
Milka memasuki kelas tepat saat jam pelajaran akan di mulai. Untung dia tak terlambat masuk.
"Kok lama Mil?" Tanya Glydis berbisik.
"Tadi aku ke kunci di toilet." Sahut Milka memberitahu Glydis.
"Kok bisa?" Bisik Glydis lagi.
"Nanti aja ceritanya." Kata Milka takut jika ketahuan guru mereka tak fokus pada pelajaran.
Saat jam istirahat Milka berjalan menghampiri Zandra yang duduk di kursinya, membuat Glydis dan Dennis menatap heran ke arah Milka yang mendekati Zandra.
"Makasih ya tadi udah tolong aku." Ucap Milka tanpa basa-basi.
"Sama-sama, tadi itu cuman kebetulan. Karena aku juga mau ke toilet." Tatap Zandra ke wajah Milka. Lalu setelahnya Milka kembali ke kursinya.
"Mil kamu kok sama Zandra-"
"Tadi dia tolong aku, waktu aku ke kunci di toilet." Potong Milka, tak ingin jika Glydis salah anggap, jika dia juga ingin mendekati Zandra seperti para siswi kelasnya.
"Kamu ke kunci di toilet?" Kaget Glydis.
"Kok bisa?" Tanya Dennis.
"Enggak tau, pas aku mau buka pintunya ke kunci dari luar, untung aja ada Zandra yang dengar teriakkan aku." Jelas Milka pada kedua sahabatnya.
"Kalo gitu, untung ada Zandra Mil. Kalo enggak kamu bisa telat masuk kelas." Kata Glydis.
"Tapi kok bisa kebetulan gitu, pas kamu ke kunci dia yang tolong kamu." Ujar Dennis menaruh curiga pada Zandra.
"Husshh.. Dennis enggak boleh gitu iih." Ucap Glydis.
"Kita kan enggak tau hatinya si Zandra itu." Ujar Dennis pada Milka dan Glydis. Dennis benar-benar terlihat tak menyukai Zandra.
"Udah, daripada kamu pikirkan hal yang enggak-enggak mending kita ke kantin makan. Lapar nih." Kata Milka mengajak Dennis dan Glydis untuk ke kantin sekolah.
Di kantin seperti biasa mereka akan duduk di tempat salalunya. Karena tempat itu selalu tak pernah di isi oleh yang lain selain mereka bertiga.
"Idiih, udil pada mau makan ya." Lagi-lagi Melody datang ingin merusuh.
"Penghilang nafsu makan datang lagi nih." Ucap Dennis jengah melihat dengan Melody.
__ADS_1
"Daripada kamu di sini cari gara-gara, mending kamu duduk di sana terus makan." Ujar Milka pada Melody.
"Kalo aku mau di sini kenapa emangnya masalah?" Tampaknya Melody masih ingin berlama-lama membuat ketiganya jengkel dengan kehadiran dirinya.
"Udah, makan aja, anggap aja dia enggak ada." Kata Milka pada Glydis dan Dennis.
Saat Milka akan menyuap makanan ke dalam mulutnya, dengan sengaja Melody menyenggol tangan Milka hingga makanan itu tumpah ke baju Milka.
"Kamu kenapa sih Mel suka banget bikin ulah!" Marah Dennis.
"Aduuhh, babunya enggak terima nih." Ucap Melody mengejek.
Milka yang sudah sangat geram dan tak lagi bisa menahan diri langsung menyiram makanannya ke tubuh Melody.
"Arkkk!!!" Teriak Melody.
"Kamu berani ya Mil!!!" Marah Melody menunjuk wajah Milka.
"Iya, emang aku berani! Kamu pikir kamu siapa yang harus aku takuti! Selama ini aku diam bukan karna kau takut sama kamu ya Mel! Selama ini aku diam karna aku enggak mau bermasalah sama kamu! Tapi makin lama kayaknya kamu makin keterlaluan! Dan aku udah enggak mau cuman dia dan bikin kamu besar kepala, mengira kalo aku tuh takut sama kamu!" Ujar Milka tegas mengatakannya pada Melody.
"Kamu!!" Tunjuk Melody tak terima dengan pernyataan Milka padanya.
"Awas kamu ya, aku balas kamu!" Ucap Melody lalu pergi meninggalkan kantin dengan rasa malu, karena hal itu di saksikan siswa dan siswi yang berada di sana.
"Wiiih, hebat." Ucap Glydis dan Dennis bersamaan sambil bertepuk tangan karena takjub dengan Milka.
"Apaan sih kalian." Milka sepertinya juga takjub dengan dirinya sendiri.
"Nah gitu dong Mil, lawan tuh sih Melody, jangan kamu aja yang terus di tindas. Sekali-kali kamu yang tindas dia." Ucap Dennis.
"Tau rasa deh tuh dia. Puas aku Mil." Ujar Glydis, dia sangat senang dengan apa yang Milka lakukan pada Melody tadi. Melody memang sudah seharusnya mendapatkan itu dari Milka.
"Udah ah, makan yuk." Kata Milka.
"Aku pesan lagi ya buat kamu." Glydis pun berlari kecil untuk memesan makanan yang baru untuk Milka.
Tanpa Milka sadari di pojok sana ada Zandra yang sedang memerhatikan Milka dengan senyum.
****
"Putri kau ingin kemana?" Tanya Grasil saat Milka akan keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Aku ingin jalan-jalan keluar." Sahut Milka lalu berjalan keluar dari ruangannya. Clona dan Grasil pun mengikutinya di belakang.
Dan saat di perjalanan, Milka bertemu dengan rombongan Raja, namun kali ini tak ada Ratu Dayana yang ikut di samping Raja.
Milka pun menghentikan langkahnya lalu membungkuk memberi hormat pada Raja. Setelahnya Milka menepi untuk memberikan jalan pada Raja dan Rombongannya.
Milka tak lagi menatap wajah Raja, tak juga bersuara, Milka diam sampai ke hatinya. Dia tak lagi ini memikirkan bagaimana perasaan Raja padanya.
Milka tak lagi ingin peduli apakah Raja mencintainya atau tidak. Dia juga akan melupakan semua hal manis yang pernah terjadi antara dia dan Raja.
Milka tak ingin terus teracun oleh rasa kecewa atau pun rasa ingin tahu kenapa Raja bisa secepat itu berubah padanya. Dia bertekad akan menghapus Raja dari ingatan dan juga hatinya.
"Putri Aerish.." Sapa Nyonya West yang tak sengaja bertemu dengan Milka.
"Nyonya West.." Sebut Milka.
"Apa kau tengah berjalan-jalan?" Tanya Nyonya West mungkin hanya sekedar basa-basi saja.
"Iya, aku bosan di ruanganku. Jadi memilih untuk berjalan-jalan sebentar." Kata Milka.
"Putri Aerish...." Teriak Pangeran Ells dari kejauhan sambil melambaikan tangannya pada Milka.
"Aku permisi Nyonya West." Kata Milka lalu meninggalkan Nyonya West dan menghampiri Pangeran Ells. Sementara Clona dan Grasil terus mengikutinya di belakang.
"Apa kau sedang berjalan-jalan?" Tanya Pangeran Ells ketika Milka sudah berdiri di hadapannya.
"Iya, aku bosan di ruanganku." Jawab Milka.
"Kalo seperti itu, ayo berjalan bersama." Ajak Pangeran Ells.
"Apa kau juga sedang bosan?" Tanya Milka.
"Aku, ya, seperti itulah. Aku setiap hari merasa bosan saat berada di sini." Kata Pangeran Ells.
"Tadinya aku ingin ke kediaman Putri Electra. Apa kau ingin ikut?" Tanya Pangeran Ells.
"Benarkah? Ayo ke sana, aku juga rindu padanya. Tapi apakah Putri Electra ada di kediamannya?" Tanya Milka.
"Pagi tadi aku bertemu dengannya. Dan, dia mengatakan jika sedang tak ada kegiatan apa pun di luar Underworld, jadi dia pasti berada di kediamannya." Kata Pangeran Ells. Lalu mereka pun berjalan menuju kediaman Putri Electra.
"Putri Aerish.... Pangeran Ells.." Putri Electra tampak sedang dengan kedatangan Milka dan Pangeran Ells ke kediamannya. Lalu ketiganya pun saling bercerita. Dan Milka merasa sedikit terhibur. Bertemu dengan Putri Electra dan Pangeran Ells membuat dirinya sedikit melupakan kekosongan di hatinya.
__ADS_1