Suami Hantu

Suami Hantu
Tentang Hati


__ADS_3

"Bagaimana hasilnya? Apa kau menemukannya?" Tanya Raja pada Rafhael kala di ruangan kerjanya dengan wajah serius.


"Belum Yang Mulia. Akan saya usahakan untuk menemukannya secepat mungkin." Sahut Rafhael. Setelahnya Rafhael pun undur diri dan keluar dari ruang kerja Raja.


"Yang Mulia.." Panggil Nyonya West yang baru saja memasuki ruang kerja Raja itu setelah Rafhael pergi.


"Apa dia sudah di temukan Yang Mulia?" Tanya Nyonya West pada Raja.


"Dia belum di temukan Nyinya West. Aku berharap dia akan segera di temukan, jika benar itu adalah dirinya." Ucap Raja dengan tatapan penuh harap. Entah siapa yang Raja maksudkan. Tapi, tampaknya orang itu sangat berarti bagi Raja.


****


"Bagaimana apa kau tau siapa yang sedang di cari oleh Raja?" Tanya Permaisuri pada Nyonya East.


"Belum Yang Mulia. Tapi sepertinya itu ada orang yang penting." Kata Nyonya East pada Permaisuri.


"Terus cari tau, karna tak biasanya Raja begitu kekeh pada roh." Ujar Permaisuri. Dia sangat ingin tahu siapa yang membuat Raja menurunkan Rafhael langsung untuk mencari roh itu. Dan, jika Raja sudah melakukan itu. Itu artinya roh itu adalah roh penting.


"Baik Yang Mulia Permaisuri. Aku akan mengerahkan orang yang patuh dan berpihak kepada kita." Ucap Nyonya East.


"Bagus." Sahut Permaisuri. Rasa penasaran Permaisuri begitu besar ingin mengetahui hal itu. Dan, kenapa Raja menutupi dari dirinya.


****


Raja yang mendatangi Milka di kediamannya melihat Milka yang sudah tertidur dengan sangat pulas sekali.


Perlahan-lahan mendekati Milka tanpa suara. Mengusap lembut rambut Milka dan mencium pipinya.


Dan, ada rasa bersalah yang terlihat di matanya. Tatapannya pada Milka seperti tatapan seseorang yang bersalah dan menyembunyikan sesuatu yang besar.


"Yang Mulia. Kau datang." Milka terbangun dari tidurnya dan melihat Raja yang tengah duduk di sisi ranjangnya.


"Apa aku membangunkanmu?" Tanya Raja, padahal dia tak ingin membuat Milka terbangun.


"Aku senang karna aku terbangun, jadi aku bisa melihatmu." Kata Milka lalu duduk menatap Raja dengan penuh cinta.


"Aku merindukanmu." Ucap Raja menggenggam tangan Milka.


"Benarkah? Aku juga merindukanmu." Kata Milka jujur. Karena dia memang sangat merindukan Raja seharian ini.

__ADS_1


"Aku lebih merindukanmu." Kata Raja.


"Aku lebih-lebih merindukanmu. Di banding kau merindukanku Yang Mulia." Milka tak mau kalah meluahkan kerinduannya itu.


"Aku bahkan lebih-lebih berlipat-lipat lebih merindukanmu Putri Aerish." Raja juga tampaknya tak ingin mengalah tentang rasa rindunya itu.


Setelah hampir lama tak ada yang ingin mengalah, akhirnya setelah sadar dengan tingkah mereka masing-masing yang tak ingin mengalah tentang perasaan pada satu sama lain, tentang siapa yang paling besar rasa rindunya. Keduanya pun tertawa.


"Aku ingin memelukmu, kemarilah." Ucap Raja meminta Milka mendekat ke tubuhnya. Dan Milka pun menurut. raja memeluk Milka dengan penuh hangat.


Namun nafasnya yang berembus terdengar begitu berat, seperti sesuatu sedang menganjal perasaannya.


"Yang Mulia antara cinta dan rasa sayang, yang mana yang akan kau pilih?" Tanya Milka pada Raja yang masih mendekapnya.


"Apa aku harus memilih?" Tanya Raja pada Milka.


"Ya," sahut Milka.


"Apa keduanya memiliki perbedaan?" Tanya Raja.


"Tentu saja ada. Cinta dan sayang itu berbeda Yang Mulia." Kata Milka. Bahwa rasa cinta dan rasa sayang itu adalah sesuatu yang tak sama.


"Aku tak mengerti apa perbedaannya." Kata Raja.


Raja tampak berpikir sejenak. Dia sendiri tak yakin apa yang akan dia pilih. Apa yang akan dia berikan pada Milka.


"Bisa kan aku menjawabnya nanti saja." Rasa tak ingin hanya asal jawab.


"Kau bisa menjawabnya saat kau sudah pasti dengan jawaban yang akan kau berikan padaku. Apakah cinta atau sayang." Ujar Milka. Dia juga tak ingin memaksa untuk mendapatkan jawabannya saat itu juga..


"Yang Mulia aku ingin bertanya lagi." Kata Milka.


"Kau boleh menanyakan apa pun yang ingin kau tanyakan padaku." Ucap Raja, selama dia bisa menjawabnya maka akan dia jawab saat itu juga.


"Apa kau pernah mencintai istri-istrimu yang lain?" Tanya Milka. Dia sangat ingin tau tentang perasaan Raja pada selir-selir yang lain. Ya, walaupun mungkin itu egois untuk mengetahui perasaan Raja pada selir-selir lain.


"Selir pertama yang ku sukai itu adalah dirimu Putri Aerish. Kau mencuri perasaanku." Jawab Raja yang membuat Milka tersenyum dan tersipu malu-malu. Pipinya pun menjadi merah merona.


"Kenapa kau menyukaiku?" Tampaknya Milka ingin tahu semuanya tentang bagaimana dan mengapa Raja menyukainya.

__ADS_1


"Karna kau mencuri hatiku." Ucap Raja. Sebarnya Raja bukanlah laki-laku yang bisa berkata manis.


"Apa kau kecewa dengan jawabanku?" Tanya Raja saat melihat Milka hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.


"Tidak. Aku puas dengan jawabanmu Yang Mulia." Kata Milka. Dia juga tak ingin berharap lebih.


"Putri Aerish. Jika nanti sesuatu terjadi. Aku ingin meminta sesuatu padamu." Raja menatap langsung pada mata Milka saat mengatakan hal itu.


"Apa itu Yang Mulia." Tanya Milka yang juga menatap mata Raja.


"Tolong percayalah padaku." Kata Raja dengan serius.


"Percaya padamu Yang Mulia?" Milka tak mengerti dengan maksud ucapan Raja.


"Apa pun yang terjadi percayalah pada perasaanku padamu." Ucap Raja. Dia ingin jika apa pun yang terjadi Milka mempercayai perasaannya pada Milka tanpa meragukannya sedikit pun.


"Iya Yang Mulia, aku akan mempercayaimu." Ujar Milka. Jika dia akan terus percaya pada Raja.


Pagi harinya Milka bangun dengan wajah yang begitu bahagia. Seperti seorang yang memenangi lotre. Dia sangat bahagia.


"Apa kau mimpi indah Putri?" Tanya Clona yang melihat senyum tak lepas dari bibir Milka saat sedari bangun tadi.


"Mimpi yang sangat indah Clo." Sahut Milka girang.


"Benarkah? Apa yang putri mimpikan?" Tanya Clona ingin tahu mimpi indah apa yang membuat Milka begitu bahagia dan girang.


"Sesuatu yang indah." Kata Milka yang hanya membuat Clona penasaran.


"Ayolah Putri, katakan. Aku ingin tau." Clona sangat penasaran.


"Jika Putri tak mengatakan maka dia akan terus penasaran." Ujar Grasil.


"Tampaknya dia akan penasaran." Kata Milka bersiap akan berangkat ke sekolah.


"Putri kau tega sekali ingin membuatku penasaran." Ucap Clona memasang wajah kasihan.


"Maafkan aku, mungkin lain kali aku akan menceritakannya, tapi tidak hari ini. Aku harus segera berangkat." Kata Milka.


"Aku akan menunggumu pulang Putri." Ucap Clona masih berharap.

__ADS_1


"Akan aku pikirkan, apakah akan menceritakan mimpi itu padamu atau tidak." Goda Milka. Dia akan membuat Clona semakin penasaran. Dia suka lihat wajah penasaran Clona yang begitu lucu.


"Ayo berangkat." Ucap Milka pada Grasil. Dan Clona hanya bisa melambai sambil akan menunggu Milka pulang.


__ADS_2