lalu membunuhnya dan mengambil semua hartanya. Dan, sekarang saat menjadi hantu pun apakah dia masih mendapat nasib malang? Tak di biarkan bereinkarnasi dan di hancurkan menjadi debu?..


“Persidanganmu ku tunda sampai Putri Aerish Astaria kembali.” Ternyata Raja menunda putusan untuk hantu jahat itu sampai Milka kembali dari rumah ayahnya.


“Dia yang akan memberikan keputusan atas apa yang akan kau dapatkan.” Sambung Raja, Milka yang akan memberikan putusannya, karena hantu itu yang mencoba membunuhnya.


****


Milka mengetuk pintu rumah ayahnya, tadi Clona dan Grasil mengantar tepat di depan rumahnya. Sebenarnya bisa saja dia langsung berada di dalam rumah atau bahkan di kamarnya, tapi jika melakukan itu mungkin ibu tiri serta ayahnya akan keheranan. Dan, mungkin akan melayangkan banyak pertanyaan padanya.


“Milka...” Sari, ibu tirinya yang membuka pintu terkejut saat melihat Milka.


“Tante..” Sebut Milka.


“Siapa mah?” Tanya Harman yang baru keluar menyusul istrinya.


“Papa..” Milka yang melihat Harman langsung berlari dan memeluk ayahnya itu. Sosok yang begitu dia rindui selama berada di Underworld.


Harman terlihat membalas pelukan Milka, mungkin dia juga rindu pada anak perempuannya itu. Anak perempuan yang dia korbankan demi anak sambungnya.

__ADS_1


“Drama deh,” Rungut Sari lalu berjalan masuk ke dalam meninggalkan Milka dan Harman yang masih melepas rindu. Atau mungkin hanya Milka.


Milka kini berada di kamarnya, kamar tempatnya tidur sedari kecil. Milka rindu kamar itu, ya, meskipun kamar yang ia dapatkan di Underworld berkali lipat lebih besar dari kamarnya itu. Namun dia rindu aroma kamar itu. Tampaknya tak pernah ada yang masuk atau pun yang membersihkan kamar itu, terlihat dari banyaknya debu yang ada.


Milka mulai membersihkan kamarnya, karena dia tak ingin tidur bersama debu malam nanti.


“Loh, kamu kok di sini?” Tanya Melody yang ingin ke kamarnya dan melewati kamar Milka, melihat Milka yang tengah membersihkan kamarnya.


“Kenapa memangnya kalo aku di sini?” Sahut Milka.


“Mah... Mama....” Teriak Melody memanggil Sari.


Sari yang mendengar teriakan Melody yang memanggil namanya dengan cepat datang menghampiri Melody. “Kenapa sih sayang manggil-manggil mama.”


“Mah, kok Milka ada di sini sih mah?” Tanya Melody.


“Mana mama tau, dia itu tadi ketok-ketok pintu, mama kirain paket pesanan mama yang datang, eh enggak tau-nya anak sial ini yang datang.” Ujar Sari tanpa mengontrol ucapannya.


Milka memutar bola matanya jengah, lalu melayangkan sapu yang di pakainya untuk membersihkan kamarnya kepada Sari dan Melody.


“Apaan sih Mil!” Marah Melody karena sapu itu mengenai wajahnya.


“Kurang ajar kamu ya!” Ucap Sari yang juga marah.


“Aduh maaf, aku kirain sampah..!” Kata Milka lalu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya dengan keras membuat Sari dan Melody terkejut.


“Anak Kurang ajar...!!” Teriak Sari benar-benar marah karena tak terima di perlakukan seperti itu oleh Milka.


Di dalam kamarnya Milka menahan tawa, dia merasa sangat senang. Sudah seharusnya dia lakukan itu sejak dulu, karena Sari dan Melody memang sampah yang masuk ke dalam rumah ayahnya. Lalu mencemari ayahnya. Hingga membuat ayahnya terpengaruh oleh kebusukan sampah kotor Sari dan Melody.


****


Author

__ADS_1


Buat kalian yang baca, terima kasih banyak ya. Mohon dukungannya ya, jangan lupa komen dan like. Terima kasih kalian semua. Salam sayang untuk kalian...


__ADS_2