Suami Hantu

Suami Hantu
Rasa cinta


__ADS_3

Di saat genting pria yang malam itu bertarung dengan Raja muncul, entah dari mana.


Zombie darah melihatnya lalu tertawa dengan nyaring, seakan menemukan lelucon lucuh.


"Kau juga ingin menghalgiku? Bukankah tujuan kita sama. Sepertinya kita ditakdirkan untuk memperjuangkan kematian masing-masing. Kau mengirim ku ke underworld lima ratus tahun yang lalu, dan Milka belum membalas ini padamu, hari ini, Milka pasti akan membalasnya!"


Ternyata zombie darah sudah pernah ke Underworld dan di hukum. Lalu bagaimana bisa dia melarikan diri dari Underworld? Pikir Milka.


Pria itu mengirimnya ke underworld lima ratus tahun yang lalu? Siapa pria itu sebenarnya?


Dan, apa maksud hantu itu? Milka merasa bingung ada dengan semua yang ada di depan matanya, dan tentang kenyataan yang tak dia ketahui., apa tujuan pria itu yang sama dengan zombie darah.


"Kalian sebaiknya pergilah, biar Milka yang membereskan semua di sini." Ujar pria itu meminta Milka dan yang lainnya pergi.


Raja mengangguk, dia tak bisa melakukan apa pun, karena Milka melarang Raja untuk membongkar identitasnya.


Sedang Darent dia terluka lumayan parah karena bertarung dengan zombie darah.


Saat itu Dennis juga datang, sama seperti pria itu, Milka juga tak tahu dari mana Dennis muncul, karena tiba-tiba saja dia sudah berada di tempat itu dan membantu membawa Darent.


Milka melirik Pria itu dengan ragu, lalu mengikuti Dennis pergi, meskipun sebenarnya banyak tanda tanya di hatinya yang belum terjawab. Semua benar-benar membingungkan Milka.


"Ayo kita pergi." Kata Milka menarik tangan Raja. Tapi Raja,


dia tidak menjawab, dia hanya menatap Pria itu, Pria itu sedang melawan hantu itu dan tampak sengit.


Namun di tengah pertarungannya dengan pria itu, tiba-tiba hantu itu menghilang, sepertinya dia melarikan diri.


Mungkin dia mengetahui bahwa tidak ada kesempatan untuk menang satu lawan dia melawan pria itu.


Pria itu dengan cepat mengejarnya ke suatu tempat. Bahkan jika dia lolos dari siklus hidup dan mati, dia akan tetap menjadi manusia, dia tidak bisa menghilang begitu saja, dan kecepatan keduanya sangat cepat.


"Ayo kita pulang, aku akan mengantar kalian pulang, hari sudah semakin gelap, tidak baik kita berada di sini lebih lama, dan melihat kondisi Darent, dia cukup parah." Kata Dennis.


Dennis mengantar mereka kembali ke rumah kontrakan Natalie. Dennis meletakkan Darent di atas sofa, Raja mulai menyembuhkan lukanya, Milka hanya melihat cahaya merah di tangannya.


Milka menyuruh Dennis untuk duduk istirahat, lalu mengambil pakaian untuk mandi, Milka tidak bisa menggerakkan tangan kirinya, tapi melihat mood Raja yang sepertinya sedang buruk, Milka tidak jadi meminta di obati oleh Raja.

__ADS_1


Di kamarnya butuh banyak usaha untuk Milka melepas bajunya, setelah mandi Milka pakai baju tidur dan keluar tanpa memaki pakaian dalam, tangannya terlalu sakit. untuk melihat keadaan Darent. Dan, untungnya di rumah itu sedang sepi, tak tahu kemana Natalie pergi.


Karena Raja dan Dennis sama-sama ada di ruang tamu, Milka buru-buru masuk ke kamar, tanpa memakai baju dalam.


"Tanganmu baik-baik saja?" Baru saja berjalan ke pintu, Dennis menghentikannya.


"Iya tanganku tidak apa-apa." Jawab Milka malu-malu karena dia tidak memakai pakaian dalam.


Saat Milka akan kembali ke dalam, Raja menegurnya.


"Ada apa dengan tanganmu?" Tatap Raja, karena melihat Milka sedikit aneh.


Saat Milka hendak bicara, Dennis berjalan mendekat dan menatap lengannya dengan serius:


"Pergi ke rumah sakit dan periksa dulu, takut nanti sampai terjadi sesuatu, takut tanganmu bisa cacat." Dennis tampaknya berlebihan. Karena dia tidak akan mungkin cacat hanya karena tangannya yang sedikit terluka saja.


"Aku tidak akan cacat karena luka ini." Sahut Milka


Setelah menjawab pertanyaan Dennis Milka langsung masuk ke kamar, dia tak ingin ketahuan jika tak memakai pakaian dalam.


Milka menutup pintu dan menunggu Raja selesai mengobati Darent, mungkin dia akan meminta Raja untuk memakaikan pakaian dalam untuknya.


Milka duduk di tepi ranjang dan menatap Raja.


"Bagaimana dengan Darent?" Tanya Milka.


Dia tidak menjawab, tapi bertanya padaku.


"Bagaimana tanganmu?"


"Tanganku hanya terluka sedikit, nanti juga pasti akan sembuh " kata Milka.


"Liontin mu, lepaskan liontin itu dari lehermu." Kata Raja, Milka pun menurut dan melepaskan liontin itu dari lehernya.


Ada setetes darah tertinggal di permukaan liontin itu. Dan Milka ingin menyekanya dengan tangannya, karena darah itu mengganggu pandangannya.


"Jangan sentuh, itu adalah darah milik zombie darah, kau akan celaka jika terkena darahnya."

__ADS_1


Milka merasa ketakutan, dan dengan cepat menarik tanganku kembali.


Raja meraih tangan Milka dan melihat lukanya, dengan Raja lalu mengobati luka itu, Milka memperhatikan Raha yang begitu serius mengobati lukanya.


"Gerakkan tanganmu." Katanya meminta Milka mengerakkan tangannya.


"Apa masih terasa sakit?" Tanya Raja.


"Tidak, ini sudah tidak sakit sama sekali." Sahut Milka takjub dengan pengobatan Raja yang lebih cepat penyembuhannya daripada dokter.


Raja kemudian mengambil liontin itu dan kembali menggantungnya di leher Milka.


"Ini sudah bisa kau pakai lagi, jangan khawatir, Darent akan cepat sembuh." Kata Raja.


Raja melirik baju yang Milka kenakan dan berkata, dan dia baru sadar jika Milka tidak sedang memakai pakaian dalam.


"kau tadi hanya memakai baju ini saat keluar tadi?" Tanya Raja.


"Tadi aku tidak bisa memakai pakaian dalam karena tanganku sangat sakit, jadi aku tidak memakainya. Aku ingin meminta bantuan mu tapi kau begitu serius mengobati Darent, jadi aku tidak ingin mengganggumu." Kata Milka menjelaskan.


Raja mengulurkan tangannya menarik baju Milka untuk melihat dari leher dan melihat ke dalam baju Milka, sepertinya dia benar-benar ingin memastikan jika istrinya itu benar-benar tidak memakai dalaman, padahal dari luar saja sudah bisa kelihatan dengan jelas.


"Tanganmu sudah baikan, cepat pakai dalaman mu, aku tidak ingin Dennis melihat istriku yang tidak memakai dalaman." Kata Raja.


Milka membelakangi Raja, melepas baju tidurnya dan mulai memakai baju dalam.


"Mau aku bantu?" Tanya Raja.


"Tidak, aku bisa." Kata Milka.


Raja tiba-tiba saja memeluk Milka dari belakang.


"Aku mencintaimu Permaisuriku." Ucap Raja.


"Aku juga mencintaimu Yang Mulia." Jawab Milka.


Tanpa Raja mengatakan jika dia mencintai Milka pun, Milka tahu jika Raja sangat mencintai dirinya.

__ADS_1


Dan, anak yang ada di dalam perutnya itu juga membawa cinta yang besar, keduanya semakin mencintai dan menyayangi.


Milka hanya berharap kebahagian itu akan selamanya dia rasakan. Dia tak ingin kehilangan semuanya.


__ADS_2