
Malam ini Milka begitu gelisah, Raja tak datang mengunjunginya dan dia merasa rindu. Tadi dia mencoba mengajak Raja bicara dalam, namun tak ada jawaban dari Raja. Sudah begitu larut namun mata Milka belum juga terpejam.
Milka yang terus memikirkan Raja akhirnya perlahan-lahan matanya mulai terasa berat, kantuk menyerang dan Milka mulai masuk ke alam bawah sadar. Namun tangan seseorang yang memeluknya membuat Milka kembali.
"Kau menungguku?" Suara Raja terdengar.
"Yang Mulia.." Ucap Milka memutar badan. Ternyata yang memeluknya adalah Raja.
"Banyak yang ku kerjakan jadi aku tak bisa menemuimu lebih awal." Kata Raja memberitahu Milka.
"Ya, aku menunggumu sampai-sampai aku tertidur." Ucap Milka pada Raja yang membelai pipinya lembut.
"Benarkah? Apa aku harus di hukum karna membuat wanitaku ini menunggu?" Tanya Raja, dia akan dengan rela menerima hukuman dari Milka jika Milka marah.
"Hukuman? Aku tak berpikir tentang itu. Tapi karna Yang Mulia sudah membahasnya, aku rasa itu bagus. Aku akan memberikan hukuman pada Yang Mulia." Kata Milka. Untung Raja memberikannya ide untuk itu.
"Baiklah wanitaku, hukuman apa yang ingin kau berikan?" Tanya Raja. Dan, Milka tampak berpikir dengan keras hukuman apa yang akan dia berikan pada Raja.
"Kau belum bisa memutuskan hukuman apa yang akan kau berikan padaku?" Tanya Raja. Dan, Milka pun mengangguk.
"Bagaimana jika aku yang memberikan hukuman pada diriku sendiri." Kata Raja. Dan, Milka setuju.
Saat mendapat persetujuan Milka, dengan cepat Raja mengecup bibir Milka.
"Itu bukan hukuman Yang Mulia.." Protes Milka, karna menciumnya, itu bukanlah hukuman.
"Benarkah? Ah, berarti aku salah." Ucap Raja pura-pura.
"Ya, kau memang salah." Kata Milka.
"Karna aku tak tau bagaimana memberikan hukuman untuk laki-laki tampan seperti diriku, bagaimana jika aku memberikan hadiah pada wanitaku." Ujar Raja sedikit narsis.
"Kau mau Putri Aerish?" Tanya Raja apakah Milka mau jika di berikan hadiah.
__ADS_1
"Aku mau," Ucap Milka girang karena akan mendapatkan hadiah dari Raja. Raja langsung kembali mengecup bibir Milka.
"Yang Mulia ini sama saja dengan ta-" Belum sempat Milka melanjutkan ucapannya Raja kembali menautkan bibirnya di bibir Milka.
Ciuman yang dalam dan lama, membuat Milka hanyut ke dalamnya. Begitu pun dengan Raja.
Dua orang yang sedang dalam cinta yang begitu indah, terpaut dalam hati yang bahagia karena memiliki. Yang entah apa penentuannya. Bahagiakah? Atau mungkin bisa saja sebaliknya. Karena takdir dalam cinta tak pernah ada yang tau, begitu pun Milka, juga Raja.
"Putri..." Suara Clona yang memanggil menyadarkan Milka. Dan, saat membuka mata ternyata Raja sudah tak berada di sampingnya. Mungkin Raja kembali ke kediamannya tanpa Milka sadar.
Ya, semalam sebelum kembali ke kediamannya, Raja tak tega membangunkan Milka yang tertidur begitu pulas. Sebenarnya Raja ingin menemani Milka hingga pagi hati tapi. Karena ada yang harus dia kerjakan jadi dia harus pergi.
Sebenarnya, rencananya Raja hanya akan datang untuk melihat Milka sebentar. Dan, setelah itu akan kembali ke kediamannya, namun karena terlalu merindui Milka dan melihat Milka yang tertidur menunggunya membuat Raja tak tega.
"Ada apa Putri? Kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya Grasil yang melihat Milka seperti terlihat begitu terkejut melihat dia dan Clona.
"Wajahku kenapa?" Tanya Milka memegangi wajahnya.
"Wajahmu terlihat seperti orang yang ketakutan karna menyembunyikan sesuatu Putri." Clona yang menjawab.
Dan, tadi dia sempat ketakutan saat melihat Clona dan Grasil karena menyangka jika Raja masih ada di kasur bersamanya. Dia belum siap ketahuan jika sedang saling jatuh cinta dengan Raja. Si penguasa Underworld, ya, walaupun Raja adalah suaminya.
Di tambah lagi, dia tak ingin kejadian lagi seperti Putri Selene, cemburu padanya. Milka hanya ingin berjaga-jaga, karena masih banyak Selir Raja yang lain. Dia tak pernah tau, siapa lagi Selir Raja yang begitu berharap pada Raja. Dan, sebaiknya untuk saat ini dia dan Raja merahasiakan hubungan mereka yang sudah dekat.
"Putri apa kau baik-baik saja?." Tanya Grasil yang melihat Milka melamun.
"Iya, aku baik." Sahut Milka cepat.
"Aku akan mandi dulu." Ucap Milka turun dari kasurnya dan bersiap untuk mandi sebelum nanti ke sekolah.
"Baiklah, aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan sarapan." Kata Clona.
****
__ADS_1
Di sekolah pagi-pagi hari Melody sudah membuat Milka merasa mual dengan tingkahnya yang pamer-pamer.
"Ayah kamu sayang banget ya sama kamu Mel." Kata teman Melody saat Melody menunjukkan jam tangan baru miliknya, yang katanya adalah hadiah dari Pak Harman.
"Jangan keras-keras ngomongnya guys, nanti ada yang iri." Ucap Melody melirik Milka yang melewati tempat Melody dan teman-temannya duduk pagi itu di bangku luar kelas.
"Ups, ya, mau gimana lagi Mel, udah telanjur. Dia pasti udah dengar." Kata teman Melody.
"Hee, Mil, sini dong liat bentar nih, Melody punya jam baru hadiah dari bokapnya." Ucap teman Melody sengaja ingin memanas-manasi Milka menarik lengan Melody untuk memperlihatkan jam itu.
"Jangan gitu dong, kan bokopnya Melody bokopnya Milka juga, tapi sayang, bokopnya lebih sayang sama Melody." Ucap teman Melody yang satunya lagi, membuat yang lain tergelak.
"Kesihan banget sih Mil. Ha ha ha." Tawa mereka semakin pecah menertawakan Milka yang hanya diam tak membalas.
"Hei, comberan busuk. Tuh mulut ngakak udah kayak tong sampah baunya. Enggak pernah sikat gigi ya." Ujar Glydis yang datang langsung merangkul lengan Milka.
"Apa kami bilang!" Marah teman Melody karena di kata-katai oleh Glydis
"Pantesan baunya sampe ke gerbang sekolah kecium." Tambah Dennis yang juga datang.
"Ini juga ikut-ikutan, kamu laki apa banci!" Geram Melody.
"Mau tau, sini aku bisikkin. Orang ganteng kayak aku mah bebas!!!." Teriak Dennis.
"Udah Den, Dis, orang kayak mereka enggak usah di ladeni." Kata Milka menarik Dennis dan Glydis pergi.
"Kamu kenapa sih Mil enggak mau lawan mereka?" Tanya Glydis yang geram dengan perlakuan Melody dan teman-temannya pada Milka.
"Aku lagi malas ribut Dis, lagi pula apa yang mereka omongin tentang ayah lebih sayang Melody itu benar." Kata Milka.
"Iya tapi jangan sampe harga diri kamu di injak-injak Mil. Apa kata dunia coba, masa istri dari Raja, penguasa Underworld yang terkenal dingin tanpa belas kasihan malah di tindas." Ujar Dennis membuat Milka mencubit lengannya.
"Apaan sih Den berlebihan tau." Kata Milka.
__ADS_1
"Mil kapan-kapan Kenalin dong sama suamimu." Ucap Glydis ingin di perkenalkan pada Raja.
"Mending enggak usah Dis, kamu tau hantu itu seram dan jelek. Nah suami Milka ya kayak gitu, udah seram jelek lagi." Bohong Dennis menakut-nakuti Glydis. Dan itu berhasil, membuat Glydis mengurungkan niatnya untuk di kenalkan pada Raja.