
Milka terbangun dari tidur nyenyaknya, ketika aku menyadari kalau seseorang sedang menindihnya, Milka kemudian menjerit keras.
"Kenapa kau teriak!" Kata Raja.
Menyadari kalau yang menindihnya adalah Raja, Milka kemudian bernafas lega, mengapa saat Raja menindihnya rasanya persis seperti saat dirinya dijatuhkan ketanah di dalam mimpinya? Milka sempat merasa kalau dia bisa memimpikan hal yang buruk, itu karena Raja menindihnya.
Raja sedang melihat wajahnya dan mereka begitu dekat , Milka tidak bisa memungkiri kalau hatiku berdegup kencang. Raja kemudian menggenggam tangan Milka, mendekatkan wajahnya dan mencium Milka, lidah keduanya kemudian berkutat.
Milka kemudian menautkan tangannya di leher Raja, menikmati setiap sentuhan yang di berikan Dana padanya.
"Sudah lama kita tidak melakukan ini." Ucap Raja memandang wajah Milka.
Milka akui, mereka berdua, meskipun suami istri, mereka sudah sangat jarang melakukan itu, apalagi setelah Milka ke dunia manusia.
Milka kemudian menepis semua akal sehatnya, lantas menjulurkan tangannya dan melepaskan pakaian Raja, Milka sudah sangat berani. Raja kembali dengan wujud aslinya, Milka melihat jika Raja memang sangat tampan, dan dia mengakui ketampanan suaminya itu.
Raja memeluk Milka, tubuhnya menempel erat dengan tubuh Milka, Milka bisa mendengar nafas Raja berhembus ditelinganya, Milka sudah sangat terpengaruh olehnya.
Milka merasakan sebuah sensasi perasaan yang sangat kuat. Raja mengangkat wajah Milka kemudian kembali ******* bibir Milka dengan lembut dan ringan, Milka harus menengadah untuk mengimbangi Raja.
Milka sudah mengeluarkan suara desahannya. Dan, itu membuat Raja tidak tahan mendengar suara ******* Milka.
Setelah selesai, tubuh keduanya pun penuhi dengan keringat, tapi Raja masih terlihat segar.
"Apa kau merasa lelah?" Tanya Raja, dan Milka hanya mengangguk saja.
****
Keesokan harinya, Millka kembali kuliah lagi, Milka sudah merasa jauh lebih baik. Dia, juga sudah tidak terlalu memikirkan tentang roh jahat itu.
Setiba Milka di kampus, Milka merasa ada yang aneh, tapi Milka tidak bisa mengatakan di mana letak keanehan itu. Karena semenjak dia hamil, dia bisa merasakan jika akan terjadi hal yang buruk.
Saat jam istirahat, Milka pun baru menyadari kalau dia tidak pernah melihat Dena. Atau mungkin Dena tidak datang ke kampus?
__ADS_1
Disebelah barat kamous sepertinya ada sebuah tempat yang sedang direnovasi, membuat sekeliling kampus dipenuhi oleh tanah-tanah yang baru saja dikorek. Lapangan olahraga kampus terletak disebelah barat, ketika istirahat, Milka kemudian berjalan-jalan dilapangan, Milka menemukan ada banyak tanah ditempat itu, dan tanah itu telah mengotori sepatu yang dia pakai.
Milka merasa sedikit kesal, dia seharusnya tidak ke tempat itu.
Milka lantas berjalan kesamping dan menghentakkan kakinya, Milka ingin menyingkirkan gumpalan tanah di bawah sepetuhnya, tiba-tiba saja Milka melihat kalau warna tanah itu sepertinya tidak beres, ada yang warnanya seperti warna tanah normalnya, ada juga yang kelihatannya sangat merah, sepertinya telah diwarnai oleh sesuatu.
Tanah itu juga memang memiliki aroma yang tidak enak dicium oleh hidungnya, awalnya Milka tidak terlalu memperdulikan aroma yang tidak menyenangkan yang mengganggu penciumannya itu tapi karena rasa penasarannya yang berlebihan membuat Milka kemudian menahan perasaan jijiknya dan mengambil segumpal tanah berwarna merah dan menciumnya, ada aroma darah.
Penemuan Milka itu membuat sekujur tubuhnya gemetar, kenapa harus dia yang mengalami hal itu, atau apakah itu hanya penciumannya yang bermasalah, karena Milka juga tidak mendengar telah terjadi kejadian berdarah kampusnya, Milka mengenyahkan pemikiran jika itu adalah bau darah, mungkin itu terjadi karena besi yang berkarat atau sejenisnya? Aroma besi yang berkarat juga agak mirip dengan aroma darah bukan? Milka mencoba berpikir logis.
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak Milka, Milka sudah kaget bukan main, dan wajahnya seketika menjadi pucat. Milka kemudian berbalik badan ingin melihat siapa yang menepuk pundaknya itu.
"Kalian! Kalian membuatku kaget." Ujar Milka setelah melihat yang menepuk pundaknya itu adalah Natalie dan juga Cintya.
Ya, mereka memang satu kampus, tapi beda jurusan.
Milka juga jarang bertemu dengan keduanya, karena keduanya adalah senior Milka di kampus.
"Tidak, aku hanya ingin berjalan-jalan saja." Sahut Milka.
"Tadi aku liat kau mengambil tanah. Untuk apa?" Tanya Cintya yang cerewet ingin tahu.
"Bau tanah ini agak aneh di hidungku, atau mungkin penciumanku yang bermasalah?" Kata Milka tak yakin.
"Oh, aku belum memberitahumu ya di rumah." Sahut Natalie.
"Apa?" Tanya Milka.
"Kabarnya saat mengali tanah untuk renovasi ini, mereka telah menggali keluar sebuah peti mati dari tanah, entah peti mati siapa, aku juga belum melihatnya. Apa jangan-jangan oenciumanmu ada hubungannya dengan hal itu? Katanya tanah-tanah yang ada disekeliling peti mati itu semuanya berwarna merah, dan petinya juga bukan peti mati masa sekarang, artinya itu adalah peti mati yang sudah sangat lama. Dan, kemarin peti itu sudah dibawa pergi, mungkin sudah dibawa ke kantor polisi, " Kata Natalie menjelaskan kejadian yang terjadi di kampus saat Milka sedang cuti.
"Peti mati? Tanah berwarna merah?" Gumam Milka, entah kenapa hal aneh terus saja terjadi di dekatnya.
Setelah Natalie dan Cintya pergi, dan setelah Milka melihat tak ada orang di sekitarnya, Milka memanggil Darent keluar dan menanyakan tentang peti itu. Karena Milka merasa penasaran.
__ADS_1
"Mungkin itu adalah peti darah." Jawab Darent.
"Peti darah?" Tanya Milka.
"Iya Permaisuri, jika benar itu adalah peti darah, maka itu bukanlah sesuatu yang baik." Ucap Darent.
Milka tidak terlalu paham tentang peti darah, tetapi Milka tahu itu pasti sangat buruk, sebab Darent sudah mengatakan begitu.
"Dan, jika peti darah muncul maka pasti akan ada yang meninggal." Tambah Darent..
Milka merasa sangat buruk, perasaannya mulai tidak enak.
"Yang Mulia apa kau tidak apa-apa?" Tanya Darent khawatir melihat Milka melamun.
"Aku tidak apa-apa." Sahut Milka.
Hati Milka sudah sangat tidak karuan. Jika benar kemunculan peti darah akan membuat seseorang meninggal, kenapa peti itu harus muncul?
Milka menghela nafas resah, dia sudah sangat lemas sekali, membayangkan hal buruk akan terjadi lagi membuat Milka kehilangan tenaganya.
"Kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya Raja yang melihat Milka murung.
"Kata Natalie telah di temukan peti mati di kampus." Beritahu Milka.
"Aku sudah bertanya pada Darent, katanya mungkin itu adalah peti darah." Kata Milka.
"Peti darah?" Wajah Raja juga berubah.
"Itu artinya akan ada yang akan pergi." Ucap Raja.
"Jadi benar, jika ada peti darah di temukan maka akan ada yang akan meninggal?" Milka kembali ingin memastikannya lagi.
Raja hanya mengangguk membenarkan dengan wajah biasanya.
__ADS_1