
Tiga hari setelah kejadian di mana mereka hampir saja jadi tumbal pengganti, kini Milka dan Natalie sedang duduk menonton televisi ketika seorang penyewa baru datang.
Dia seorang perempuan. Dan dia datang bersama pacarnya, perempuan itu datang untuk melihat rumah, dan dia adalah murid baru di kampus yang sama dengan Milka.
Nama gadis itu adalah Faby, Milka dan Natalie menyambut Faby dengan baik dan ramah.
Dan, sepertinya Faby sangat puas dengan kamarnya, Milka dan Natalie juga merasa senang karena mereka akan ada teman perempuan yang baru bersama mereka.
Bari itu juga, Faby langsung membayar dan langsung pindah.
Natalie juga tak pikir panjang, karena di lihat dari penampilan dan cara bicaranya, Faby sepertinya adalah gadis yang baik.
Malamnya, saat Natalie keluar, Faby yang siang tadi pergi dengan pacarnya setelah memindahkan beberapa barangnya kembali dengan pacarnya.
"Maaf, apa bisa kau pergi dulu, kami berdua ingin makan di sini." Kata Faby pada Milka saat Milka tengah asik menonton acara favoritnya di televisi.
"Oh, iya. Silakan." Milka langsung berdiri kembali ke kamarnya.
Faby dan pacarnya makan di ruang tengah tapi setelah selesai makan, bungkus makanannya di letakkan saja di atas meja, mereka tidak membereskan sampahnya, lalu keduanya kembali ke kamar.
Milka keluar ingin duduk santai di sana, tapi setelah melihat sisah-sisah makan, dan sampah bungkusan makanan hanya di biar di atas meja membuat Milka jadi emosi.
Milka menghampiri kamar Faby ingin mengetuk pintu, tapi Milka mendengar ******* pria dan wanita. Membuat Milka mengurungkan niatnya.
Tepat setelah Milka mengambil dua langkah pergi, suara ******* yang di keluarkan oleh Faby semakin keras.
"Kakak. Ahh, Ya. Emm."
Milka pun buru-buru kembali ke kamarnya dengan wajah memerah malu.
Setelah beberapa saat di kamarnya, samar-samar Milka mendengar suara pintu kamar Faby di ketuk dengan keras.
"Apakah bungkus. Makanan di ruang tengah itu milikmu?!" Tanya Natalie dengan nada menahan marah.
"Ya, memangnya kenapa?" Tanya Fany dengan santainya.
__ADS_1
"Kau harusnya mengumpulkan sampah-sampahnya setelah makan!." Marah Natalie.
"Oke, kalau begitu, aku akan pergi dan bersih-bersih sekarang." Sahut Faby dengan sangat santai.
Dan, tak berapa lama kemudian suara ******* Faby kembali terdengar, Milka yang merasa terganggu menyumbat telinganya dengan earphone dengan Volume yang tinggi agar dia tak mendengar lagi suara ******* Faby.
Milka menatap jam, sudah setengah jam berlalu, pasti Faby dan pacarnya sudah berhenti. Milka membuka earphone dari telinganya.
"Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya Raja yang kini tak lagi berwujud Niko, melainkan sudah menjadi dirinya sendiri.
"Apa Yang Mulia tidak mendengar suara itu?" Tanya Milka, pikir Milka setalah setengah jam suara ******* itu pasti sudah berhenti, nyatanya suara itu masih terdengar bahkan semakin besar.
"Kenapa? Apa Permaisuri juga menginginkannya?" Tanya Raja memandang Milka dengan menggoda.
"Dasar mesum." Kata Milka menatap Raja.
"Tidak apa-apa mesum, kan hanya sama Permaisuri." Kata Raja membuat Milka tersenyum senang.
Ya, Raja memang tidak mesum, buktinya, saat Milka menjadi Permaisurinya, Tak pernah mengambil selir lagi. Satu-satunya istri Raja adalah Milka.
"Apa mereka tak bisa melakukannya dengan suara pelan!" Marah Milka.
"Bagaimana kalau kita juga mengeluarkan suara seperti itu, tapi lebih keras lagi?" Tanya Raja.
"Tidak! Jangan macam-macam. Mereka yang berbuat saja aku sudah malu, bagaimana jika kau yang melakukan dengan suara seperti itu dan di dengar oleh orang, aku mungkin sebaiknya mati saja!" Ujar Milka menolak saran Raja.
"Baiklah orang-orang tidak perlu mendengarkan suara kita saat melakukan itu, aku juga tak ingin orang lain mendengar suara ******* istriku yang begitu seksi." Kata Raja mengedipkan mata.
Belum sempat Milka menjawab, tiba-tiba Milka mendengar seperti ada pertengkaran di luar.
Terdengar suara Natalie dan Faby di luar, Natalie mungkin juga mendengar suara itu dan membuatnya marah, karena tak tahan dengan suara yang menganggu itu.
Mengetahui jika Natalie dan Faby bertengkar di luar, Milka memutuskan untuk keluar.
"Mau kemana?" Tanya Raja.
__ADS_1
"Keluar, sepertinya Natalie dan Faby bertengkar." Jawab Milka.
"Kau harusnya tak perlu ikut campur Permaisuri." Kata Raja tapi Milka sudah tak mendengarnya.
Milka membuka pintu, di depan kamar Faby sudah ada Natalie, Faby dan juga pacar Faby.
"Kau harusnya tau aturan, jika kau ingin membuat anak dengan pacarmu ini, pelan kan suaramu! Apa kau tidak tau, suara ******* mu yang besar itu bahkan bisa terdengar sampai Afrika! Itu sangat menganggu tidur di tengah malam begini!" Ucap Natalie dengan berapi-api, sepertinya dia sangat marah.
"Dan, satu lagi! Jika kau sudah makan, segera bersihkan!" Sambung Natalie.
"Hey, aku tinggal di sini, aku membayarnya, kenapa kau harus begitu cerewet! Atau kau cemburu, karena tak bisa melakukannya dengan pacarmu! Karena tak memiliki pacar!" Kata Faby menatap
Natalie sangat marah hingga ingin memukul Faby, pacar Faby yang melihat itu langsung mendorong Natalie menjauh.
"Aku memperingatkan kau, jangan coba-coba main tangan dengan pacarku! Karena aku biasanya tidak memukul wanita, jadi jangan memaksaku memukulmu!" Ujar pacar Faby pada Natalie.
Natalie tentu saja tidak bisa menahan semua itu, dia sangat marah lalu ke kamarnya, tak lama kemudian Natalie kembali dengan sesuatu di tangannya.
Natalie kembali memberikan semua uang sewa yang diberikan oleh Faby ke tangan Faby.
"Pergi,l! keluar dari rumah ini sekarang! Rumah ini tidak di sewakan kepada orang-orang seperti kalian berdua! menjijikkan! Aku memang tidak memiliki pacar, tapi sekalipun aku memiliki pacar aku tidak akan sebodoh kalian, yang bercumbu dengan suara sebesar itu tanpa rasa malu dan menganggu tidur orang lain, seolah hanya ada kalian berdua di dunia ini, cepat pergi dari sini sekarang juga!" Teriak Natalie.
"Saat aku datang ke sini, menandatangani kontrak kamu juga setuju tanpa paksaan, jika kamu ingin aku pergi, kamu harus membayar empat kali lipat jumlah kompensasi untuk pelanggaran kontrak. Aku tidak merusak fasilitas apa pun di rumah ini, jadi kamu tidak memenuhi syarat untuk mengusirku pergi." Kata Faby bertolak pinggang menatap Natalie.
Natalie semakin sangat emosi sampai wajahnya memerah karena marah.
"Sudah Nat, sebaiknya kau kembali ke kamarmu." Pujuk Milka pada Natalie.
"Tapi Mil, ini sudah sangat keterlaluan, bagaimana bisa kedua mereka ini menganggu kenyamanan orang.
"Sudah, sebaiknya kau menenangkan diri dulu." Kata Milka mengajak Natalie kembali ke kamarnya.
Akhirnya Natalie mengangguk dan mau mengikuti Milka kembali ke kamarnya.
Sedang Faby, dia dan pacarnya kembali ke masuk ke kamarnya dengan menutup pintu dengan sangat keras membuat Natalie kembali berasap.
__ADS_1
"Sudah, jangan di ladeni." Kata Milka.