
"Penerus Raja telah muncul, aku bisa merasakan keberadaannya." Ucap roh pada bawahannya.
"Jika aku bisa menyerap jiwa Permaisuri Raja dan membunuh penerus Raja, maka aku akan menjadi tak terkalahkan." Katanya dengan suara yang menakutkan.
"Perlukah aku mengirim para tentara kita?" Tanya bawahannya.
"Kirim semuanya, mereka harus mendapatkan Permaisuri Raja untukku." Katanya.
"Baik, akan ku utus semuanya." Sahut bawahannya.
Di istana, Raja sedang berada di aula pertemuan untuk membahas tentang ke hamilan Milka.
"Yang Mulia, Permaisuri harus di lindungi." Kata petinggi Istana.
"Ya, Yang Mulia. Para roh jahat pasti akan mengincar Yang Mulia Permaisuri." Kata petinggi lainnya.
"Kita harus mengirim seseorang untuk melindungi Yang Mulia Permaisuri." Tambah petinggi satu lagi.
Semua begitu khawatir pada Milka yang tengah mengandung penerus Raja. Para petinggi tak ingin hal buruk sampai terjadi pada Permaisuri Raja dan juga penerus Raja.
"Oleh karena itu ku perintahkan Darent kedunia manusia untuk melindungi Yang Mulia Permaisuri." Titah Raja.
Darent menyambut titah Raja, yang artinya dia akan kedunia manusia untuk menjaga Milka.
"Darent akan menjagamu mulai sekarang." Ujar Raja memberitahu Milka.
"Kenapa Darent harus melindungi ku?" Tanya Milka yang tak tahu sebenarnya dia menjadi incaran parah roh jahat menjadi berlipat-lipat karena di dalam perut Milka ada penerus Raja.
"Saat ini kau sedang dalam incaran roh jahat." Kata raja.
"Aku tau, dari dulu kan aku memang incaran parah roh jahat." Kata Milka.
"Ya, tapi kali ini berbeda." Kata Raja.
"Berbeda?" Milka tak mengerti.
"Ya, roh-roh yang memiliki kekuatan besar yang akan mengincar mu. karena kau mengandung penerusku." Ucap Raja.
"Apa?" Kaget Milka.
Roh biasa saja yang mengincarnya sudah membuat dia takut, apalagi jika roh yang memiliki kekuatan besar.
Tampaknya, dia harus bersiap-siap, bagaimana pun juga dia harus melindungi dirinya dan juga anaknya, dia tidak akan membiarkan roh jahat mencelakai dirinya dan juga anaknya.
"Tapi Yang Mulia, bagaimana caranya Darent m melindungiku?" Tanya Milka.
"Dia akan kuliah bersamamu." Ujar Raja.
Ke'esokan harinya, Darent sudah menunggu di luar rumah.
"Darent kenapa kau menunggu di luar, ayo masuk." Kata Milka menyuruh Darent untuk masuk.
"Kamu Darent?" Gadis yang keluar kaget melihat penampilan Darent.
Darent terlihat cantik sekali dengan rambut yang terurai. Darent juga terlihat feminim.
Tidak akan ada yang akan menyangka jika Darent adalah seorang petarung, ya, Darent adalah pengawal.
"Ayo kita sarapan bersama." Ajak Gadis.
__ADS_1
"Ayo Darent." Milka menarik tangan Darent agar mengikutinya.
"Ayo makan." Kata Gadis.
"Darent nggak makan Dis, dia nggak makan, makanan manusia." Kata Milka.
"Aku nggak tau. Maaf Darent." Kata Gadis.
Setelah selesai sarapan, ketiganya pun berangkat menuju kampus.
****
Darent di kenalkan sebagai mahasiswi pindahan. Dan, dia duduk tepat di samping Milka.
Dan, itu membuat Darent lebih leluasa menjaga Milka.
"Darent ayo ke kantin." Ajak Milka dan Gadis.
Darent mengikuti, karena tugasnya memang adalah menjaga dan mengawal Milka.
"Ini tempat apa Yang Mulia?" Tanya Darent saat mereka sudah berada di kantin.
"Jangan panggil aku dengan panggilan itu, panggil saja namaku Darent." Kata Milka.
Darent tidak boleh memanggilnya dengan sebutan 'Yang Mulia' orang-orang pasti akan heran jika mendengarnya.
"Tapi, hamba tidak bisa melakukan itu Yang Mulia." Ucap Darent.
"Tapi kau harus melakukannya Darent." Kata Milka.
"Hamba akan mendapatkan hukuman jika berbuat hal menjijikkan seperti itu Yang Mulia." Kata Darent.
"Ita Darent, kamu harus manggil Milka dengan namanya. Karena jika kamu mengunakan panggilan yang digunakan di Underworld, orang akan berpikir kamu sedikit rusak otaknya." Kata Gadis.
"Baik Yang Mulia, jika itu perintah maka hamba akan menurut." Kata Darent.
"Bagus." Ucap Milka.
"Apa kamu benar tidak bisa makan makanan manusia?" Tanya Gadis ingin kembali memastikan. Karena jika hanya mereka berdua yang makan, orang-orang akan berpikir jika Darent adalah kacung mereka berdua.
"Saya tidak bisa." Sahut Darent.
"Darent, aku bisa nanya sesuatu?" Tanya Gadis.
"Ya, silakan nona Gadis." Kata Darent.
"Nona? Argh..., Aku udah kayak anak orang kaya." Kata Gadis senang.
"Apa aku tidak bisa memanggil dengan sebutan itu juga?* Tanya Darent pada Gadis.
"Boleh, kau boleh memanggilku dengan sebutan nona, aku suka." Kata Gadis.
"Tidak, panggil saja namanya, jangan memanggilnya seperti itu." Kata Milka tak setuju.
Karena Darent terdengar seperti dengan majikannya saja.
"Baik Yang M-"
"Darent, panggilannya."
__ADS_1
"Baik Milka." Sebut Darent akhirnya, meskipun dia sangat tidak nyaman.
Milka, Gadis dan Darent telah sampai di rumah kos, terisi sudah kamar yang ketiga..karena rumah kost itu memiliki tiga kamat.
"Bagaimana apa kau suka kamarmu?" Tanya Milka.
"Iya Yang Mulia." Sahut Darent, dia tak perlu memanggil nama Milka saat berada di rumah.
Setelah menunjukkan kamarnya pada Darent Milka pamit akan masuk ke kamarnya, dan di dalam kamarnya susah ada Raja yang menunggu.
"Yang Mulia, apa kau dari tadi menunggu di sini?" Tanya Milka.
"Tidak terlalu lama." Sahut Raja.
"Bagaimana hari ini? Apa ada roh yang menganggumu?" Tanya Raja ingin tahu.
"Sejauh, ini tidak ada Yang Mulia." Kata Milka..
Hari ini dia merasa aman, karena tak ada tanda-tanda roh jahat yang mengincarnya.
Mungkin para roh jahat juga was-was karena ada Darent yang menjaganya.
"Bagaimana pun, kau tetap harus berhati-hati." Kata Raja.
"Baik Yang Mulia." Sahut Milka.
"Apa Yang Mulia merinduiku?" Tanya Milka pada Raja.
"Tentu saja aku merinduimu Perrmaisuri." Sahut Raja jujur, dia memang sangat merindukan Milka, dan karena merindukan Milka lah, dia terus datang setiap malam.
"Benarkah? Kau benar-benar merindukanku?" Tanya Milka.
"Apa aku pernah membohongimu Permaisuri?" Tanya Raja.
Milka menggeleng.
"Tidak Yang Mulia." Ya, memang selama ini Raja tidak pernah membohongi Milka.
"Bagaiman dengannya? Apa dia membuatmu merasa sakit lagi?" Tanya Raja menyentuh perut Milka.
"Tidak Yang Mulia, mungkin dia sudah mengerti." Kata Milka.
"Apa Yang Mulia tidak apa-apa terus bolak balik seperti ini?" Tanya Milka yang khawatir karena setiap malam Raja terus mendatangi dirinya.
"Selama aku menemui mu tidak akan apa-apa." Kata Raja.
Raja lalu memeluk Milka, dia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Permaisuri yang sangat dia cintai itu.
Mau itu manusia ataupun roh Jahat. Siapapun itu, harus berhadapan dengannya.
"Ah, rasanya hangat dan nyaman." Ucap Milka yang membalas pelukan Raja.
"Yang Mulia, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Tanya Milka.
"Apa yang ingin Permaisuriku tanyakan?" Tanya Raja.
"Apa aku bebas makan apa pun? Apakah ada makanan yang akan membuat bayi kita dalam masalah? Jika ada, aku akan menghindarinya." Tanya Milka.
"Kau bebas makan apapun, selama makanan itu tidak membahayakan dirimu." Kata Raja.
__ADS_1