Suami Hantu

Suami Hantu
Menegangkan


__ADS_3

Saat tengah menikmati makan siang mereka di kantin, tiba-tiba salah satu siswa yang berada di sana mengangkat kursi dan melemparnya ke arah salah satu meja yang ada di kantin. Untungnya tak ada yang cedera akibat lemparan kursi itu.


"Dia kenapa tuh?" Ucap Dennis yang siap ingin marah. Milka dan Glydis terlihat panik dengan kejadian tersebut.


"Akan aku bunuh kalian semua!" Kata siswa itu meradang, menghancurkan benda-benda yang ada di kantin. Pecahan piring dan mangkuk pun berserakan di lantai. Membuat semua siswi ketakutan.


Siswa-siswa yang berasa di sana mencoba untuk menahan tubuh siswa itu, namun semua terpental oleh gerakan siswa yang sedang meradang itu.


"Aku mencium bau roh jahat." Kata Dennis.


"Jangan-jangan dia kerasukan Den." Ucap Milka.


"Kayaknya sih gitu Mil. Dia pasti kerasukan, dia enggak mungkin punya tenaga sekuat itu kalo enggak ada roh yang masuk ke tubuhnya." Ujar Dennis.


"Ngeri banget." Glydis memegang erat lengan Milka karena ketakutan.


"Aku akan bunuh kalian semua!" Ucap siswa itu lagi, lalu mencekik salah satu siswa yang tadi mencoba menghentikan dirinya.


"Lepaskan dia." Dennis maju dengan berani.


"Aku akan melepaskan anak ini, asalkan gadis itu sebagai gantinya." Ujarnya meminta pertukaran dengan menunjuk Milka.


"Jangan mimpi kamu hantu sialan!. Ucap Dennis tanpa rasa takut sedikit pun.


"Oh, ternyata ada jagoan di sini." Hantu yang merasuki siswi itu tertawa mendengar ucapan Dennis.


"Kalo begitu, biar aku saja yang mengambilnya." Hantu itu langsung melompat ke arah Milka. Namun dengan sigap Dennis menghalanginya.


"Jangan mimpi kamu, aku enggak akan membiarkan kamu menyakitinya." Ucap Dennis bersiap menyerang hantu yang merasuk siswa itu.


Dan terjadilah saling adu kekuatan antara Dennis dan siswa yang kerasukan itu.


"Ternyata kau boleh juga ya." Kata hantu itu pada Dennis. Karena Dennis bisa mengimbangi dirinya.


Namun tiba-tiba Melody yang berada di belakang Milka langsung mendorong Milka dengan keras ke arah siswa kerasukan itu. Dan, dengan cepat hantu itu menangkap Milka.


"Lepaskan!" Teriak Milka.


"Melody!!!" Marah Dennis melihat ke arah Melody. Sedang Melody memasang wajah tak bersalah.

__ADS_1


Saat hantu yang merasuki siswa itu bersiap untuk menghirup roh Milka, sebuah cahaya menghantam tubuh siswa yang kerasukan itu. Hingga membuat roh jahat itu keluar dari tubuh siswa yang di rasukinya.


"Putri kau tak apa-apa?" Tanya Grasil yang ternyata dia yang datang menghantam roh jahat itu dengan pedangnya.


"Kurang ajar!!!" Sergah roh jahat itu penuh amarah ke arah Grasil karena telah menggagalkan dirinya dari menyerap roh Milka.


"Kau yang kurang ajar! Berani sekali kau ingin mencelakai tuan putriku!" Ucap Grasil marah.


Karena merasa terancam roh jahat itu pun terbang keluar mencoba untuk melarikan diri. Grasil tak hanya diam, dia pun mengejar roh jahat itu.


Dan, terjadilah perkelahian antara roh jahat dan Grasil. Tak berapa lama, Grasil pun kembali ke kanti..


"Kau tak apa-apa?" Tanya Milka khawatir jika Grasil terluka akibat perkelahiannya dengan roh jahat itu.


"Tidak apa-apa Putri," Sahut Grasil yang memang terlihat baik-baik saja tanpa lecet sedikit pun.


"Syukurlah." Ucap Milka merasa lega.


"Bagaimana denganmu Putri? Apa kau tak terluka?." Giliran Glydis yang khawatir pada Milka.


"Tidak, aku tak terluka." Jawab Milka.


"Kamu mah enggak usah di tanya Den, udah kelihatan kamu itu enggak kenapa-napa." Sahut Glydis.


"Iya, tapi se-enggaknya ya tanyain napa." Ujar Dennis memasang wajah ngambeknya.


"Kamu enggak kenapa-napa kan Den?" Tanya Milka.


"Telat Mil. Ngambek aku ah." Dennis membuang wajah, pura-pura merajuk.


"Aduuh, ngambek deh dia Mil, kesihan. Tapi ngambeknya tunda dulu Den," Ujar Glydis.


"Ini gimana nih? Berantakkan banget. Liat deh." Tunjuk Glydis ke arah meja dan kursi-kursi yang patah. Di tambah pecahan-pecahan lainnya.


"Kita harus menghapus ingatan mereka terlebih dahulu." Ucap Grasil menunjuk ke arah yang lainnya, yang tak bergerak bagai patung. Karena kedatangan Grasil yang menghentikan waktu.


"Kamu hapus aja dulu ingatan mereka." Ucap Milka. Lalu Grasil menggunakan kekuatannya dan menghapus ingatan yang lainnya.


Setelah itu, dengan menggunakan kekuatannya juga, Grasil membuat semua yang berantakkan kembali seperti semula. Seperti tak pernah ada yang terjadi.

__ADS_1


Waah, canggih banget." Takjub Glydis melihat meja dan kursi-kursi yang kembali utuh seperti semual. Begitu pun dengan piring dan mangkuk yang pecah. Semua kembali utuh.


"Baiklah Putri, aku akan membuat waktu kembali berjalan.." Kata Grasil bersiap akan membuat waktu kembali berjalan.


"Eh bentar dulu." Tahan Dennis.


"Kenapa?" Tanya Glydis. Dennis kun berjalan le arah Melody. Lalu menjentikkan jarinya dengan kuat ke arah jidat Melody.


"Nih ambil, aku kasi gratis." Ucap Dennis kembali menjentikkan jarinya ke jidat Melody dengan kuat.


"Aku lagi Den." Kini Glydis yang mendekat. Lalu menampar wajah Melody bolak-balik dengan puas.


"Rasain. Dasar jahat." Ucap Glydis pada Melody yang tak bergerak.


"Mil, kamu enggak mau coba Mil?" Tanya Dennis.


"Enggak ah, kalian udah wakili aku." Sahut Milka.


"Apakah sudah?" Tanya Grasil, yang akan mengembalikan waktu untuk kembali bergerak. Milka, Glydis dan Dennis pun mengangguk mengiyakan.


Dan, waktu kembali bergerak, semuanya kembali seperti semula seperti tak pernah terjadi apa-apa. Dan, Grasil pun menghilang kembali ke Underworld.


Namun berbeda dengan Melody, dia merasa dahinya sakit dan pipinya terasa panas. Melody kebingungan memegangi pipinya dengan heran.


Sementara Dennis dan Glydis menahan tawa melihat Melody.


"Biar tau rasa kamu perempuan jahat." Ujar Glydis melihat Melody.


"Pasti terheran-heran tuh dia." Kata Dennis tertawa.


"Kalian sih, usil banget." Ucap Mika.


"Biarin Mil, sekali-kali tuh anak di beri sentuhan dikit. Biar sadar." Kata Dennis.


"Iya, benar tuh apa kata Dennis Mil. Tadi tuh dia udah jahat banget ke kamu." Setuju Glydis pada Dennis.


"Iya, heran deh, tuh perempuan jahat banget. Enggak ada rasa kasihannya ke kamu Mil." Ujar Glydis.


"Iya sih, aku juga enggak nyangkah dia tadi dorong aku ke roh arah roh jahat itu." Milka tak menyangka jika Melody akan sejahat itu dengan dirinya.

__ADS_1


Dia tau Melody memang tak menyukainya, namun dia tak pernah menyangka jika Melody akan sampai ke arah yang bisa membuat Milka kehilangan nyawanya. Dan, kini Milka tau jika Melody benar-benar adalah seorang yang begitu jahat. Melody benar tak punya hati yang baik untuk Milka. Dan kini Milka sudah benar-benar tau seperti apa Melody yang sebenarnya..


__ADS_2